John Ario Katili (1929-2008)

Doktor Geologi Pertama

OBITUARI: Mantan Wakil Ketua MPR Prof Dr John Ario Katili meninggal dunia Kamis 19 Juni 2008 sekitar pukul 17.30 di RSPI Jakarta. Doktor pertama di bidang geologi dari ITB (cum laude 1960) kelahiran Gorontalo, 9 Juni 1929, itu meninggal akibat pembuluh darah di bagian kakinya pecah.

Roeslan Abdulgani (1914-2005)

Api yang Tak Kunjung Padam

Ia dikenal sebagai tokoh penting bagi terselenggaranya Konferensi Asia - Afrika di Bandung, 1955. Jiwa nasionalismenya tak lekang dimakan usia, laksana api yang tak kunjung padam. Dia selalu memimpikan dapat melihat dunia yang benar-benar damai.

A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
 IN MEMORIAM
 ► Januari
 ► Februari
 ► Maret
 ► April
 ► Mei
 ► Juni
 ► Juli
 ► Agustus
 ► September
 ► Oktober
 ► November
 ► Desember
 
 ► Majalah TI
 ► Nusantara
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 


 
JUNI  
 
   

IN MEMORIAM

07 Jun 2007 :: Yogie S Memet, Bandung (Cirebon, 16 Mei 1929)

08 Jun 2003 :: Amirul Isnaini, Singapura (Malang, 14 Mar 1952)

09 Jun 2003 :: Benny Santoso, Jakarta

10 Jun 2003 :: Tjoa Sam Min (Samin Saputra), Jakarta

11 Jun 1962 :: Gatot Subroto, Jakarta (Banyumas, 10 Okt 1907)

11 Jun 2003 :: Selo Soemardjan, Jkt (Yogya, 23 Mei 1915)

11 Jun 2004 :: Paku Buwono XII, Solo (Solo, 14 Apr 1925)

13 Jun 2003 :: Atang Ruswita, Bdg (Batujajar, 26 Apr 1933)

15 Jun 2003 :: Hartono Mardjono, Mksr (Tegal, 17 Jul 1937)

15 Jun 2004 :: Bagong Kussudiardja, (Yogya, 09 Okt 1928)

17 Jun 1907 :: Si Singamangaraja XII, Tapanuli (Bakkara, 1849)
17 Jun 1959 :: Abdul Muis, Bandung (Bukit Tinggi 03 Jul 1883)

18 Jun 2008 :: Deliar Noer, Jakarta (Medan, 09 Feb 1926)

19 Jun 2008 :: John Ario Katili, Jakarta (Gorontalo, 09 Jun 1929)

21 Jun 1970 :: Soekarno^ Jakarta (Blitar, 6 Jun 1901)

22 Jun 2005 :: Mashudi, Jakarta (Garut, 11 Sep 1920)

23 Jun 2007 :: Sujudi, Prof Dr, Jkt (Bogor, 09 Sep 1930)

25 Jun 2004 :: Supeni, Jakarta (Tuban, 17 Agu 1917)

26 Jun 2005 :: Nasruddin Hars, Meulaboh (Krueng Mane, 1942)

28 Jun 2005 :: Ekky Syachruddin, Jakarta (Banten, 30 Des 1939)

28 Jun 2005 :: Saleh Afiff, Jakarta (Cirebon, 31 Okt 1930)

29 Jun 2005 :: Roeslan Abdulgani, Jakarta (Sby, 24 Nov 1914)

29 Jun 2005 :: Eka Darmaputera,Jakarta, (Maglng, 16 Nov 1942)

30 Jun 2007 :: Julius Usman, Jakarta (Pidie, 15 Agu 1945)

 

Deliar Noer (1926-2008)

Cendekiawan Ilmu Politik

Cendekiawan ilmu politik yang kritis Prof Dr Deliar Noer MA meninggal dunia dalam usia 82 tahun Rabu 18 Juni 2008 pukul 10.30 di RSCM, Jakarta. Mantan Rektor IKIP Jakarta kelahiran Medan 9 Februari 1926, itu meninggalkan istri tercinta, Zahara (76), dan seorang anak, Dian, dan tiga cucu.

 

Prof Dr Sujudi (1930-2007)

Menkes Berdedikasi Tinggi

OBITUARI: Mantan Menkes (1993-1998) dan Rektor UI Prof Dr Sujudi, kelahiran Bogor, 9 September 1930, meninggal di Jakarta, 23 Juni 2007 sekitar pukul 10.20 Wib. Guru besar emeritus FKUI itu sampai kahir hayat tetap aktif sebagai sesepuh Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Jepang dan lain-lain.

