|
a - z
::
Abdussalam Panji Gumilang
::
Achmad Baihaki
::
Achmad Zen Umar Purba
::
Adang
Surahman
::
Affan Gafar^
(1947-2003)
:: Alfred Simanjuntak
::
Ahmad Fuad Fanani
::
Alex
Kawilarang W Masengi
::
Alwi Dahlan, M
::
Andi Abdul Muis (1929-2005)
::
Anhar Gonggong
::
Anton Moedardo Moeliono
::
Arbi Sanit
::
Ashadi Siregar
::
Asis Djadjadiningrat
::
Astrid S Susanto, Prof Dr
(1936-2006)
::
Azyumardi Azra
::
Bahtiar Effendy
::
Bambang Sudibyo
::
Bambang Sugiharto
:: Batara
Simatupang
::
Budiono Sri Handoko
::
Bustanul Arifin
::
Chairuddin Panusunan Lubis
:: Chusnul Mar'iyah Ph.D
:: Daan Dimara, MA
::
Dawam Rahardjo
::
Deliar Noer (1926-2008)
::
Dewi Lailatul Badriah
::
Didik J Rachbini
::
Djisman S Simanjuntak
::
Djoko Santoso,
Prof.Dr
::
Dochak Latief
::
Dott Sampurno
::
Faisal H Basri
::
Fuad Hassan
(1929-2007)
::
Gadis Arivia
::
Gumilar Rusliwa Somantri
::
Ibu ‘Sandiah’ Kasur^
::
Ibu Soed (Saridjah Niung)
::
Ichlasul Amal
::
Ichwan Azhari
::
Ihromi (1928-2005)
:: Imam Budidarmawan Prasodjo
::
Inu
Kencana Syafiie
::
J Drost SJ (1925-2005)
::
Jakob Sumardjo
::
James Danandjaja
::
Jansen Hulman Sinamo
::
John
Ario Katili (1929-2008)
:: Jujun S Suriasumantri
:: Hamid Awaludin,
Dr
::
Hermawan Sulistyo
::
Kamir Raziudin Brata
::
Kemala Motik
::
Koesmawan
::
Koentjaraningrat
(1923-1999)
::
Koesnadi Hardjasoemantri
::
Komaruddin Hidayat
::
Kusmayanto Kadiman
::
Laurence Manullang, Prof. Dr
::
Mahar Mardjono^
::
Mari Pangestu
::
Masri Singarimbun (1930-1997)
:: Maswadi Rauf
::
Melanita Pranaya Budianta
::
Meuthia Hatta
::
Michael Sastrapratedja SJ
::
Miriam Budiardjo
(1923-2007)
::
Mochtar Buchori
::
Mohamad Surya
::
Mubyarto
:: Mudji Sutrisno, SJ,
FX
::
Muhammad Yamin Lubis
:: Mulyana W. Kusumah
::
Nazaruddin Sjamsuddin MA,
Dr, Prof
::
Nelson Tansu
::
Ong Hok Ham (1933-2007)
::
Otto Soemarwoto
::
Paul Tahalele
::
Paulus Wirutomo
::
Pudjiwati Sajogyo^, Prof. Dr. Ir
::
Raden Pandji Soejono
::
Rahayu Surtiati Hidayat
:: Ramlan Surbakti, MA,PhD,
Prof
::
Ratna Megawangi
:: Retno Iswari Tranggono
::
Riswandha Imawan
(1955-2006)
::
Rocky Gerung
::
Roem Rowi, Prof Dr
::
Roy Suryo
::
Rusadi Kantaprawira,
Prof.Dr
:: Sadli, Mohammad
(1922-2008)
::
Sahetapy, JE. Prof.Dr
::
Sapardi Djoko Damono
::
Saparinah Sadli, Prof.Dr.
