MAJALAH TOKOH INDONESIA
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
  MAJALAH TI
 ► Index MTI
 ► Volume 07
 ► Volume 06
 ► Volume 05
 ► Volume 04
 ► Volume 03
 ► Volume 02
 ► Volume 01
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► In Memoriam
 ► Majalah
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 


 
BERITA - 07  
 
   

Berita

Hari Nusantara 2003


Presiden Megawati Sukarnoputri akan menghadiri puncak acara peringatan Hari Nusantara 2003 yang diselenggarakan di Terminal Merak Mas, Banten, Senin 15 Januari 2004. Presiden seusai menyampaikan pidato sambutan, selanjutnya bertatap muka dengan masyarakat nelayan/pembudidaya ikan dan masyarakat pelayaran rakyat dipandu Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri. Selepas itu, Presiden menyerahkan beberapa penghargaan.


Selanjutnya Kepala Negara melepas Joy Sailing. Joy sailing ini melibatkan para siswa SMU, Pramuka Bahari dan masyarakat umum. Peringatan Hari Nusantara 2003 yang bertema “Daya Gunakan Potensi Ekonomi Maritim Untuk Kesejahteraan dan Kejayaan Bangsa Indonesia” ini juga diisi Parade Kapal diikuti sekitar 50 kapal yang terdiri dari pelayaran rakyat, perahu tradisionil, kapal pengawas DKP dan kapal TNI-AL.


Acara juga diisi Sea food festival (bazaar), yang dimaksud untuk mengampa-nyekan gemar makan ikan bagi masyarakat Indonesia, dan lebih mempertinggi gizi makanan. Kegiatan ini merupakan salah satu fokus kegiatan Gerakan Nasional Pembangunan Mina Bahari.


Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri mengatakan tujuan peringatan Hari Nusantara ini adalah upaya untuk meningkatkan kesadaran bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang hidup di negara nusantara, yang terdiri atas pulau-pulau dan laut, sebagai negara bangsa maritim terbesar di dunia.
Selain itu, kata Rokhmin, peringatan Hari Nusantara tahun ini merupakan terompet untuk mengingat-kan semangat bangsa Indonesia untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan kedaulatan wilayah Indonesia yang belakangan ini beberapa bagian wilayah kita sudah mulai diganggu oleh negara luar.


Peringatan ini juga meru-pakan gendang memanfa-atkan potensi kemaritiman sudah di kumandangkan secara nasional sejak deklarasi Bunaken tahun 1999 di Manado, Seruan Sunda Kelapa tahun 2001 di Jakarta, dan tahun ini tepatnya tangal 11 Oktober, Presiden Megawati Soekarno-putri mencanangkan Program Gerakan Nasional Mina Bahari (GMB) di teluk Tomini.
Menurut Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri, Hari Nusantara tahun ini dijadikan momen-tum untuk mengembalikan kondisi ekonomi nasional berharap pada potensi yang terkandung di laut.


Sementara, sasaran peringatan Hari Nusantara adalah tersosialisasinya prinsip-prinsip Indonesia sebagai Negara Nusantara (Archipelagic State), dengan berbagai peluang, tantangan, kekuatan dan kelemahannya, melalui kegiatan peringatan di instansi pemerintah pusat, pemerintah daerah, desa atau kelurahan, sekolah-sekolah, masyarakat umum lainnya.

Deklarasi Djoeanda
Hari Nusantara ditetapkan 13 Desember melalui Keppres 126/2001. Hari ini dipilih mengingat ‘Deklarasi Djoeanda’ pada 13 Desember 1957 yang memaklumatkan tentang wilayah laut Nusantara, yang pada intinya menyatakan batas-batas laut yang mengikatkan kepulauan Nusantara sebagai negara kesatuan, serta ditetapkan-nya Konvensi Hukum Laut PBB 1982 yang mengakui prinsip-prinsip negara Kepulauan Nusantara (archipelagic principles).


Sejarah membuktikan pemanfaatan potensi laut Indonesia sudah sejak kerajaan Sriwidjaya (683 M-1030 M), Tetapi saat itu laut hanya dijadikan sebagai sarana penghubung antar pulau maupun antara negara. Laut dijadikan media transportasi bahan niaga ke pelbagai negara terutama ke wilayah Eropa.