 

Julius Usman (1945-2007)

Politisi, Aktivis Angkatan 66

Politisi, aktivis Angkatan 66 dan pendiri PUDI bersama Sri Bintang Pamungkas. Mantan Ketua KAPPI, ini sempat menjadi Anggota F-PDIP DPR namun direcall tahun 2003. Lalu pada Pilpres 2004, dia mendukung SBY. Kemudian bersama Hariman Siregar dia aktif dalam Gerakan Cabut Mandat (2007).

 

Yogie S Memet (1929-2007)

Mantan Gubernur Jabar dan Mendagri

Mantan Mendagri (1993-1998) dan Gubernur Jawa Barat Haji RM Yogie Suardi Memet, meninggal pukul 14.15 Kamis 7 Juni 2007 di RS Advent, Bandung. Mantan Anggota DPA dan Pangdam Siliwangi kelahiran Cirebon, 16 Mei 1929, itu dimakam-kan Jumat 8 Juni 2007 di TMP Cikutra dengan upacara militer.

 

Eka Darmaputera (1942-2005)

Sang Pendeta Pejuang Toleransi

Dia pendeta pejuang toleransi. Pendeta Emeritus Eka Darmaputera alias The Oen Hien pantas jadi panutan dalam hal toleransi dan kemajemukan agama. Pria kelahiran Magelang, 16 November 1942, itu meninggal Rabu 29 Juni 2005 pukul 08.15 WIB di RS Mitra Int Jakarta.

 

Abdul Muis (1883–1959)

Melawan Belanda dengan Pena

Perlawanan terhadap penjajahan Belanda dilakukannya tanpa putus-putus dengan berbagai cara. Dengan ‘pena’-nya yang tajam, partai politik, komite perlawanan orang pribumi, bahkan memimpin mogok kerja. Sebagai seorang wartawan, tulisan Abdul Muis merupakan tulisan perlawanan terhadap Belanda.

 

Saleh Afiff (1930-2005)

Konseptor Harga Dasar Gabah

Mantan Menko Ekuwasbang 1993-1998, Saleh Affif meninggal dunia dalam usia 75 tahun sekitar pukul 20.00 WIB, Senin 28 Juni 2005 setelah beberapa saat dirawat di RS Pusat Pertamina Jakarta. Konseptor harga dasar gabah kelahiran Cirebon, 31 Oktober 1930, itu meninggal setelah mengalami gangguan pernapasan Minggu sore.

 

Mashudi (1920-2005)

Jenderal Pramuka dan Pendidikan

Letjen TNI (Purn) H Mashudi, mantan Gubernur Jawa Barat (1960-1970) dan mantan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka (1978-1993), meninggal dunia ) Rabu 22 Juni 2005 pukul 11.10 WIB di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Jenazah tokoh kelahiran Garut 11 September 1920, itu dikebumi-kan Kamis 23 Juni 2005 di TMP Cikutra, Bandung.

 

Paku Buwono XII (1925-2004)

Sinuhun Hamardika Wafat

Sri Susuhunan Paku Buwono (PB) XII, meninggal dunia Jumat 11 Juni 2004 pukul 08.15 WIB di Rumah Sakit Dr Oen, Surakarta. Raja Keraton Kasunanan Surakarta yang sebelumnya bernama Raden Mas Gusti Suryo Guritno dinobatkan menjadi raja tanggal 12 Juli 1945, pada usia 20 tahun. Ia raja terlama dalam Dinasti Mataram.

 

Raja Si Singamangaraja XII (1849-1907)

Menolak Dinobatkan Jadi Sultan

Dia seorang pejuang sejati, yang anti penjajahan dan perbudakan. Pejuang yang tidak mau berkompromi dengan penjajah kendati kepadanya ditawarkan menjadi Sultan Batak. Ia memilih lebih baik mati daripada tunduk pada penjajah. Ia kesatria yang tidak mau mengkhianati bangsa sendiri demi kekuasaan. Ia berjuang sampai akhir hayat.

 

Hj. Supeni (1917-2004)

Potret Perempuan Pejuang

Perempuan pejuang ini meninggal dunia pada usia 86 tahun pukul 08.40 Jumat, 25 Juni 2004 di Rumah Sakit Pelni Jakarta. Dimakamkan di TPU Karet Bivak Jakarta. Mantan Duta Besar Keliling era Bung Karno ini meninggalkan empat anak, delapan cucu dan empat cicit. Ia adalah pelaku penting sejarah pergerakan organisasi perempuan.