::
Samaun Samadikun (1931-2006)
::
Samsuridjal Djauzi
::
Sarbini Sumawinata (1918-2007)
::
Sarlito Wirawan Sarwono
::
Sartono Kartodirdjo,A
(1921-2007)
::
Selo Soemardjan^
::
Seto
Mulyadi (Kak Seto)
::
Siti Musdah Mulia
::
Slamet Iman Santoso (1907-2004)
::
Soedarto,
Prof dr DTMH PhD
::
Sofian Effendi
::
Sofyan A. Djalil
::
Sri Adiningsih, Dr. M.Sc,
::
Sri Edi Swasono
::
Sri Mulyani Indrawati, Ph.D
::
Sri Soemantri
::
Syamsudin Haris
::
Syamsul Arifin
::
Tamrin Amal Tomagola
::
Taufik Abdullah
::
Teti Suryati
::
Teuku Jacob (1929-2007)
::
Theresia Esi Samkakai
::
Theresia Widia Soerjaningsih (1950-2004)
::
Tien Santoso
::
Tino Sidin
::
Tjia May On
::
Tumpak H Simanullang
(1928-2008)
::
Usman Chatib Warsa SpMK PhD
::
Utomo Dananjaya
::
Valerine JL Kriekhoff, Prof. Dr. SH
::
Valina Singka Subekti, MSi
::
Vennetia Danes
::
Widi Agoes Pratikto
::
Yenti Garnasih
::
Yohannes CTA, Prof Dr
Prof.
Dr. Laurence Adolf Manullang
Doktor
ekonomi bidang manajemen akuntansi ini dikenal handal dalam teori dan
terdepan dalam aplikasi. Dia disegani sebagai seorang pemikir brilian dan
top eksekutif keuangan dunia yang handal serta memiliki kompetensi dan
jaringan luas untuk mengelola keuangan dan badan usaha negara dalam
kapasitas decisive (menteri).
Dawam Rahardjo
Indonesia selalu digambarkan sebagai negara dengan pemeluk agama Islam
yang toleran. Toleransi juga diperlihatkan agama-agama dominan sebelum
Islam, yakni Hindu dan Buddha, terhadap ajaran baru: Islam. Para ulama
penyebar Islam dulunya juga bersikap toleran terhadap ajaran agama
sebelumnya.
Seto Mulyadi
Kedekatannya
dengan dunia anak membuat dia begitu dikenal sebagai sahabat dan
pendidik anak-anak.
Namun, tidak banyak yang tahu kalau peraih The Outstanding Young Person
of the World 1987 ini pernah melalui getirnya hidup menjadi pembantu
rumah tangga, tukang batu, dan tukang semir sepatu di Blok M.
Prof. Dr. Azyumardi Azra, MA:
Rektor
Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, ini perlahan namun pasti semakin kokoh sebagai pemikir Islam pembaharu.
Pemilik nama Azyumardi Azra yang mempunyai arti mendalam sebagai “permata
hijau”, tak kurang telah menulis sembilan buku tentang Islam. Koleksi
bukunya sudah mencapai 15.000 judul buku. Mohamad Surya
Prof Dr H Mohamad Surya, Anggota DPD 2004-2009
asal Jawa Barat. Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Persatuan Guru Republik
Indonesia (PGRI) periode 1998-2003 dan 2003-2008, ini lahir di Kuningan,
8 September 1941. Dosen IKIP Bandung (1966-2004) ini mengawali karir
sebagai Guru SR (SD) di Kuningan (1958-1962).
dr Usman Chatib Warsa SpMK PhD
Sesaat setelah terpilih menjabat Rektor Universitas Indonesia (UI) periode
2002-2007, Usman Chatib yang sebelumnya menjabat Pembantu
Rektor I UI menyatakan, program utamanya mengubah
budaya akademik UI secara egaliter dan profesional, bersih, tertib dan
akrab. Langkah pertama memperbaiki sistem administrasi yang lebih terpusat dengan memenuhi
standar internasional.
