A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
  H O M E
 ► Home
 ► Biografi
 ► Versi Majalah
 ► Berita
 ► Mabes Polri
 ► Galeri
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Majalah TI
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 
  C ゥ updated 01072005  
   
  ► e-ti/kcm  
  Nama:
Sutanto
Lahir:
Comal, Pemalang, Jawa Tengah, 30 September 1950

Jabatan:
Kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional

Pendidikan:
- Akabri Kepolisian 1973
- Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) 1983
- Sespimpol, Lembang, Bandung (1990)
- Sus Jur Pa Rengar Hankam, Bandung (1985)
- Lemhannas (2000)

Karir:
- Pamapta Konwiko 74 Jakarta Selatan (1973-1975)
- Kapolsek Metro Kebayoran Lama (1978-1980)
- Kapolsek Metro Kebayoran Baru (1980)
- Kepala Detasemen Provoost Polda Jatim (1990-1991)
- Kapolres Sumenep, Jawa Timur (1991-1992)
- Kapolres Sidoarjo, Jawa Timur (1992-1994)
- Paban Asrena Polri (1994-1995)
- Ajudan Presiden Soeharto (1995-1998)
- Waka Polda Metro Jaya (1998-2000)
- Kapolda Sumut (2000)
- Kapolda Jatim (17 Oktober 2000-Oktober 2002)
- Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri (24 Oktober 2002-28 Februari 2005)
- Kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional (28 Februari 2005-Juli 2005)
- Kapolri (2005)

Alamat Kantor:
Jalan Trunojoyo No 3 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
Telp 021-3848537 - 7260306 - 7218010
Fax 021-7220669

 
 
     
 
BERITA

 

Kapolri

Bantah Manuver Gagalkan Sutanto


Indopos 1/7/2005: Kapolri Jenderal Pol Da段 Bachtiar membantah kabar adanya upaya beberapa jenderal bintang tiga Polri menjegal Komjen Pol Sutanto sebagai calon Kapolri. Da段 menegaskan, tidak ada perwira tinggi polisi yang melakukan manuver untuk menganggu proses pemilihan Kapolri.

"Saya yakin itu tidak ada. Semua akan mendukung apa yang diputuskan presiden," kata Da段 di Mabes Polri kemarin. Mantan Kapolda Jatim itu menambahkan, semua perwira Polri siap bekerja dan membantu siapa saja yang akan menjadi Kapolri. "Siapa saja pemimpinnya, perwira polisi yang ada akan tetap bekerja," sambungnya.

Kapolri meminta wartawan agar tidak menyebarkan isu bahwa di dalam tubuh Polri ada pertentangan antarperwira mengenai calon Kapolri. "Ada yang mengatakan bintang dua dan satu mendukung. Kemudian, bintang tiga bagaimana, trus yang komisaris bagaimana. Insya Allah, itu tidak ada," katanya.

Seperti diberitakan koran ini kemarin, ada kabar bahwa sejumlah jenderal bintang tiga polisi tidak mendukung naiknya Komjen Pol Sutanto sebagai Kapolri. Sebab, tiga tahun terakhir Sutanto sebetulnya sudah masuk "kotak" sebagai kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri (2002-2005). Karena itu, mereka tidak terima ketika bintang Sutanto kembali bersinar bersamaan dengan terpilihnya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai presiden. Sutanto adalah teman seangkatan SBY di Akabri (1973). Keduanya sama-sama lulusan terbaik, peraih Adi Makayasa.

Da段 menjelaskan bahwa dirinya saat ini sedang sibuk
menyusun memori serah terima terkait tugas dan tanggung jawab sebagai kapolri. Dia mengharapkan memori itu berguna bagi Kapolri baru untuk menyusun strategi dan kebijakan Polri jangka pendek, sedang, dan panjang. "Seorang Kapolri membutuhkan itu sebagai guideline (panduan, Red)," katanya.

Da段 juga berharap agar Kapolri baru nanti bisa berinovasi dalam mengelola organisasi kepolisian. "Di dalam organisasi kan banyak keterbatasan sehingga membutuhkan inovasi dan prioritas," tambahnya.

DPR Kunjungi Sutanto

Rencana Komisi III DPR RI bertandang ke kediaman calon Kapolri Komjen Pol Sutanto direalisasikan kemarin. Sebanyak 12 anggota dewan yang mewakili Komisi III DPR diterima langsung Sutanto dan istri. Pertemuan di rumah Jalan Pinang Perak II/2, Pondok Indah, Jakarta Selatan, itu berlangsung tertutup selama 40 menit.

