MAJALAH TOKOH INDONESIA
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
  MAJALAH TI
 ► Index MTI
 ► Volume 08
 ► Volume 07
 ► Volume 06
 ► Volume 05
 ► Volume 04
 ► Volume 03
 ► Volume 02
 ► Volume 01
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► In Memoriam
 ► Majalah Biografi
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 


 
BERITA - 08  
 
   

Syaykh AS Panji Gumilang

Citra Pendidikan Modern


Peringatan Tahun Baru Hijriah 1 Muharram 1425 H tepatnya pada tanggal 22 Februari 2004 lalu, di Masjid Rahmatan Lil’Alamin Ma’had Al-Zaytun dimaknai dengan pidato pemimpin “Pusat Pendidikan dan Pengembangan Budaya Toleransi dan Budaya Perdamaian”, Syaykh Al-Ma’had AS Panji Gumilang, dengan tema: “Memasuki Tahun Ke-25 Abad XV-H Kita Song-song Indonesia 2020 dengan Penataan dan Updating Pendidikan.”

Panji Gumilang mengatakan menjelang tahun 2020 sudah harus lahir sebuah generasi baru hasil produk pendidikan Indonesia modern yang bercirikan abad-21. Menurutnya, pendidikan modern Indonesia harus selalu up to date dan berkualitas tidak boleh asal-asalan. Sekolah Indonesia yang bercirikan abad-21 itu harus memiliki citra atau image sebagaimana dimiliki oleh sekolah-sekolah berkualitas antarbangsa.
Citra sekolah Indonesia modern bercirikan abad-21 yang kini sedang dikembangkan itu memiliki enam citra khusus.

Citra pertama, pendidikan Indonesia modern adalah sekolah laksana perusahaan, school as a fac-tory. Metafor ini menekankan image sekolah pada keterkaitan antara teori pendidikan dan praktek. Sekolah laksana perusahaan dimetaforakan karena sifatnya memproduksi massal, berteknik jaringan pemasangan (assembly), dan kualitasnya terkontrol atau quality control. Citra ini menampilkan karakter antara lain kepa-la sekolah sebagai manajer, guru sebagai karyawan, dan murid sebagai produk yang harus digerakkan untuk dibentuk.

Citra kedua adalah sekolah laksana rumah sehat, school as a hospital. Metafora hospital untuk sekolah adalah dalam membedakan manajemen dan pengam-bilan putusan-putusan profesional. Laksana hospital, dalam setiap pengajaran harus lebih dahulu dilakukan diagnosa perspektif, pengajaran individu dan sederet tes serta pendekatan yang bersifat klinik.

Citra ketiga adalah sekolah laksana log, school as a log mengacu kepada bentuk sekolah klasik dimana dasar-dasar yang ditekankan antara lain adalah guru diberi penghormatan dan status yang tinggi, diseleksi secara cermat, dan ditunjang dengan materi dan sumber-sumber lainnya.

Citra keempat adalah sekolah laksana keluarga, school as a family menunjukkan bahwa murid harus dilayani atau diperlakukan sebagai individu yang utuh, seluruh anak didik harus dididik dan mereka tidak dipaksa sebelum mereka siap. Model ini mengasumsi-kan bahwa hubungan antara guru dan murid adalah hal yang paling penting dalam kegiatan pendidikan di sekolah.

Citra kelima adalah sekolah laksana zona perang, school as a war zone sebuah metafora yang menggam-barkan antara konflik dan damai dan aksi agresif. Hal ini merupakan bagian yang diharapkan dalam kehidupan di sekolah dan kelas dimana kalah dan menang menjadi lebih penting daripada cooperation and accomodation.

Citra keenam atau terakhir adalah sekolah sebagai organisasi kerja ilmu pengetahuan, school as a knowledge work organization. Sekolah sebagai tempat kerja merupakan pandangan yang paling banyak dianut. Ini dikuatkan dengan berbagai pekerjaan tugas dari sekolah berupa pekerjaan rumah, pekerjaan kelas, dan pekerjaan lainnya. Peserta didik ke depan akan menjadi pekerja ilmu pengetahuan (knowledge workers).