Prof Tjia May On
Begitu mendapat doktor, jadi selebritis atau birokrat. Ini fenomena khas
golongan terpelajar Indonesia dalam ilmu sosial, ekonomi, sains, maupun
teknologi sampai sekarang. Kalau ada daftar kekecualian, Tjia May On
pasti masuk dalam barisan pendek itu.
Yenti Garnasih
Dosen hukum pidana pada Fakultas Hukum Trisakti ini menjadi doktor
pertama Indonesia dalam bidang pencucian uang. Gelar doktor pada bidang
pencucian uang itu diraihnya di Fakultas Hukum Universitas Indonesia
(UI) tahun 2003 setelah melakukan studi pustaka di Washington University
dengan sedikitnya 500.
Sri Adiningsih, Dr. M.Sc.
Pemikirannya segar, cerdas dan komunikatif. Ia seorang ekonom yang
pandangannya patut didengar para penentu kebijakan ekonomi di negeri ini.
Dosen Pascasarjana UGM dan
Sekretaris Komisi Konstitusi, ini diasuh dan disekolahkan Sang Ibu dari
hasil toko kelontong di kampung Jalar Solo. Perjuangan Sang Ibu, menjadi inspirasi baginya.
Prof. Dr. Mubyarto
Guru Besar FE-UGM dan Kepala Pusat Studi Ekonomi Pancasila UGM (PUSTEP-UGM),
ini dikenal paling konsern pada ekonomi kerakyatan. Ekonom kelahiran
Yogyakarta, 3 September 1938, ini juga konsern terhadap Sistem Ekonomi
Pancasila. Hampir setiap kesempatan ia berbicara tentang sistem ekonomi
Pancasila itu.
M Alwi Dahlan
Alwi Dahlan tercatat sebagai doktor ilmu komunikasi pertama Indonesia
lulusan Illionis University,
Urbana, Amerika Serikat (1967). Pergi sekolah ke negeri Paman Sam tahun
1958 saat sedang kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FE-UI)
dengan beasiswa foreign sudent leadership project di Minnesota.
Sebelumnya, dia telah meraih gelar BA dari American University,
Washington DC (1961).
Ratna Megawangi, Ir. M.Sc, Ph.D

Dia perempuan cerdas dan berkarakter kuat. Muslimah bergelar doktor dan
post doctoral, ini adalah pelopor pendidikan holistik berbasis karakter di
Indonesia. Pendiri dan Direktur Eksekutif
Indonesia Heritage Foundation, yang mengelola hampir 100 sekolah karakter di
berbagai penjuru tanah air, ini juga seorang penulis terkemuka.
Prof Dr Mochtar Buchori
Dia seorang pakar perencanaan pendidikan, yang terbilang langka di
Indonesia. Mantan Rektor IKIP Jakarta ini, di usia senjanya aktif sebagai
kolumnis, terutama di Harian The Jakarta Post. Pada September 1994, pria
kelahiran Yogyakarta, 9 Desember 1926, ini bergabung ke Litbang Partai
Demokrasi Indonesia.
Dott Sampurno
Dia salah seorang pionir geologi teknik dan lingkungan di Indonesia. Bumi,
kata guru besar ITB, ini ibarat remasan kerupuk di atas bubur panas. Di
Bumi ini terdapat lebih kurang 16 keping lempeng. Pergeseran satu lempeng
itu, hari Minggu, 26 Desember 2004, mengakibatkan gempa yang disusul
tsunami dan merenggut ratusan ribu jiwa.
Prof. DR. Ir. Djoko Santoso, M.Sc.
Guru Besar teknik geofisika dan Doktor Ilmu Teknik
ITB, ini terpilih sebagai Rektor ITB periode 2005-2010 dalam
rapat pleno MWA ITB di Gedung Depdiknas, Jakarta, Senin 17 Januari 2005. Pria kelahiran Bandung,
9 September 1953 yang saat terpilih menjabat Ketua Senat Akademik ITB, itu
menggantikan Kusmayanto Kadiman.