 

Bagong Kussudiardja (1928-2004)

Begawan Seni itu Telah Tiada

Koreografer dan pelukis kenamaan yang digelari begawan seni, ini meninggal dalam usia 75 tahun di RS Bethesda, Yogyakarta, Selasa 15 Juni 2004 pukul 22.45. Seniman kelahiran Yogyakarta, 9 Oktober 1928 yang telah mencipta lebih 200 tari, itu meninggal akibat komplikasi penyakit prostat, paru-paru, diabetes, dan jantung.

 

Mayjen Amirul Isnaini

Seorang Intelijen Terbaik

Pangdam IV/Dipongoro Mayor Jenderal Amirul Isnaeni (51),hari Minggu 8/6/03 sekitar pukul 09.30 waktu Singapura, meninggal dunia karena sakit komplikasi lever dan paru-paru di Rumah Sakit Gleneagles, Singapura. Pada dua bulan sebelumnya Isnaeni sempat menjalani operasi transplantasi hati di rumah sakit itu.

 

Prof Dr KPH Selo Soemardjan

Bapak Sosiologi Indonesia

Seorang lagi putera bangsa terbaik telah tiada. Ia ‘Bapak Sosiologi Indonesia’ Prof Dr Kanjeng Pangeran Haryo Selo Soemardjan (88), meninggal dunia Rabu 11/6/03 pukul 12.55 di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta, karena komplikasi jantung dan stroke. Sosiolog yang mantan camat kelahiran Yogyakarta, 23 Mei 1915 ini dikebumikan di Pemakaman Kuncen, Yogyakarta, hari Kamis 12/6/03 pukul 12.00 WIB.

     
Proklamator Soekarno

Berdiri di Atas Kaki Sendiri

Soekarno (Bung Karno) Presiden Pertama RI, 1945- 1966, menganut ideologi pembangunan ‘berdiri di atas kaki sendiri’. Proklamator ini dengan gagah mengejek Amerika Serikat dan negara kapitalis lainnya: "Go to hell with your aid." Pemimpin Besar Revolusi ini berhasil menggelorakan semangat revolusi bagi bangsanya.

 

Atang Ruswita^

Beribadah untuk Dunia Pers

Wartawan senior, pemimpin umum Harian Pikiran Rakyat, Atang Ruswita (70) meninggal dunia Jumat 13 Juni 2003 di RS Hasan Sadikin, Bandung karena gangguan paru-paru. Anggota Dewan Pers kelahiran Batujajar, Kab. Bandung, 26 April 1933 ini dikenal sebagai seorang pekerja keras yang menghabiskan hampir seluruh waktunya untuk ‘beribadah’ mengembangkan dunia pers. Ia seorang kawan, bapak, sekaligus guru bagi wartawan Indonesia.

 

 

Nasruddin Hars (1942-2005)

Mantan Ketua PWI Jaya

Mantan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Jakarta Raya Nasruddin Hars meninggal dunia dalam usia 62 tahun di Hotel Meligo, Meulaboh,  Aceh Barat, Nanggroe Aceh Darussalam, sekitar pukul 18.00 Minggu 26 Juni 2005,  karena gangguan jantung. Jenazah dimakamkan Senin 27 Juni 2005 di tanah kelahirannya, Krueng Mane, Aceh Utara.

 

Ekky Syachruddin (1939-2005)

Politisi Vokal Golkar

Politisi vokal Partai Golkar yang juga mantan Duta Besar RI untuk Kanada, Ekky Syachruddin, meninggal dunia pukul 17.45 WIB, Senin 28 Juni 2005 di Rumah Sakit Mitra Keluarga Jakarta, akibat serangan jantung. Pria kelahiran Pandeglang, Banten, 30 Desember 1939 itu sebelumnya sempat dirawat di RS Pelni Jakarta selama satu minggu.

 

Hartono Mardjono

Pakar Penerapan Syariat Islam

Ketua Umum Partai Islam Indonesia yang juga anggota F-PDU DPR, ini meninggal di Ruang ICCU Rumah Sakit (RS) Wahidin Sudirohusodo, Makassar, Minggu 15/6/03 pukul 22.30. Jenazahnya diterbangkan ke Jakarta, Senin 16/6 untuk selanjutnya disemayamkan di rumah duka di Jalan Hidup Baru No 20, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.