| YUSACH NH HOME |
|
|
 |
Yusach NH
Pelukis dan Pematung
Yusach NH seorang pelukis dan pematung yang berdomisili di Mojokerto.
Lahir di Kediri, 05 Maret 1954. Pelukis berdarah Jawa ini, alumnus Seni Rupa Fakultas Sastra dan Seni IKIP Negeri Surabaya 1981. Berkecimpung dalam kesenian diawali pengajaran seni di
lembaga sekolah di Mojokerto dengan profesi sebagai guru pendidikan Seni
Rupa.
Sebagai alumni Seni Rupa Fakultas Sastra dan Seni IKIP Negeri
Surabaya, selama menjadi pengajar juga menekuni karya lukis dan karya
patung. Tahun 2005 dia pensiun sebagai pengajar di SMU Negeri 1 Puri,
Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.
Profesi yang dia tekuni hingga saat ini sebagai pekerja seni.
Karya-karyanya banyak terorbitkan pada karya-karya Patung Monument dan
pernah menghasilkan Karya: Patung RADEN WIJAYA di Candi Garden, kolam
hias HYAT REGENSI Surabaya, Monument “GERBANG LANGIT” Patung DEWI KWAN
IM di Sanggar Agung KENPARK, Kenjeran Surabaya, Gapura Klasik
tradisionial di Gapura pintu gerbang KYA_KYA Kembang jepun Surabaya,
Lanscaping Sangkar Harimau lepas di Kebun Binatang Surabaya.
Juga Monument Sejarah Ceritera Rakyat Kutai Kartanegara, ”TWIN DRAGON
PARK” di Pulau Kumala Tenggarong Kutai Kartanegara Kalimantan Timur,
Patung GAJAH MADA di Jalan Jayanegara Mojokerto, Relief “SUMPAH AMUKTI
PALAPA” di Gedung DPRD Kab. Mojokerto, Monument PENDIDIKAN KEPOLISIAN di
SEBA POL Bangsal Kabupaten Mojokerto.
Monument “ADIPURA” di perempatan Jalan Gajah Mada-Bhayangkara-Benteng
Pancasila Kota Mojokerto.Gapura “KLASIKAL CANDI BENTAR” Pintu gerbang
Kantor Telekom Kancatel Mojokerto jalan Empunala Mojokerto.Monument
REPLIKA KAPAL MAJAPAHIT/ Perahu Majapahit di Gedung Showroom Kerajinan
Kota Mojokerto toll Bypass Mojokerto dan beberapa Karya dekorasi
Pertamanan Eksterior - Interior di beberapa daerah diJawaTimur.
Sedangkan karya lukisnya antara lain: Pemenang lomba Lukis Kategori Non
Realis Juara 1 Tingkat lokal Surabaya, regional Jawa Timur, Nasional
Pada pekan Seni Mahasiswa 1979.
Dia juga aktif di Komunitas Perupa Mojokerto. Pernah sebagai Pengurus
Komite Seni Rupa Dewan Kesenian Kabupaten - Kota Mojokerto, dan aktif di
beberapa kelompok organisasi berkesenian antara lain Kelompok Perupa HBM,
Kab. Mojokerto.
Pengalaman lain Pameran karya Lukis, pameran Seni Rupa di beberapa kota
dI Indonesia.
Pandangan Berkesenian
Sebagai Profesional pematung belajar dari alam dan perkembangan budaya
Manusia sebagai manifestasi kehidupan manusia di bumi yang disebut
sebagai ciptaan mahakarya Tuhan YME.
Namun tidak berhenti samapai disini dengan sertamerta berkarya
terbentuk juga kuatnya pengaruh kekuatan social kehidupan Masyarakat.
Namun saya sebagai Pematung dan Juga Pelukis, saya terbentuk karena
kuatnya pengaruh persoalan linkungan social dan persoalan kehidupan yang
menjadi perhatian saya.seperti halnya kehidupan yang dinamis, tentu
ide-ide dan karya-karya saya akan selalu berubah berkembang terus, Tidak
berhenti sampai disini, karena pada dasarnya kesenian adalah dunia
kreatif duania yang terus bergerak dalam proses selama saya masih hidup.