Alex Kawilarang W Masengi
Doktor dari The Graduate School of Marine Science and Engineering Nagasaki
University, Jepang (1993), ini adalah penemu teknologi kapal ikan bersirip.
Temuan pria bernama lengkap Prof Dr Ir Alex Kawilarang Warouw Masengi MSc
kelahiran Desa Kinilou, Tomohon, 13 Juni 1958, ini sudah dipatenkan di
Jepang.
Sarlito Wirawan Sarwono
Dekan dan Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) sangat
menaruh minat pada masalah sosial, keluarga berencana, seksologi, remaja,
dan "tembang kenangan". Pria kelahiran
Purwokerto, 2 Pebruari 1944, ini juga menjadi guru besar tamu di beberapa
universitas di dalam dan luar negeri.
Dr. Gadis Arivia
Dosen studi feminisme dan filsafat kontemporer di Universitas Indonesia
ini seorang aktivis perempuan. Ibu berparas cantik ini mendirikan Yayasan
Jurnal Perempuan, bersama rakan-rekannya pada tahun 1996. Namanya, Gadis
Arivia, menjadi akrab di telinga, mata dan hati publik setelah ditangkap
polisi ketika berdemonstrasi Februari 1998.
Prof Nelson Tansu, Ph.D.
Dia asli orang Indonesia yang prestasinya diakui dunia internasional.
Pria kelahiran Medan 20 Oktober 1977, ini sudah meraih 11 penghargaan dan memiliki tiga hak paten atas penemuan
risetnya. Pada usia 25 tahun ia telah berhasil meraih gelar PhD di University of
Wisconsin, Madison, dan kemudian langsung mengajar mahasiswa S-3.
Prof Dr Ichlasul Amal MA
Doktor ilmu politik ini akrab dengan dunia pergerakan sejak mahasiswa
(Angkatan '66). Bahkan semasa menjabat Rektor UGM
(1998-2002), saat mahasiswa dilarang demonstrasi, dia malah turun demo
bersama mahasiswa. Oleh para aktivis mahasiswa, dia pun dianugerahi Bintang Jasa Utama Tokoh Reformasi Damai 1999.
Bahtiar Effendy
Bahtiar Effendy, lahir di Ambarawa, 10 Desember 1958. Sarjana IAIN
Jakarta, 1986, ini meraih Master Program Studi Asia Tenggara dari Ohio
University, Athens, 1988 dan Master Ilmu Politik dari Ohio State
University, Colombus, OH, 1991. Gelar Doktor Ilmu Politik diperolehnya
dari Ohio State University, Colombus, OH, 1994.
Prof Dr Sofian Effendi
Rektor
UGM Prof Dr Sofian Effendi menilai sebagai
bangsa yang merdeka, pemerintah semakin hari semakin kurang mampu
melindungi bangsa dan tanah air dari rongrongan negara lain. Pria
kelahiran Bangka, 28 Februari 1945, mengemukakan hal itu saat mewisuda
1.876 lulusan UGM di Graha Sabha Pramana UGM Yogyakarta,
Kamis 18 Agustus 2005. Prof dr Roemwerdiniadi Soedoko SpPA
Tanggal 10 Oktober 2005 lalu, seharusnya ia berada di Geneva untuk
menerima penghargaan International Star For Quality Award, kategori
penghargaan emas di bidang kemanusiaan. Namun karena tidak ada biaya,
Prof dr Roemwerdiniadi Soedoko SpPA terpaksa mengurungkan niatnya
berangkat. Achmad Zen Umar Purba
Mantan wartawan ini dinobatkan jadi
Guru Besar Ilmu Hukum Internasional Universitas Indonesia, 7 September
2005. Dia guru besar yang melintasi empat dunia profesi berbeda. Mulai
dari wartawan, dosen, konsultan hukum dan birokrasi. Namun dalam
menggumuli setiap profesi itu, profesi dosen tak pernah ditinggalkannya. |
|
Rocky Gerung
OPINI: Tahukah negara di mana alamat “Surga” dan berapa nomor
telepon “Neraka”? Berhakkah negara menentukan “akhirat” seseorang?
