| |
C © updated 12082004 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
►e-ti/ms |
|
| |
Nama:
Zaenal Soedjais
Lahir:
Cirebon, 10 Agustus 1942
Agama:
Islam
Pengalaman Kerja:
1. 1965: Asisten Dosen
2. 1967 -1981: Dosen di berbagai Perguruan Tinggi
3. 1967 -1970: Tenaga Konsultan Management Center UGM
4. 1969: Pegawai Kantor Akuntan ' Chairul Anwar ' Yogyakarta
5. 1970-1981: Pegawai PT Semen Gresik ( sebagai Kep & Pengawasan /
Comptroller, dan kemudian Staf Ahli Direksi )
6. 1975-1980: Anggota Komisaris PT. Eternit Gresik
7. 1981-1983: Direktur Keuangan dan Komersil PT. Semen Madura.
8. 1983-1995: Direktur Keuangan dan Komersial PT. Pupuk Kalimantan Timur .
9. 1994-1995: Presiden Komisaris PT. Kaltirn Parna Industri ( Proyek I
Pabrik Ammonia )
10. 1992-1994: Presiden Komisaris PT. Kaltirn Methanol Industri ( Proyek
Pabrik Methanol)
11. 1995 -Juni 2001 : Presiden Direktur PT. Asean Aceh Fertilizer
12. 23 Mei 2001 -2004: Direktur Utama PT. Pusri Holding
|
|
| |
|
|
|
|
== 1
2 3 4 5 6
==
Zaenal Soedjais (6)
Kinerja Baik, Diganti
Direktur Utama PT Pupuk Sriwidjaja ini digantikan oleh Dadang Heru Kodradi
(Dirut PT Pupuk Kujang). Pelantikan Kamis 12 Agustus 2004 di Palembang
oleh Menteri BUMN Laksamana Sukardi. Beberapa staf di PT Pusri menyatakan
keheranan setelah membaca Surat Keputusan (SK) Menteri BUMN per tanggal 4
Agustus. Mereka sempat mempertanyakan kepada Kementerian BUMN kenapa
Zaenal Soedjais diganti padahal kinerja perusahaan per 30 Juni 2004 baik.
Bahkan, perolehan laba per 30 Juni sebelum pajak mencapai Rp
250 miliar, targetnya hanya Rp 138,744 miliar. Produksi urea juga melampau
target hingga 322.000 ton (target 1.047.800 ton), realisasinya mencapai
1.080.000 ton atau naik 322.000 ton. Begitu pula produksi amonia selama
enam bulan mencapai 709.000 ton (target hanya sebesar 666.000 ton).
"Seharusnya, bila direksi bagus kerjanya, pemegang saham akan berusaha
untuk mempertahankannya agar tidak pergi, bahkan kalau perlu diupah lebih
tinggi lagi. Nah, ini sebaliknya, kinerja baik dan masa tugas masih
panjang, eh... kok malah diganti. Kita menduga ini pasti ada unsur
politisnya," kata sumber Kompas.
Zaenal Soedjais sendiri mengaku tidak banyak tahu alasan pergantian itu. "Kalau
ditanyakan ke saya kenapa diganti, saya sendiri tidak tahu. Silakan saja
dicek langsung kepada Kementerian BUMN, mungkin mereka bisa menjawab.
Kalau saya jujur saja tidak mengerti apa alasannya karena faktanya laba
bagus, penjualan bagus, dan produksi pun di atas target," kata Zaenal.
Namun menurut catatan Tokoh Indonesia, Zaenal berbeda pendapat dengan
pemerintah soal status holding PT Pusri. Zaenal Soedjais berharap
pemerintah memiliki ketegasan soal status holding tersebut. Sebab, dengan
SK No 356 yang baru itu, risiko kekacauan tetap ada. Bahkan, jauh lebih
tinggi karena bisa dikenai tindak pidana jika membelokkan pupuk bukan
untuk alokasinya.
Ia menyarankan agar pemerintah tegas. Bubarkan holding sehingga direksinya
bisa bekerja dengan baik. Namun, kalau dimerger yang jelas sehingga
manajernya bisa bekerja efektif. Dengan status itu, biaya direksi dan
komisaris terpangkas, belum lagi logistik cuma satu tempat sehingga
semuanya menjadi efisien.
Sekarang ini status PT Pusri adalah holding, tapi hanya nama, realitanya
tetap saja perusahaan yang terpisah dengan anak-anak perusahaan (pabrik
pupuk lainnya), masing-masing ada direksi, komisaris dan logistik
sendiri-sendiri. Sehingga menjadi tidak efektif karena mereka merasa
direksi di pabriknya masing- masing. ►crs
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia) |
|