Panji Gumilang menyebutkan mewujudkan keenam citra pendidikan Indonesia modern abad-21 yang harus dimiliki oleh seluruh sekolah di Indonesia merupakan usaha besar yang wajib ditempuh seluruh kekuatan warga bangsa Indonesia baik pemerintah, swasta, pemimpin, dan rakyat tanpa terkecuali. Keenam citra itu menjadikan proses sekolah dan pendidikan Indonesia modern bersifat terbuka yang mudah dimasuki dan menerima ide-ide dan konsep-konsep baru yang selalu muncul. Guru, murid, masyarakat, dan sistem menjadi terpadu.

Melalui keenam citra pendidikan Indonesia itu pulalah, demikian Syaykh Al-Ma’had panggilan hormat terhadap AS Panji Gumilang, masa depan bangsa dipersiapkan melalui pendidikan agar generasi baru bercirikan abad-21 itu mampu menjadi pemimpin yang sesuai dengan ciri kepemimpinan abad-21. Tujuh ciri-ciri sebagai karakteristik generasi berperadaban baru hasil produk pendidikan Indonesia modern abad-21 itu, tutur dia, adalah sebagai berikut:

Pertama, generasi baru itu adalah sebagai pemikir sistem-sistem, systems thinker yang berkeupayaan menggabungkan antara isu, kejadian, dan data secara utuh dan terpadu.

Kedua, generasi baru itu adalah agen perubahan, change agent yang berkemampuan mengembangkan pemahaman dan memiliki kompeten tinggi dalam menciptakan dan mengelola perubahan (change) bagi kehidupan bangsa agar dapat bertahan hidup.

Ketiga, generasi baru itu adalah pembaharu dan berani mengambil resiko, innovator and risk taker yang terbuka terhadap perspektif yang luas dan kemungkinan-kemungkinan yang esensial dalam menentukan tren dan menggerakkan pilihan.

Keempat, generasi baru itu berkemampuan dan berkeupayaan untuk meningkatkan pelayanan kepada orang lain, servant and steward yang selalu melakukan pendekatan holistik untuk bekerja, memiliki kepekaan terhadap lingkungan atau a sense of community dan berkemampuan membuat keputusan bersama.

Kelima, generasi baru itu adalah polychronic coordinator yang berkeupayaan untuk dapat mengkoordinasikan banyak hal dalam waktu yang sama yang harus dapat bekerja bareng dengan orang lain.

Keenam, generasi baru itu adalah instructur, coach, and mentor yang berkeupayaan tampil sebagai pembantu orang lain untuk belajar, menciptakan banyak pendekatan yang beraneka, sebagai instruktur, pelatih, dan mentor.
Dan ketujuh, generasi baru itu bersifat visionary and vision builder yang berkeupayaan membantu membangun visi bangsa dan negaranya dan memberi inspirasi bagi segenap lapisan masyarakat yang diposisikan sebagai pelanggan dan kolega.

Berdasarkan enam citra pendidikan Indonesia modern yang memiliki kualitas antarbangsa yang selalu menampilkan school-image, ditambah tujuh karakteristik generasi baru Indonesia produk pendidikan Indonesia modern yang bercirikan abad-21, Panji Gumilang tiba pada penentuan titik ukuran minimal benchmarking atau patokduga untuk mengetahui berhasil tidaknya produk pendidikan Indonesia modern itu dalam horison waktu tertentu.

Kesepakatan patokduga tentang ukuran minimal pencapaian itulah diikrarkan bersama dengan para murid dan santri yang harus sudah dicapai di tahun 2020. Karena itulah ikrar tersebut dinamakan “Kesepakatan Muharram 1425 Tentang Pencapaian Minimal Pendidikan Indonesia Modern di Tahun 2020” yang berisi tujuh ukuran minimal, yaitu:

Pertama, menjelang 2020 semua anak Indonesia umur sekolah tanpa kecuali, mesti telah memasuki sekolah dengan segera;

Kedua, menjelang 2020 tingkat tamatan Indonesia SMA menjadi terus bertambah sampai 95%;