Berbagai forum evaluasi kebebasan beragama di
negeri ini tiba pada kesimpulan yang sama: Negara gagal melindungi hak
warga negara menjalankan agama/kepercayaannya! RM Roy Suryo (01)
Siapa yang tak kenal dengan Roy Suryo. Dia pakar multimedia
yang kesohor. Dengan talenta yang dimiliki, pria kelahiran Yogyakarta,
18 Juli 1968, ini begitu lancar dan gamblang mengungkap beberapa kasus
foto-foto di internet melalui penelusuran yang berhubungan erat dengan
dunia teknologi informasi.
Deliar Noer (1926-2008)
Cendekiawan ilmu politik yang kritis Prof Dr Deliar Noer MA meninggal
dunia dalam usia 82 tahun Rabu 18 Juni 2008 pukul 10.30 di RSCM, Jakarta. Mantan Rektor IKIP Jakarta kelahiran Medan
9 Februari 1926, itu meninggalkan istri tercinta,
Zahara (76), dan seorang anak, Dian, dan tiga cucu.
Tamrin Amal Tomagola
Profesor Sosiologi dari Universitas Indonesia ini sangat banyak tahu
tentang konflik komunal yang belakangan sering terjadi di Indonesia.
Doktor bidang sosiologi media, University of Esex UK (1990), kelahiran Galela, Halmahera Utara, 17 April 1947,
ini sangat banyak menulis perihal konflik komunal tersebut.
Prof Dr Otto Soemarwoto (1926-2008)
OBITUARI: Guru besar emeritus Unpad Bandung, ini seorang
tokoh yang pro lingkungan hidup dan pro NKRI. Doktor dalam Plant Physiology, Universitas California, Berkeley, AS,
kelahiran Purwokerto, Jawa Tengah, 19 Februari 1926, ini meninggal dunia
dalam usia 82 tahun Selasa 1 April 2008 di Bandung.
Ibu Soed (Saridjah Niung)
Ibu Soed
(Saridjah Niung Bintang Soedibio), kela-hiran
Sukabumi, 26 Maret 1908, seorang pencipta lagu anak-anak
legendaris. Dia mencipta 200 lebih lagu anak-anak. Tokoh musik tiga
jaman (Belanda, Jepang, Indonesia), ini pertama kali mengumandangkan
suaranya di radio NIROM Jakarta 1927.
St Gr Tumpak Hasiholan Simanullang (1928-2008)
Pahlawan tanpa tanda jasa. Hanya penghargaan ini juga diberikan
kepada St Gr Tumpak Hasiholan, yang telah mengabdikan
hidupnya selama 45 tahun aktif sebagai guru. Mulai mengajar sejak
berusia 18 tahun (1946) hingga pensiun sebagai Kepala SDN Simanullang Toba 2 Matiti, Doloksanggul,
Sumut, 1991.
Bambang Sugiharto
Profesor Doktor Bambang Sugiharto, pria kelahiran
Tasikmalaya, Jawa Barat, 6 Maret 1956, ini dijuluki
sebagai ”filsuf underground”. Doktor filsafat yang lulus ”summa cum
laude” dari Universitas San Tomasso, Roma, Italia, itu bukan hanya gemar
musik rock, tetapi juga dekat dengan komunitas ”underground” Bandung.
Teti Suryati
KOMPAS:
Kecintaan Teti Suryati, kelahiran Garut, 18 April 1961, pada tanaman dan lingkungan mendorongnya gencar
menyosialisasikan pengolahan sampah menjadi kompos. Awalnya, guru
Biologi SMAN 12 Jakarta ini sekadar membagi ilmu dengan sesama guru di
Jakarta, lalu meluas sampai di berbagai wilayah di Tanah Air.
