|
IN MEMORIAM
01 Jul 2003 ::
Yaumil Ch Agoes Achir,
Sing (Sabang, 20 Mei 1941)
02 Jul 2004 ::
Mochtar Lubis,
Jakarta (Lhr Padang, 7 Maret 1922)
03 Jul 2001 ::
Baharuddin Lopa,
Arab Saudi (Mndar 27 Agu 1935)
03 Jul 2004 ::
Soebandrio,
Jakarta (Malang, 15 Sep 1914)
14 Jul 2004 ::
Hoegeng Imam Santoso,
Jkt (Pekalng 14 Okt 1921)
18 Jul 2004 ::
Albert Situmorang, Jkt (Taput 6 Jan 1951)
21 Jul 2007 ::
Toto Asmuni,
Mojokerto (Jombang, 17 Juni 1932)
22 Jul 1994 ::
Kho Ping Hoo,
Solo (Sragen, 17 Agu 1926)
23 Jul 2004 ::
Munawir Sjadzali,
Jkt, (Klaten, 7 Nov 1925)
24 Jul 1981 ::
Buaya
Hamka, Jakarta, (Sumbar, 17 Feb 1908)
25 Jul 1947 ::
Hasyim Asy'ari, KH, Jatim (Jombang, 10 Apr 1875)
28 Jul 2005 ::
Saadillah Mursjid,
Jakarta (Kalsel, 7 Sep 1937)
30 Jul 2005 ::
Singgih,
Tangerang (Jombang, 23 Juni
1934)
Buya Hamka (1908-1981)
Buaya Hamka
seorang ulama, politisi dan sastrawan besar yang tersohor dan dihormati
di kawasan Asia. HAMKA adalah akronim namanya Haji Abdul Malik
bin Abdul Karim Amrullah. Lahir di kampung Molek, Maninjau, Sumatera Barat, 17 Februari 1908
dan meninggal di Jakarta 24 Juli 1981.
Toto Asmuni (1931-2007)
Pria kelahiran Diwek, Jombang, 31 Juni 1931,
ini seorang pelawak senior Srimulat. Dia seniman komedian ternama Indonesia
yang sering tampil mengenakan blangkon dan kumis kecil. Asmuni yang bergabung di Srimulat sejak 1976, seorang seniman panggung komedi kehidupan rakyat.
Singgih (1934-2005)
Mantan Jaksa Agung Singgih SH, meninggal dunia Sabtu 30 Juli 2005
pukul 15.05, di RS Siloam Gleneagles,
Karawaci, Tangerang. Penerima Bintang Mahaputera Adiprana kelahiran Jombang, Jawa Timur, 23 Juni
1934 ini meninggalkan seorang istri, Ny Renny Singgih (66), empat anak (D Harnadi, Tri Harnoko, Diana Candra Rina Riyanto, dan Redianto HN)
serta enam cucu.
Saadillah Mursjid (1937-2005)
Saadillah Mursjid, mantan
Mensesneg Kabinet
Pembangunan VII meninggal dunia akibat stroke, Kamis 28 Juli 2005 pukul
15.57 di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta. Mensesneg paling
bersahaja kelahiran Barabai, Kalimantan Selatan, 7 September 1937, itu
dimakamkan di TMP Kalibata, Jumat 29 Juli 2005, pukul 13.00 Wib.
Prof Dr H Munawir Sjadzali MA (1925-2004)
Bangsa Indonesia kehilangan seorang tokoh besar, diplomat santun dan
pembaharu Islam. Mantan Menteri Agama (1983-1988 dan 1988-1993) dan Ketua
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia pertama (1996-1998), Prof Dr H Munawir
Sjadzali MA meninggal dunia di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta, Jumat 23
Juli 2004 pukul 11.20.
Albert Situmorang (1951-2004)
Dunia kewartawanan Indonesia kembali kehilangan salah seorang putra
terbaiknya, Albert Situmorang (53 tahun), yang tutup usia, Minggu 18 Juli
2004 siang. Jenazah disemayam-kan di rumah duka, Jalan Sunter Jaya 4A Nomor
32 RT 011 RW 02, Jakarta Utara dan dimakamkan di TPU Pondok Ranggon,
Jakarta Timur, Selasa 20 Juli 2004.
Mochtar Lubis (1922-2004)
Pemred mantan Harian Indonesia Raya ini meninggal dunia di RS Medistra,
Jakarta sekitar pukul 19.15 WIB Jumat 2 Juli 2004. Selain
sebagai wartawan, penerima
Magsaysay Award untuk jurnalistik dan kesusastraan, ini juga dikenal sebagai sastrawan. Pandai pula
melukis dan membuat patung dari keramik.
Yaumil Ch Agoes Achir (1941-2003)
Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Prof Dr Yaumil
Chairiah Agoes Achir meninggal dunia Selasa 1/7/03 sekitar pukul 09.15, di
Johns Hopkins-National University Hospital (NUH) International Medical
Center Singapura.
Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) ini meninggal
pada usia 62 tahun.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
 |
|
 |
|
|
|
|
|
|
|
 |
Hoegeng Imam Santoso (1921-2004)
Mantan Kapolri dan penganjur pertama pemakai-an helm bagi
pengendara sepeda motor, ini dikenal bersih dari KKN. Dia simbol kejujuran
dan keteladanan Polri. Jenderal Polisi (Purn)
lulusan pertama Akpol (1952), kelahiran Pekalongan 14 Oktober
1921, ini meninggal dunia di RSCM, Jakarta, Rabu 14 Juli 2004 pukul 00.30 WIB.
Soebandrio (1914-2004)
Mantan
Menlu sekaligus Wakil PM I pada zaman
Soekarno ini wafat dalam usia hampir 90 tahun,
Sabtu 3 Juli 2004. Politisi ulung Orde Lama ini meninggal setelah
sembilan tahun dibebaskan dari penjara yang telah dijalaninya 29,5
tahun sebagai tapol G-30-S/PKI. Setelah bebas, ia mencoba meluruskan sejarah G30S yang disebutnya telah
dimanipulasi.
|
 |
|
|
|
|
|
|
Kho Ping Hoo (1926-1994)
Dia legenda pengarang cerita silat. Kho Ping Hoo, lelaki peranakan Cina
kelahiran Sragen, Jawa Tengah, 17 Agustus 1926, yang kendati tak bisa
membaca aksara Cina tapi imajinasi dan bakat menulisnya luar biasa.
Selama 30 tahun lebih berkarya, dia telah menulis sekitar 400 judul
serial berlatar Cina, dan 50 judul serial berlatar Jawa.
|
|