Berangkat dari keputusan Territoriale Zee en Maritie-me Kringen Ordonnantie (TZMKO), wilayah laut Indonesia, hanya 3 mil dari garis batas pantai pulau. Artinya, perairan diantara pulau-pulau yang jaraknya <3 mil adalah laut internasi-onal. Wilayah teritorial Indonesia didasarkan TZMKO sangat kecil, dan banyak perairan laut Indonesia menjadi milik banyak negara.


Dengan semangat kebangsaan yang tinggi dan tekad bulat memperjuangkan kedaulatan Indonesia, maka 13 Desember 1957, Perdana Menteri Ir. Djoeanda, mendeklarasikan kepada dunia bahwa laut Indonesia adalah termasuk laut di sekitar, di antara, dan di dalam Kepulauan Indonesia, yang dikenal sebagai “Deklarasi Djoeanda”. Deklarasi dengan (prinsip-prinsip) negara Nusantara (Archipelagic State) ini meskipun mendapat tantangan dari beberapa negara besar, melalui per-juangan panjang, akhirnya diterima dan ditetapkan di dalam konvensi hukum laut PBB (UNCLOS, 1982) bahwa Indonesia adalah negara Kepulauan Nusantara.


Bertolak dari terbitnya deklarasi Djoenda, maka pada tahun 1999 Presiden KH. Abdurrahman Wahid mencanangkan bahwa tanggal 13 Desember sebagai “Hari Nusantara”. Setahun kemudian, tepatnya pada tanggal 11 Desember 2001, Presiden RI, Megawati Soekarnoputri menerbitkan Surat Keputusan Presiden Nomor 126 Tahun 2001, bahwa tanggal 13 Desember dinyatakan sebagai Hari Nusantara, dan resmi sebagai hari perayaan Nasional, walaupun masih bersifat fakultatif.


“Bertolak pada kondisi sekarang banyak daerah ingin memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), maka perlu mengobarkan kembali semangat kebersamaan NKRI dan tetap mempertahankan kedaulautan negara kita melalui peringatan hari Nusantara. Momentum yang sangat tepat hari Nusantara tahun 2003 dijadikan terompet yang akan bergema sampai ke pelosok Sabang-Merauke,” kata Menteri Rokhmin Dahuri. *e-ti

     
Majalah Biografi

Tokoh Indonesia Volume 07

TOKOH UTAMA: Rokhmin Dahuri = TOKOH MAESTRO: Bung Karno, Berdikari = SANG JUARA: Christian Hadinata = TOKOH PILIHAN: Jaya Suprana = SELEBRITI: Arnold Schwarzeneg-ger dan Mira Lesmana = WAWANCARA: Rokhmin Dahuri = TOKOH DUNIA: Gloria Macapagal-Arroyo =

BERITA TOKOH:

Said Agil Husin Al-Munawar Tekad ‘Bapa’ Penganut Agama, Ciputra Si Pengembang Menggeliat Kembali, Albert Hasibuan Garam dalam Aneka Profesi, Achmad Sujudi Prinsip Mendahulukan Kewajiban = BERITA:

Hari Nusantara 2003 Terompet Menjaga Keutuhan Negara = DEPTHNEWS:

Gerbang Mina Bahari: Dicanangkan Presiden Megawati Soekarno-putri di Teluk Tomini 11-10-2003 = KAPUR SIRIH: Bangsa Maritim dan Trade Mark Keberhasilan Kabinet Gotong-Royong = SURAT: Sisi Lain Capres, Musikus dan Komposer, Is Haryanto Biodata, Lambang Partai, Pengagum Cak Nur =  Dapatkan di toko buku dan agen atau Bagian Sirkulasi Rp.14.000.

 

 

Majalah Biografi

Tokoh Indonesia Volume 06

TOKOH UTAMA: Hidayat Nur Wahid = CEO PILIHAN Edie Haryoto = OPINI TOKOH: Rauf Purnama = WAWAN-CARA; Hidayat Nur Wahid = BERITA TOKOH: Achmad Tirtosudiro, Arifin Panigoro, KH Achmad Sahal, Dewi Motik = SELEBRITI: Inneke, Miing Bagito, Astri Ivo = TOKOH DUNIA: Yasser Arafat. Dapatkan di toko buku dan agen atau Bagian Sirkulasi Rp.14.000.

 

 
Copyright © 2003 Ensiklopedi Tokoh Indonesia. All right reserved. Design and Maintenance by Esero