Prof Dr M Sadli (1922-2008)
Prof Sadli,
ekonom senior yang ikut berperan penting dalam pembangunan ekonomi
Indonesia, terutama pada era Orde Baru. Guru besar FEUI ini pernah
menjabat
Menteri Tenaga Kerja Kabinet Pembangunan I Reshuffle (1971-1973) dan
Menteri Pertambangan Kabinet Pembangunan II (1973-1978).
Djisman S Simanjuntak
Doktor yang menekuni ekonomi mikro dan makro,
ini mengatakan kinerja ekonomi Indonesia 2007
secara keseluruhan patut disebut sedang. Menurut
Direktur Eksekutif Prasetya Mulia Business School dan Ketua Dewan
Penyantun CSIS, itu
sangat mungkin kinerja sedang itu akan bertahan pada 2008.
James Danandjaja
Antropolog Universitas Indonesia, yang lahir dengan nama James Tan, ini
seorang ahli folklor, pakar dongeng dan ilmu dongeng, cabang ilmu
antropologi yang mempelajari berbagai bentuk kebudayaan yang diwariskan
turun-temurun secara lisan. Profesor emeritus alias guru besar
pensiunan ini layak disebut sebagai ensiklopedia folklor Indonesia.
Fuad Hasan (1929-2007)
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof Dr Fuad Hassan
meninggal dunia Jumat 7 Desember 2007 pukul 15.40 di RSCM. Pria kelahiran Semarang 26 Juni 1929 itu meninggal akibat
komplikasi beberapa penyakit. Jenazah disemayamkan di rumah duka Jl
Brawijaya X/2 Kebayoran Baru, Jakarta.
Prof Dr A Sartono Kartodirdjo (1921-2007)
Guru Besar Ilmu Sejarah UGM,
ini meninggal dunia di Rumah Sakit Panti
Rapih, Yogyakarta, Jumat 7 Desember 2007 pukul 00.45 WIB. Penulis buku
Pengantar Sejarah Indonesia Baru, kelahiran Wonogiri, Jawa Tengah, 15
Februari 1921, itu memperkenalkan pendekatan multidimensi dalam
penulisan sejarah.
Prof Dr Teuku Jacob (1929-2007)
Mantan Rektor Universitas Gadjah
Mada, ini seorang ahli paleoantropologi dan
antropolog ragawi, fosil.
Guru besar emeritus UGM kelahiran Aceh Timur, 6
Desember 1929, ini meninggal dunia dalam usia 77 tahun akibat sakit
liver pada Rabu 17 Oktober 2007 pukul 17.45
di Yogyakarta.
Theresia Esi Samkakai
Theresia Esi Samkakai
akrab disapa
Mama Esi seorang guru masyarakat dalam empat zaman di Papua. Selama 41 tahun
dia mengajar mulai pada
zaman Belanda, Orde Lama, Orde Baru dan Reformasi. Dia warga asli Marind-anim yang lahir 1943 di Kampung
Wambi, Distrik Okaba Papua.
Ong Hok Ham (1933-2007)
Sejarawan besar Indonesia tanpa gelar profesor, Ong Hok Ham, meninggal
dunia dalam usia 74 tahun, Kamis 30 Agustus 2007, di kediamannya Cipinang Muara,
Jakarta Timur. Sebelum meninggal Ong Hok Ham sempat memberi wasiat agar rumahnya dijadikan museum.
Jakob Sumardjo
Guru Besar STSI Bandung
dan esais kelahiran Klaten,
26 Agustus 1939, ini dalam tiga tahun berturut-turut, mendapat Anugerah
Kebudayaan dari Menteri Kebudayaan dan Pariwisata atas tiga esai yang
ditulisnya. Yakni: "Kaula Gusti" (2004), "Kebanggaan
Bernama Indonesia" (2005) dan "Amarah" (2006).
