|
Prof. Dr Suhardiman, SE (05)
PERSPEKTIF: Prof Suhardiman seorang nasionalis sejati. Pada usia senjanya, sudah
menginjak 82 tahun, pria kelahiran Solo ini tidak pernah berhenti
berpikir untuk kemajuan bangsanya. Suhardiman punya kemampuan melihat
hal-hal yang belum diketahui orang banyak. Suhardiman memiliki ketajaman
naluri dan kemampuan menganalisa hal-hal yang akan terjadi.
Prof. Dr Suhardiman, SE (06)
PERSPEKTIF: Prof Suhardiman memaparkan pemikirannya bahwa proses regenerasi di
dalam pembangunan politik dapat dibagi dalam empat kurun waktu. Generasi
pertama mulai era kemerdekaan 1945 sampai tahun 1970; regenerasi kedua
1970-1995; regenerasi ketiga 1995-2020; dan regenerasi keempat
2020-2045.
Prof. Dr Suhardiman, SE (07)
PERSPEKTIF: Eksistensi dan posisi Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia
sangat perlu dipahami di antara sepak terjang ideologi-ideologi besar
dunia. Pemahaman ini sangat penting dalam rangka pemantapan ideologi
Pancasila yang menjadi dasar dan pedoman hidup bangsa. Dengan demikian
bangsa Indonesia semakin mampu memainkan peranannya di dalam gerak maju
mencapai cita-citanya, yang tidak lain dari masyarakat Pancasila itu
sendiri.
Prof. Dr Suhardiman, SE (08)
PERSPEKTIF: Suhardiman bukan saja seorang tokoh politik praktis yang disegani
tapi juga seorang pemikir politik yang tajam. Tokoh pendiri SOKSI, salah
satu dari tiga organisasi pen-diri Golkar, itu sangat tajam dalam
menganalisa ideologi dan sistem politik. Hasil proses perenungan dan
analisisnya tentang berbagai ideologi yang ada di sepanjang sejarah
dunia, sangat menarik untuk dikaji.
|
|
|
|
Prof. Dr Suhardiman, SE (09)
WAWANCARA: DR Suhardiman pendiri Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI)
sering disebut sebagai dukun politik. Hal ini terutama dikaitkan dengan
seringnya dia membuat geger dengan ramalan-ramalan politiknya yang
kemudian terbukti terjadi.
Prof. Dr Suhardiman,
SE (10)
DEPTHNEWS: SOKSI, Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia, sebuah
organisasi kemasyarakatan (ormas) pencetak kader bangsa, bukan kader
organisasi. Berasas Pancasila yang dalam melaksanakan perjuangannnya
berorientasi pada karya dan kekaryaan (doktrin karyawanisme). Bukti
sejarah kelahiran dan perjuangannya telah membuktikan peran Ormas ini
dalam mencetak kader bangsa yang mencintai bangsa dan negaranya di atas
kepentingan golongan. Prof. Dr Suhardiman,
SE (11)
DEPTHNEWS: Tahun 1960-1963 merupakan tahun pengembangan
organisasi. Fase ini adalah fase untuk memperluas
sayap organisasi dan menanamkan pengertian
kepada masyrakat mengenai “sankan paran”nya
SOKSI. Tahun 1963-1964 merupakan tahun konsolidasi dan kristalisasi
SOKSI guna menempa kekuatan dan kesatuan massa pendukung SOKSI.
Prof. Dr Suhardiman,
SE (12)
DEPTHNEWS: Faham Organisasi: Kelahiran SOKSI dari goagarba ibu pertiwi pada tahun 1960 merupakan
panggilan dan tuntunan sejarah. Ketika Pancasila dan UUD 1945 mengalami
tantangan dan rongrongan dari ektrim kanan dan Partai Komunis Indonesia,
SOKSI tampil sebagai benteng dan pembela yang berdiri di garda depan.
Prof. Dr Suhardiman,
SE (13)
|
|