|
MAJALAH TOKOH INDONESIA 12 Amien-Siswono
17 Janji Pemulihan Ekonomi
Pasangan Capres-Cawapres Partai Amanat Nasional (PAN Amien Rais dan
Siswono Yudo Husodo berjanji jika terpilih sebagai presiden dan wakil
presiden akan mengeluarkan bangsa dari keterpurukan multidimensi.
Keduanya akan membawa bangsa menuju kemandirian, berdaulat, berwibawa,
terhormat, modern, demokratis, makmur, stabil, aman, tenteram, dan
berkeadilan. Era yang hendak mereka tuju adalah era globalisasi yang
ditandai keterbukaan dan saling ketergantungan.
Pasangan itu akan menempuh tujuh langkah mempercepat kemajuan bangsa.
Yaitu, pertama, pemantapan persatuan bangsa dan kesatuan negara. Kedua,
pengembangan sistem hukum yang adil dan benar. Ketiga, pengembangan
sistem politik yang demokratis. Keempat, pengembangan sistem ekonomi
yang adil dan produktif. Kelima, kehidupan sosial budaya yang beradab.
Keenam, sumberdaya manusia yang bermutu. Dan langkah ketujuh, penyikapan
yang tepat terhadap globalisasi.
Pasangan itu berjanji pemerintahan 2004-2009 yang akan mereka bangun
akan menyempurnakan pembenahan politik, serta akan menggelindingkan dan
menyelesaikan pembenahan hukum, pertahanan keamanan, ketertiban,
kelembagaan birokrasi, sosial budaya, dan ekonomi.
Trilogi pembangunan yang akan mereka anut sebagai landasan bekerja
adalah, pertumbuhan ekonomi tinggi dengan pasar domestik sebagai
andalannya, pemerataan kesejahteraan ekonomi dan sosial rakyat, serta
pengembangan lingkungan multidimensi yang stabil, seimbang, harmonis,
aman, dan tertib.
Pasangan Amien-Siswono mempunyai lima program utama. Yakni, program
persatuan nasional dan pertahanan, keamanan, dan ketertiban, program
politik, hukum, dan HAM, program sosial dan budaya, program reformasi
birokrasi pemerintahan, dan program ekonomi dengan fokus utama pemulihan
dengan menciptakan pekerjaan yang cukup.
Khusus program ekonomi terdiri 17 janji langkah pemulihan. Yakni, (1)
Stabilisasi ekonomi makro; (2) Stabilisasi dan pembenahan sektor
keuangan dan perbankan; (3) Reformasi dan penegakan hukum di bidang
ekonomi; (4) Menjadikan APBN sebagai stimulus fiskal untuk menciptakan
pekerjaan; (5) Mendorong pengembangan usaha pada semua tingkatan skala
usaha dalam rangka memperluas lowongan kerja;
(6) Meningkatkan peran serta kemandirian ekonomi domestik dengan cara
kebijakan fiskal yang sangat berhati-hati; (7) Mengembangkan sektor
pertanian, agribisnis, kehutanan, kelautan, pertambangan, dan pariwisata
sebagai sektor prioritas dalam pembangunan berkelanjutan; dan (8)
Mendorong berkembangnya industri yang memiliki multiplier pekerjaan yang
tinggi.
Kemudian, (9) Mengimplementasikan kebijakan perdagangan dan investasi
yang kondusif; (10) Menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi
investasi infrastruktur; (11) Melakukan kerjasama dan diplomasi ekonomi
internasional yang proaktif; (12) Mendorong restrukturisasi BUMN dan
melakukan privatisasi selektif; (13) Mendorong pengembangan ekonomi
daerah dalam kerangka pelaksanaan otonomi daerah;
(14) Mendorong pengembangan ekonomi berbasis ilmu pengetahuan dan
teknologi; (15) Mendorong tercapainya kesepakatan nasional dalam
hubungan industrial; (16) Mendorong tercapainya kemitraan multi-pihak
dalam pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan yang berkelanjutan dan
menjamin keadilan sosial; dan (17) Melakukan reformasi sistem registrasi
kependudukan, melalui pengembangan sistem Nomor Identitas Unik bagi
penduduk. ► e-ti/ht |
|
|
|