Gumilar Rusliwa Somantri
Rektor
termuda UI Prof Dr der Soz Gumilar Rusliwa Somantri,
yang dilantik Selasa
14 Agustus 2007 berjanji untuk tetap menjadikan UI sebagai kampus rakyat
dan mozaik Indonesia. "Siapa
saja yang berprestasi, termasuk mereka yang kurang mampu dari seluruh Indonesia, harus
bisa kuliah di sini," katanya.
Prof dr Supartondo, SpPD, KEMD,
KGer
Prof dr Supartondo, SpPD, KEMD,
KGer dikenal sebagai sosok yang
sangat peduli pada layanan holistik untuk pasien. Dokter kelahiran Purwakarta, 7 Mei 1930,
itu sangat memerhatikan pendidikan,
efektivitas pembiayaan layanan kesehatan, komunikasi antara dokter dan
pasien berlandaskan empati yang pada akhirnya merupakan bagian dari
etika profesi.
Inu Kencana Syafiie
Inu
Kencana Syafiie, Lektor Kepala IPDN, menyuarakan kesaksian nurani
seorang guru pamong untuk mengubah pola pendidikan di IPDN agar lebih
humanis. Kandidat Doktor Ilmu Pemerintahan Unpad, itu berani mengambil
risiko mengungkap kekerasan di kampus calon pamong praja itu.
Prof Dr H Koesnadi Hardjasoemantri SH ML
Mantan Rektor UGM (1986-1990),
kelahiran Tasikmalaya, Jawa Barat, 9 Desember 1926,
ini masih tampak gagah. Dalam usia 80-an tahun, guru besar emeritus
FH UGM, ini masih aktif mengajar dan mengikuti berbagai kegiatan sosial,
serta menjadi pembicara di berbagai seminar.
Prof Dr Komaruddin Hidayat
BIO
01: Direktur Pasca Sarjana UIN Syarif
Hidayatullah, Jakarta dan mantan Ketua Panwaslu 2004 Prof Dr Komaruddin
Hidayat terpilih dengan suara muutlak (61 dari 80 suara senat) sebagai
rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta untuk masa bakti 2006-2010. Dia
menggantikan Prof Dr Azyumardi Azra, MA.
yang sudah dua kali menduduki jabatan tersebut.
Prof Dr Paulus Wirutomo
Prof Dr Paulus Wirutomo sosiolog
dan guru besar FISIP UI. Pria kelahiran
Solo, 29 Mei 1949, ini menamatkan sarjana sosiologi dari UI, 1976. S2 Perencanaan Sosial dari University
College of Swansea Wales, Inggris, 1978 dan S3 Sosiologi Pendidikan dari State University of New York at
Albany, USA, 1986.
Bustanul Arifin
Bustanul Arifin, Ekonom Senior di
INDEF, Jakarta, Guru Besar Ilmu Ekonomi Pertanian di Universitas
Lampung, Dosen Pascasarjana di UI dan IPB. Dia telah menulis lebih 30 judul buku (12
di antaranya sebagai penulis tunggal), lebih 50 artikel di jurnal ilmiah,
235 makalah di seminar internasional dan dalam negeri.
Faisal H Basri
Ekonom dan mantan Sekjen DPP
PAN Faisal Basri (28/6/2006) mendaftarkan diri menjadi calon Gubernur DKI Jakarta dari
PDI-P. Dosen FE-UI itu mengikuti seleksi PDI-P
terhadap masyarakat yang berminat menjadi calon Gubernur DKI Jakarta
periode 2007-2012 yang akan dipilih secara langsung.
Alfred Simanjuntak
Namanya
terukir sebagai pencipta lagu nasional ‘Bangun Pemudi Pemuda’. Judul
lagu itu tampaknya selalu menjadi obsesi pria suku Batak kelahiran 8
September 1920 itu. Tercermin dari Karya Paparnya berjudul
Membangun
Manusia Pembangunan, saat menerima gelar Doctor Honoris Causa, 10/2/2001.
