| |
C © updated 14032006 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti |
|
| |
Nama:
Drs Syamsuddin Haris MSi
Lahir:
Bima, Nusa Tenggara Barat, 9 Oktober 1957
Agama:
Islam
Jabatan:
Profesor Riset Bidang Politik LIPI
Pendidikan:
- Sarjana FISIP Universitas Nasional (Unas)
- Master dari Universitas Indonesia
- Kandidat Doktor Universitas Indonesia
Karir:
- Ahli Peneliti Utama bidang Perkembangan Politik Nasional dengan
pangkat/Golongan Pembina Utama /IV E.
- Staf Pengajar Pasca Sarjana Universitas Indonesia dan Universitas
Nasional
Kegiatan Lain:
- Ketua II Pengurus Pusat Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI)
Publikasi:
- Menggugat Politik Orde Baru (1998)
- Menggugat Pemilu Orde Baru (1998)
- Reformasi Setengah Hati (1999)
Alamat:
Bumi Satria Kencana Bekasi
|
|
| |
|
|
|
|
| BIOGRAFI |
|
|
 |
Syamsuddin Haris
Siapkan Diri Jadi Peneliti
Peneliti, profesi yang memang diinginkannya. Drs Syamsuddin Haris MSi,
Profesor Riset Bidang Politik LIPI, ini sejak mahasiswa mempersiapkan diri untuk terjun
sebagai peneliti. Walaupun sebelumnya, pria
kelahiran Bima, Nusa Tenggara Barat, 9 Oktober 1957, ini tidak
bercita-cita jadi peneliti.
Profesi peneliti sangat jauh berbeda dari
cita-cita pada masa kecilnya. Syamsuddin yang menghabiskan masa kecil
dan remaja (SD sampai SMP) di daerah kelahirannya, Bima, semula ingin menjadi insinyur
sipil, karena profesi tersebut dinilai bergengsi dan sangat menjanjikan
masa depan yang cerah.
Untuk mewujudkan cita-citanya, Syamsuddin meninggalkan kota kecil
kelahirannya, Bima, hijraah ke Jakarta pada 1973. Di kota metropolitan
ini, dia berharap punya peluang lebih besar untuk mewujudkan cita-cita
menjadi insinyur. Begitu sampai Jakarta, dia langsung ikut tes masuk STM 5 Budi Utomo.
Tapi tidak berhasil, dia sangat kecewa. Lalu dia banting setir masuk SMA.
Selama belajar di SMA, cita-citanya menjadi insinyur tetap membara. Maka di SMA dia mengambil jurusan
IPA. Setelah lulus SMA dia berharap bisa masuk Fakultas Teknik Sipil.
Dia pun mengikuti tes SKALU dengan pilihan pertama Fakultas Teknik Universitas
Indonesia. Tapi sayang sekali lagi, dia gagal.
Karena tidak diterima di Fakultas Teknik UI, Syamsuddin akhirnya kuliah di FESP (lalu
berubah menjadi FISIP) Universitas Nasional (Unas). Setelah kuliah di Unas, barulah muncul
keinginannya menjadi peneliti. Keinginan itu muncul setelah dia sering mengikuti
diskusi-diskusi dan pemaparan hasil penelitian ilmiah para peneliti.
Maka ketika lulus, dia tidak melamar pekerjaan di bidang lain. Dia
memilih
jadi dosen di almamater seraya aktif di redaksi jurnal ilmu dan budaya.
Dia juga mempersiapkan tes yang diselengggarakan LIPI. Dia pun kemudian
diterima menjadi peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).
Sambil bekerja di LIPI, dia berhasil meraih gelar master dari Universitas
Indonesia. Setelah itu, kegiatannya sebagai peneliti semakin intens. Dia
pun meluncurkan berbagai publikasi ilmiah, di antaranya: Menggugat Politik Orde Baru
(1998); Menggugat Pemilu Orde Baru (1998) dan
Reformasi Setengah Hati (1999).
Kandidat doktor Universitas Indonesia ini, di LIPI, berhasil menjadi Ahli Peneliti Utama bidang
Perkembangan Politik Nasional dengan pangkat/Golongan Pembina Utama /IV
E. Selain itu, dia juga aktif sebagai Staf Pengajar
Pasca Sarjana Universitas Indonesia dan Universitas Nasional tersebut.
Ketua II Pengurus
Pusat Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) ini mempunyai hobi membaca
dan memancing. ►e-ti/tsl
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|