Rombongan wakil rakyat itu tiba di kediaman Sutanto sekitar pukul 14.15 dengan bus dinas DPR Nopol B 7055 EQ. Setelah bersalaman dengan Sutanto, satu per satu di antara mereka masuk ke ruangan tamu melalui pintu utama rumah yang dijaga ketat beberapa petugas keamanan.

Anggota tim itu terdiri atas Akil Mochtar (Fraksi Golkar), Suciwati (Fraksi Golkar), Trimedya Panjaitan (Fraksi PDIP), Imam Anshori Saleh (Fraksi PKB), Jasrul Djabar (Fraksi Demokrat), dan Ahmad Fauzy (Fraksi Demokrat). Selain mereka, Arbab Paproeka (Fraksi PAN), Mulfachri Harahap (Fraksi PAN), Anhar Nasution (Fraksi PBR), Mustamil Yusuf (Fraksi PKS), Lukman Hakim Syaifuddin (Fraksi PPP), dan Dansen Hutasoit (Fraksi DPS).

Rumah Sutanto berdiri di atas tanah dua kavling. Bangunan megah dua lantai berwarna cokelat itu tampak mewah dengan banyaknya kayu-kayu berukir. Di depan pintu masuk, empat buah keramik China berukuran besar terpajang rapi. Selain itu, di depan rumah bercat krem -seperti warna khas kantor polisi-, berjajar puluhan sangkar burung. Tentunya, lengkap dengan isinya yang terdiri atas bermacam unggas. Juga di lantai atas. Sementara itu, di garasi terlihat dua mobil. Satu mobil dinas dan satunya mobil pribadi Toyota Alphard.

Usai melakukan pertemuan tertutup, pukul 14.45, rombongan DPR keluar dari dalam rumah. Sutanto dan istrinya juga keluar mengantar tamu-tamunya hingga ke teras depan.

Menurut Wakil Ketua Komisi III DPR RI Akil Mokhtar, dari hasil kunjungan itu, secara umum mereka mendapat gambaran yang baik tentang Sutanto. "Alhamdulillah baik. Beliau profil yang bisa dipercaya. Termasuk, hubungan keluarganya juga harmonis," ujar Akil ketika baru keluar dari kediaman Sutanto.

Kunjungan kemarin tidak hanya untuk melihat suasana kehidupan sehari-hari Sutanto. Tim sekaligus memanfaatkannya untuk menggali pikiran-pikiran Sutanto soal Polri dan permasalahan bangsa. Hasilnya, tim dari Komisi III secara umum melihat ada kesamaan antara apa yang diharapkan anggota dewan dan sosok calon Kapolri baru itu. "Secara umum, dia memiliki komitmen yang sama dengan kita. Beliau ingin memajukan dan memberikan yang terbaik bagi bangsa. Tentunya, melalui profesinya sebagai polisi," papar Akil.

Lantas, apakah hasil kunjungan akan menjadi rekomendasi dalam uji kelayakan (fit and proper test) Senin depan? Akil membenarkan. Namun, dia menekankan bahwa kunjungan itu hanya bagian dari rangkaian penilaian yang dilakukan DPR. Hasilnya dikembalikan pada seluruh anggota Komisi III DPR.

Apakah jumlah kekayaan Sutanto sempat disinggung dalam pembicaraan? Akil tidak menjawab. Hanya, lanjut dia, sebagai seorang calon pejabat publik, Sutanto memang memiliki kewajiban untuk melaporkannya ke KPK. "Kalau yang dilaporkan nggak bener, akan ada konsekuensinya," jelasnya.

Anggota Komisi III DPR lainnya, Trimedya
Panjaitan, mengatakan, kunjungan kepada calon pejabat publik itu bukanlah hal baru. Itu sudah dilakukan komisinya sejak periode lalu. "Sejak pemilihan anggota Komisi Pemberantasan Korupsi kan sudah seperti ini," ungkapnya.

Sementara itu, Sutanto mengaku senang dan
menyambut baik kedatangan tim Komisi III DPR RI kemarin. Menurut dia, selama dalam ruangan, dirinya banyak ditanya soal kondisi keluarganya. Termasuk, bagaimana hubungan keluarga serta dukungan keluarga terhadap pencalonan dirinya.

Namun, saat ditanya soal materi fit and proper test yang akan disampaikannya nanti, dia mengelak. Bahkan, dia enggan menjelaskan soal apa yang akan dilakukannya jika benar-benar terpilih sebagai Kapolri. "Itu nanti-lah. Kita lihat besok Senin," katanya berkali-kali. Dia cuma mengatakan, materi fit and proper test itu sudah dipersiapkannya secara matang. (yog/abi) ►ti


*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)