| |
C © updated 01102005 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti |
|
| |
Nama:
Ir. Soekarno
Nama Panggilan:
Bung Karno
Nama Kecil:
Kusno.
Lahir:
Blitar, Jatim, 6 Juni 1901
Meninggal:
Jakarta, 21 Juni 1970
Makam:
Blitar, Jawa Timur
Gelar (Pahlawan):
Proklamator
Jabatan:
Presiden RI Pertama (1945-1966)
Isteri dan Anak:
Tiga isteri delapan anak
Isteri Fatmawati, anak: Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati dan Guruh
Isteri Hartini, anak: Taufan dan Bayu
Isteri Ratna Sari Dewi, wanita turunan Jepang bernama asli Naoko Nemoto,
anak: Kartika.
Ayah:
Raden Soekemi Sosrodihardjo
Ibu:
Ida Ayu Nyoman Rai
Pendidikan:
HIS di Surabaya (indekos di rumah Haji Oemar Said Tokroaminoto,
politisi kawakan pendiri Syarikat Islam)
HBS (Hoogere Burger School) lulus tahun 1920
THS (Technische Hoogeschool atau sekolah Tekhnik Tinggi yang sekarang
menjadi ITB) di Bandung lulus 25 Mei 1926
Ajaran:
Marhaenisme
Kegiatan Politik:
Mendirikan PNI (Partai Nasional Indonesia) pada 4 Juli 1927
Dipenjarakan di Sukamiskin, Bandung pada 29 Desember 1929
Bergabung memimpin Partindo (1931)
Dibuang ke Ende, Flores tahun 1933 dan Empat tahun kemudian dipindahkan ke
Bengkulu.
Merumuskan Pancasila 1 Juni 1945
Bersama Bung Hatta memproklamasikan kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945
|
|
| |
|
|
|
|
| MAJALAH TI - 24 |
|
|
 |
BIOGRAFI:
01
02
03
04
05
06
=
MAJALAH TOKOH INDONESIA EDISI 24
Proklamator:
Bung Karno Putra Sang Fajar
“Aku adalah putra seorang ibu Bali dari kasta Brahmana. Ibuku, Idaju,
berasal dari kasta tinggi. Raja terakhir Singaraja adalah paman ibuku.
Bapakku dari Jawa. Nama lengkapnya adalah Raden Sukemi Sosrodihardjo.
Raden adalah gelar bangsawan yang berarti, Tuan. Bapak adalah keturunan
Sultan Kediri...
Apakah itu kebetulan atau suatu pertanda bahwa aku dilahirkan dalam kelas
yang memerintah, akan tetapi apa pun kelahiranku atau suratan takdir,
pengabdian bagi kemerdekaan rakyatku bukan suatu keputusan tiba-tiba.
Akulah ahli-warisnya.” Ir. Soekarno menuturkan kepada penulis
otobiografinya, Cindy Adam.
Putra sang fajar yang lahir di Blitar, 6 Juni 1901 dari pasangan Raden
Soekemi dan Ida Ayu Nyoman Rai, diberi nama kecil, Koesno. Ir. Soekarno,
44 tahun kemudian, menguak fajar kemerdekaan Indonesia setelah lebih
dari tiga setengah abad ditindas oleh penjajah-penjajah asing.
Soekarno hidup jauh dari orang tuanya di Blitar sejak duduk di bangku
sekolah rakyat, indekos di Surabaya sampai tamat HBS (Hoogere Burger
School). Ia tinggal di rumah Haji Oemar Said Tjokroaminoto, politisi
kawakan pendiri Syarikat Islam. Jiwa nasionalismenya membara lantaran
sering menguping diskusi-diskusi politik di rumah induk semangnya yang
kemudian menjadi ayah mertuanya dengan menikahi Siti Oetari (1921).
Soekarno pindah ke Bandung, melanjutkan pendidikan tinggi di THS
(Technische Hooge-School), Sekolah Teknik Tinggi yang kemudian hari
menjadi ITB, meraih gelar insinyur, 25 Mei 1926. Semasa kuliah di
Bandung, Soekarno, menemukan jodoh yang lain, menikah dengan Inggit
Ganarsih (1923).
Soekarno muda, lebih akrab dipanggil Bung Karno mendirikan PNI (Partai
Nasional Indonesia), 4 Juni 1927. Tujuannya, mendirikan negara Indonesia
Merdeka. Akibatnya, Bung Karno ditangkap, diadili dan dijatuhi hukuman
penjara oleh pemerintah Hindia Belanda. Ia dijeboloskan ke penjara
Sukamiskin, Bandung, 29 Desember 1949.
Di dalam pidato pembelaannya yang berjudul, Indonesia Menggugat, Bung
Karno berapi-api menelanjangi kebobrokan penjajah Belanda.
Bebas tahun 1931, Bung Karno kemudian memimpin Partindo. Tahun 1933,
Belanda menangkapnya kembali, dibuang ke Ende, Flores. Dari Ende,
dibuang ke Bengkulu selama empat tahun. Di sanalah ia menikahi Fatwamati
(1943) yang memberinya lima orang anak; Guntur Soekarnoputra, Megawati
Soekarnoputri, Rahmawati, Sukmawati dan Guruh Soekarnoputri.
Soekarno adalah seorang cendekiawan yang meninggalkan ratusan karya
tulis dan beberapa naskah drama yang mungkin hanya pernah dipentaskan di
Ende, Flores. Kumpulan tulisannya sudah diterbitkan dengan judul Dibawah
Bendera Revolusi, dua jilid. Dari buku setebal kira-kira 630 halaman
tersebut, tulisan pertamanya (1926), berjudul, Nasionalisme, Islamisme,
dan Marxism, bagian paling menarik untuk memahami gelora muda Bung
Karno.
Tahun 1942, tentara pendudukan Belanda di Indonesia menyerah pada
Jepang. Penindasan yang dilakukan tentara pendudukan selama tiga tahun
jauh lebih kejam. Di balik itu, Jepang sendiri sudah mengimingi
kemerdekaan bagi
Indonesia.Penyerahan diri Jepang setelah dua kota utamanya, Nagasaki dan
Hiroshima, dibom atom oleh tentara Sekutu, tanggal 6 Agustus 1945,
membuka cakrawala baru bagi para pejuang Indonesia. Mereka, tidak perlu
menunggu, tetapi merebut kemerdekaan dari Jepang.
Setelah persiapan yang cukup panjang, dipimpin oleh Ir. Soekarno dan Drs
Muhammad Hatta, mereka memproklamirkan kemerdekaan Indonesia, tanggal 17
Agustus 1945, di Jalan Pegangsaan Timur No. 52 (sekarang Jln.
Proklamasi), Jakarta. ► e-ti/crs-sh
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|