Prof Dr KPH Asis H Djadjadiningrat
Ketua Majelis Guru Besar ITB
ini mendapat pemahaman tentang siklus hidup setelah banyak menghayati
keberadaan limbah atau sampah. "Limbah bukan sesuatu yang berbahaya,
malah bisa dimanfaatkan kembali," kata Kepala Laboratorium Kualitas
Udara ITB kelahiran Purwakarta, 13 Maret 1946 itu. Syaykh Abdussalam Panji Gumilang
Dia adalah personifikasi Ma’had Al-Zaytun.
Pendiri dan pemimpin Ponpes modern (kampus) ‘Pusat Pendidikan
dan Pengembangan Budaya Toleransi serta Pengembangan Budaya Perdamaian’
ini sungguh seorang pelopor pendidikan terpadu (kampus peradaban). Dia
seorang guru
yang mengandalkan manajemen ‘kekitaan’ bukan ‘keakuan’. Jansen Hulman Sinamo
(01)
Dia konseptor, kreator dan developer pelatihan etos kerja
pertama di dunia. Dijuluki Mr Ethos, Guru Etos Indonesia, bahkan
Bapak Etos Indonesia. Pendiri Institut Darma Mahardika ini,
dikenal seorang grand master training yang berkompetensi memberikan lisensi bagi
penyelenggara
program pengembangan SDM berbasis etos kerja.
Utomo Dananjaya
Mas
Tom “The Living Bridge” adalah judul buku biografi menandai 70 tahun
usia tokoh pembaharu pemikiran Islam Indonesia, Utomo Dananjaya.
Direktur Intitute for Education Reform Universitas Paramadina, ini mempunyai peran strategis di antara berbagai ekstrimitas pemikiran
yang saling berbeda.
Maswadi Rauf
Prof Dr Maswadi Rauf MA, guru besar ilmu politik yang sederhana tapi
penuh dengan gagasan besar dan berani.
Sejak 25 tahun lalu, pria kelahiran Teluk Kuantan, Riau, 15 Februari 1946 ini,
sudah melem-par gagasan tentang perlunya partisipasi politik masyara-kat
untuk menciptakan negeri ini menjadi lebih baik.
Samsuridjal Djauzi
Guru Besar Tetap Ilmu Penyakit Dalam
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) ini sungguh mewarnai
hidup dengan Surat An-Nisa 36:
”Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu bapak, karib kerabat,
anak-anak yatim, orang-orang miskin.” Ayat Al-Quran itu dikutip pria
kelahiran
Bukit Tinggi, 3 Mei 1945 dalam buku pidato pengukuhan sebagai guru besar
FKUI.
Prof Astrid Susanto PhD (1936-2006)
Guru
Besar Sosiologi Komunikasi FISIP UI, yang juga terjun dalam dunia
politik (DPR/MPR), ini meninggal dunia di RS Harapan Kita, Jakarta, 13
April 2006 pukul 08.55 WIB. Jenazah puteri bangsa bernama lengkap Prof
Dr Maria Antonia Astrid Sunarti Susanto, ini dimakamkan di TPU Tanah
Kusir, Jakarta.
Vennetia Danes
Vennetia Ryckerens Danes membuat dua pemegang Nobel kedokteran dari
Max Plank Institute (Jerman), Prof Bert Sakmann dan Prof Erwin Neher,
berdecak kagum. Kedua guru besar itu tidak menduga dokter kelahiran
Manado, 27 Maret 1962, ini menyimpan potensi sebagai peneliti berkelas
dunia.
Anhar Gonggong
Dr Anhar Gonggong, Direktur
Sejarah dan Meseum, Depdiknas adalah salah satu
sejarawan yang terlibat dalam draft perubahan penulisan pelajaran
sejarah, yang kemudian mendapat protes, khususnya penghapusan tentang
G-30-S/PKI. Menurut sejarawan Universitas Indonesia ini, sebagai bangsa,
kita sedang mengalami proses dahsyat untuk "menjadi" Indonesia. |
|