Ketiga, menjelang 2020 Pelajar Indonesia tahun ke-4, 8, 12 telah berkemampuan mendemonstrasikan kompetensi mereka dalam berbagai materi subjek yang sangat menantang, termasuk Bahasa Indonesia, Inggris, Arab, Mandarin, Matematika, Sains, Sejarah, Geografi. Dan setiap lembaga pendidikan Indonesia modern dapat menjamin bahwa setiap pelajar mampu belajar menggunakan pemikiran mereka dengan baik dan telah dipersiapkan sebagai warga negara yang bertanggungjawab, belajar lebih lanjut (further-learning), sebagai pekerja produktif dalam ekonomi modern;

Keempat, menjelang 2020, pelajar-pelajar Indonesia modern dapat menjadi The first in the world dalam pencapaian Sains dan Matematik;

Kelima, menjelang 2020, setiap manusia dewasa Indonesia modern telah melek huruf semua tingkatan, dan terus berproses mencapai/menguasai knowledge dan berbagai skill yang sangat penting untuk berkompetisi dalam ekonomi global, serta terus bergerak dan berlatih untuk masalah kebaikan dan kebenaran juga tanggungjawab sebagai warga negara;

Keenam, menjelang 2020, setiap lembaga pendidikan Indonesia modern harus terbebas dari narkoba, berdisiplin tinggi dalam tatanan lingkungan yang kondusif yang cintakan belajar; dan

Ketujuh, semua produk pendidikan Indonesia modern sudah siap masuk dalam tatanan hidup dalam Zone of Peace and Democracy. **e-ti/ht

     

Majalah

Tokoh Indonesia Volume 08

TOKOH UTAMA: Syaykh Abdussalam Panji Gumilang = TOKOH PILIHAN: Azyumardi Azra = DEPTHNEWS: Ma'had Al-Zaytun = BERITA TOKOH: Yenti Garnasih, Marimutu Sinivasan, Ajip Rosidi dan Hilman Sulaiman = WAWANCARA: Zone of Peace = TOKOH PENEMU: Thomas Alva Edison dan Paul Ehrlich = SELEBRITI: Marissa Haque = KAPUR SIRIH: Gula dan Semut = BERITA: Citra Pendidikan Modern = SURAT: Tokoh Muhammadiyah dll =  Dapatkan di toko buku dan agen atau Bagian Sirkulasi Rp.14.000.

 

 

WAWANCARA

:: Siswono Y. Husodo

:: Hatta Rajasa

:: Panji Gumilang,AS

:: AT Mahmud

:: Azwir Dainy Tara

:: Rokhmin Dahuri

:: Yusril Izha Mahendra

:: Theo L Sambuaga

:: Hidayat Nur Wahid

:: Slamet E. Jusuf

:: Bachtiar Chamsyah

:: Jusuf Kalla

:: Abdul Khaliq Ahmad

:: Alinafiah, MBA

:: Tambunan RO

:: Soenarno

:: Adang Ruchiatna

:: Alwi Shihab

:: Hatta Rajasa

:: Matori Abdul Djalil

:: Bagir Manan

:: Ali Sadikin

:: Satrio Billy Joedono

:: Butet Kertaradjasa

:: Aberson Sihaloho

 

WAWANCARA

Syaykh Abdussalam Panji Gumilang (6)

Zone of Peace and Democracy

Indonesia ini harus masuk dalam ‘zone of peace and democracy’ kalau ingin menjadi negara yang beradab dan bermoral di muka bumi ini bersama-sama dengan negara-negara lain. Demikian Syaykh Abdussalam Panji Gumilang, pemimpin Ma’had Al-Zaytun dalam percakapan dengan Tim Wartawan TokohIndonesia DotCom.

 

SELEBRITI

Marissa Haque

Dekatkan Diri pada Allah

Marissa Haque, yang tidak pernah pergi jauh dari dunia perfilman, kemudian masuk dalam dunia politik. Sebelumnya selama tiga tahun dia di Amerika menempuh kuliah S2 di Jurusan Film dan Televisi Internasional di Universitas Ohio, AS, sembari bermunajat (mendekatkan diri) kepada Allah swt, mengurus suami dan dua orang putrinya.

 

 
Copyright © 2002-2004 Ensiklopedi Tokoh Indonesia. All right reserved. Design and Maintenance by Esero