|
BERITA:
Presiden SBY:
Jakarta, 29/05/06: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Gedung Agung
Yogyakarta, Senin (29/5) malam meminta agar semua
pihak jangan memolitisasi penanganan bencana hanya karena pemerintah
tidak mengumumkan musibah gempa bumi di Yogyakarta dan Jawa Tengah
sebagai bencana nasional.
Presiden Yudhoyono
TI 30/01/2006: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dinominasikan menjadi
penerima Nobel Perdamaian 2006. Presiden dinominasikan Robert Wexler
anggota Kongres AS dari Partai Demokrat. Penyelesaian konflik di Aceh
antara pemerintah dan GAM (Gerakan Aceh Merdeka) serta penanganan badai
tsunami menjadi faktor terpenting penilaian Robert Wexler.
Susilo Bambang Yudhoyono
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Presiden RI pertama yang dipilih secara
langsung oleh rakyat, berada pada urutan pertama di antara 25 pemimpin
paling berpengaruh di kawasan Asia dalam "Star Asia 25" versi majalah
ekonomi BusinessWeek edisi 11 Juli 2005. SBY disebut sebagai Indonesia's
Crisis Manager.
Susilo Bambang Yudhoyono
Indo Pos, Malang, Senin, 04 Juli 2005: Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono (SBY) meminta Muktamar Muhammadiyah tidak hanya membahas
pergantian kepemimpinan, melainkan juga memikirkan persoalan bangsa.
Salah satu yang harus dipikirkan adalah pemberantasan korupsi, kolusi,
dan nepotisme (KKN) yang masih sering terjadi di negeri ini.
PIDATO: Pidato Kenegaraan Presiden RI 2006
Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidato kenegaraan di depan
Rapat Paripurna DPR, 16 Agustus 2006 menegaskan: “Tidak ada suatu bangsa
yang menjadi bangsa yang jaya, tanpa ujian. Upaya memecah-belah
persatuan bangsa telah beberapa kali terjadi, namun semua itu berhasil
kita atasi. Krisis demi krisis telah datang silih berganti dalam
perjalanan sejarah kita, namun semua itu dapat kita selesaikan."
Pandangan Presiden SBY Tentang Pancasila
TI 01/06/2006: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berpandangan,
Pancasila masih tetap relevan dan juga masih tetap menjadi kerangka dan
sumber inspirasi dan solusi menghadapi permasalahan kebangsaan dewasa
ini. Peresiden juga meminta seluruh anak bangsa menyudahi perdebatan
penempatan Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia.
Istana Nilai Inkonstitusional
BERITA (Jakarta 16/01/07):
Wapres Jusuf Kalla menilai
unjuk rasa yang menyerukan pencabutan mandat Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono dan Wapres Jusuf Kalla terlalu dini. Sementara, Juru Bicara
Kepresidenan Andi Mallarangeng mengatakan, demonstrasi di Istana Negara,
itu adalah inkonstitusional.
Presiden SBY Tegaskan:
BERITA (Jakarta 10/11/06): Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono mempertahankan pembentukan Unit Kerja Presiden
untuk Pengelolaan Program Reformasi (UKP3R) melalui Keputusan Presiden
Nomor 17 Tahun 2006. Lingkup tugas dan kewenangannya diperjelas. Sikap
untuk mempertahankan UKP3R itu dijelaskan sendiri oleh Presiden
Yudhoyono kepada pers, Kamis (9/11) malam.
Keppres UKP3R 'Diendapkan'
BERITA (Jakarta 04/11/06): Baru
35 hari dibentuk dan 18 hari bekerja, Unit Kerja Presiden untuk
Pengelolaan Program Reformasi (UKP3R) harus keluar dari istana. Tim ahli
pimpinan Marsillam Simanjuntak itu dinonaktifkan Presiden Susilo BY
setelah bertemu empat mata dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
|
|
|
|
BIOGRAFI:
Susilo Bambang Yudhoyono (1)
Ini dia Presiden Republik Indonesia pertama hasil pilihan rakyat secara
langsung. Lulusan terbaik Akabri (1973) yang akrab disapa SBY dan dijuluki
'Jenderal yang Berpikir', ini berenampilan tenang, berwibawa serta bertutur kata bermakna dan
sistematis. Dia menyerap aspirasi dan suara hati nurani rakyat yang
menginginkan perubahan yang menjadi kunci kemenangannya dalam Pemilu
Presiden putaran II 20 September 2004.
Susilo Bambang Yudhoyono (2)
Pilihan suara hati nurani rakyat akhirnya terbukti. Sebagian rakyat
Indonesia, pada Pilpres putaran pertama, mempercayakan pilihannya kepada
pasangan capres-cawapres Susilo Bambang Yudhoyono dan Muhammad Jusuf
Kalla. Paduan figur pasangan ini menawarkan program memberikan rasa aman,
adil, dan sejahtera kepada rakyat, telah memikat hati para pemilih
kepada keduanya.
Susilo Bambang Yudhoyono (3)
Dia anak tunggal prajurit profesional sekaligus pemimpin yang disegani.
Tanda garis hidup cemerlangnya mulai terdata semenjak kelas lima Sekolah
Rakyat. Dia ingin menuju Lembah Tidar. Dari Lembah Tidar dia lalu
membangun kapasitas dan integritas sebagai calon pemimpin nasional. Dia
tak sampai mengecap jabatan tertinggi Angkatan Darat dan TNI “mengalah”
mau masuk Kabinet Gus Dur. Dia pensiun dini lima tahun lebih cepat saat
berbintang tiga.
SBY-Kristiani Herawati (4)
Duduk di tingkat empat sebagai Komandan Divisi Korps Prajurit Taruna (Dankorpratar)
Akabri, Magelang, Jawa Tengah, taruna Susilo Bambang Yudhoyono suatu waktu
harus menghadap melapor ke Gubernur Akabri, Mayor Jenderal TNI Sarwo Edhie
Wibowo. Saat itu untuk pertama kali di rumah dinas sedang berkunjung putri
ketiga yang paling disayangi Sarwo Edhie, Kristiani Herrawati, atau Ani.
Susilo Bambang Yudhoyono (5)
Pilihan suara hati nurani rakyat akhirnya terbukti. Mayoritas
rakyat Indonesia, pada Pilpres putaran kedua, mempercayakan pilihannya kepada pasangan capres-cawapres
Susilo Bambang Yudhoyono dan Muhammad Jusuf Kalla. Paduan dwitunggal
ini menawarkan program memberikan rasa aman, adil, dan sejahtera kepada
rakyat. Pasangan ini hampir dipastikan akan memenangkan Pilpres 20 September 2004.
Inilah Presiden dan Wakil Presiden pertama pilihan rakyat secara langsung.
Susilo Bambang Yudhoyono (06)
SBY, demikian ia akrab disapa. Gaya dan tutur bicaranya tenang, sistematis dan
berwibawa. Sehingga ia populer bagi kaum ibu dan remaja putri.
Ia seorang yang beruntung memiliki popularitas politik. Pantas saja para pengamat politik memberinya julukan: Jenderal yang
Berpikir dan Tampan. Ia pun mendirikan Partai Demokrat yang kemudian memperoleh suara
signifikan pada Pemilu 2004 dan mengantarkannya menjadi calon presiden.
Susilo Bambang Yudhoyono (7)
Bangkok, Kompas 16 Desember 2005: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
mendapat gelar doktor kehormatan di bidang ilmu politik dari Universitas
Thammasat, Bangkok, Thailand, Kamis (15/12).
|
|