A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
  H O M E
 ► Home
 ► Biografi
 ► Versi Majalah
 ► Berita
 ► Buku
 ► Galeri
  P E J A B A T
 ► Pejabat
 ► Presiden
 ► MA
 ► Bepeka
 ► MK
 ► Kabinet
 ► Departemen
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Majalah TI
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 
  C © updated 10052005  
   
  ► e-ti/  
  Nama:
H. Muhammad Soeharto
Lahir:
Kemusuk, Argomulyo, Godean, 1 Juni 1921
Jabatan Terakhir:
Presiden Republik Indonesia (1966-1998)
Alamat:
Jalan Cendana No.8, Menteng
Jakarta Pusat
 
     
 
BERITA

 

Taransfusi Sudah Distop

Presiden Jenguk Pak Harto


Jakarta 10/5/2005: Pada hari keenam dirawat di RSPP, kondisi kesehatan Pak Harto sudah lebih baik dibandingkan dengan sebelumnya. “Masih ada sedikit pendarahan di usus besar, tetapi transfusi darah sudah dihentikan,” kata ketua tim dokter yang juga Direktur RSPP, dr Sutji A Marjono, sesusai mendampingi Presiden Yudhoyono yang datang menjenguk Pak Harto, Selasa siang 10/5.

Sutji mengatakan pihaknya masih terus mengobservasi. Jika observasi bagus semua, baru bisa ditentukan kapan pulang. Menurutnya, Pak Harto kini sadar, namun karena sakit di kepalanya, dia agak lambat berkomunikasi.

Sementara itu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang datang ke RSPP mengendarai mobil Mercedes Benz berpelat nomor B 2870 BS, didampingi oleh Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi, membesuk Pak Harto selama 15 menit mulai pukul 16.45 WIB. Presiden keluar dari pintu samping RSPP sekitar pukul 17.05 WIB. Presiden kepada pers, kemudian menjelaskan bahwa dia sempat berdialog dengan mantan presiden itu.

"Saya mengunjungi Pak Harto karena penyakit beliau yang cukup serius. Ini sebuah kewajiban kemanusiaan yang harus saya jalankan untuk menghormati para pemimpin yang pernah memimpin bangsa kita di masa lalu," jelas presiden mengenai kunjungannya ke ruang perawatan Pak Harto di kamar 604 Lantai VI F Arimbi.

Saat memberi keterangan pers, tidak ada kesempatan bagi wartawan untuk bertanya. Namun saat presiden berjalan menuju mobilnya, wartawan meneriakkan pertanyaan mengenai proses hukum terhadap Pak Harto. SBY pun menjawab: "Rasanya tidak pantas untuk membicarakan hal itu pada saat ini."

Pak Harto didampingi putra-putri dan kerabat saat menerima kunjungan Presiden SBY dan rombongan. Seorang kerabat Pak Harto kepada Tokoh Indonesia menjelaskan terjadi dialog antara Presiden SBY dengan Pak Harto. Presiden Yudhoyono menanyakan kondisi kesehatan Pak Harto. Dengan terbata-bata, Pak Harto, dibantu Mbak Tutut (Siti Hardiyanto Rukmana), kondisinya sudah membaik meski masih perlu perawatan lebih lanjut.

Kemudian Presiden Yudhoyono, bercerita bahwa dia baru pulang dari Bali. Presiden mengetahui kondisi kesehatan Pak Harto saat berkunjung ke Bali. Presiden juga bercerita bahwa turisme di Bali sudah membaik. Lebih lanjut Presiden Yudhoyono menjelaskan bahwa saat ini sedang berusaha membangun kembali negeri ini supaya lebih membaik.

Kepada pers Presiden Yudhoyono menyatakan perlu membangun tradisi menghormati mantan pemimpin. “Biarkan masalah kemanusiaan menjadi masalah kemanusiaan," katanya. Presiden Yudhoyono menyatakan, kedatangannya menjenguk Soeharto merupakan kewajiban kemanusiaan yang harus dijalankan untuk menghormati pemimpin di masa lalu.
SBY menegaskan, merupakan kewajiban pemerintah, dalam hal ini tim dokter kepresidenan, untuk membantu perawatan Pak Harto. "Ini berlaku untuk seluruh mantan presiden dan wakil presiden. Tradisi yang baik untuk misi kemanusiaan," kata Yudhoyono. ►e-ti/tsl

*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)