Tentang konsep berkesenian saya menganggap bahwa berkesenian adalah
kebutuhan hidup saya, kebutuhan untuk mengungkapkan kata hati, naluri,
intuisi maupun imajenasi dalam bahasa rupa, kebutuhan untuk
menterjemahkan perhatian saya pada hal-hal yang berkaitandengan aspek
keindahan tertentu tentang kehidupan, perhatian terhadap sesuatu yang
mengusik daya kreatif saya sebagai pelukis dan pematung saya berusaha
untuk memandang dalam segala aspek kehidupan dari unsur seni, sebagai
pelukis, saya pun mempunyai persepsi tersendiri terhadap persoalan
keindahan dan kehidupan itulah sebabnya yang dominan pada saat berkarya
adalah kebebasan individu untuk memenuhi keinginan artistic dan
menumpah-lahirkan dalam bentuk karya yang terkadang melakukan
penjelajahan ide mengikuti alam imajinasi yang terus mengalir tak banyak
berhenti dari eksplorasi.
Kalau soal prinsip berkesenian menurut saya dunia seni adalah dunia
dalam keyakinan menurut diri saya sendiri, sesuai kata hati yang
terwarnai dengan prinsip keindahan.yang terungkap dan tersaji untuk
orang lain ,bahkan lebih dari itu termasuk mendapatkan pengakuan dari
orang banyak Namun tidak menutup kemungkinan diakui atau tidak oleh
masyarakat banyak,itu terserah...
Prinsip hidup : Dalam kehidupan orang sering terjebak dalam kehidupan
berkompetisi, kompetisi yang dimaksud pada bidang apapun namun dalam
kehidupan secara prinsip saya tidak ingin berkompetesi karena kompetesi
berujung pada posisi kalah atau menang jika seseorang dalam posisi
menang suatu ketika pasti akan kalah begitulah timbul tegelamnya arus
kehidupan, namun jika saya ingin maju itu bukan karena saya lagi
bersaing dengan siapa pun namun hanya untuk sekedar mengukur sejauh mana
saya bisa memberikan sesuatu sebagai kontribusi saya terhadap
bersosialisasi berkehidupan berkesenian dan bekarya di Dunia dan sebagai
wujud yang lebih mulia adalah mensyukuri kemampuan yang Tuhan berikan
pada saya.
Bagi saya tidak ada kompetisi dalam hidup yang ada adalah melakukan
sesuatu untuk mencapai sesuatu kebenaran mengembangkan sesuatu pada
dunia atau dengan kata lain berlomba untuk mencapai kebenaran melawan
tipuan dan kepalsuan yang muncul dari diri siapapun sehingga saya lebih
memilih kebenaran dari pada kemenangan karena pada hakikatnya kebenaran
itu sendiri merupakan kemengan, kemenangan yang abadi itulah hakikat
hidup..
Perbuatan yang terpengaruh arus dalam kehidupan sekarang membuat saya
semakin berhati-hati dengan memperkuat dalam prinsip. Saya bukan orang
yang suka atau mudah terpengaruhi arus dan trend dalam bentuk apapun
sebab ikut arus adalah salah satu wujud lemahnya pendirian, semua yang
saya lakukan karena menuju keinginan untuk menjadikan jati diri dan
kepribadian saya sendiri. T
ernyata saya tak tergiur dengan ketenaran, biarkan itu sekedar efek
keikut sertaan pribadi saya demi untuk pelayanan terhadap orang lain dan
bersikap sabar dan telaten dari kesunguhan kerja dan berkarya demi untuk
orang banyak. Siapapun masing-masing punya konswekensinya
sendiri-sendiri itu semua adalah gelombang pasang arus kehidupan yang
semakin maju dan berkembang terus..Bagi saya ibarat merakit kapak untuk
memecah lautan es yang membeku disekeliling kita. Itulah prinsip hidup
saya. (Sumber: kiriman yusach nh dan WWW.YUSACH-ART.COM) ►e-ti
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia) |