| |
C © updated 24012006 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/ |
|
| |
Nama
Rusdi Kirana
Lahir
17 Agustus 1963
Pekerjaan:
- Presdir Lion Air
Penghargaan:
- Tokoh Bisnis Paling Berpengaruh 2005
Alamat Rumah:
J
|
|
| |
|
|
|
|
| RUSDI KIRANA HOME |
|
|
 |
Rusdi Kirana
Pelopor Penerbangan Murah
Presiden Direktur Lion Air ini adalah pelopor penerapan konsep
penerbangan berbiaya murah (low cost carrier) di Indonesia.
Gebrakannya meruntuhkan stereotip sebelumnya bahwa hanya orang kaya yang
bisa naik pesawat. Hadirnya Lion Air dengan jargon We Make People Fly,
membuat siapa saja kini bisa naik pesawat dengan harga tiket murah.
Pantas saja Warta Ekonomi menggelarinya Kapten Industri Penerbangan
Indonesia. Rusdi Kirana, Pria kelahiran 17 Agustus 1963, oleh majalah
ekonomi itu dinobatkan pula sebagai salah seorang Tokoh Bisnis Paling
Berpengaruh 2005. Sebab, langkah Rusdi masuk ke low cost carrier,
dinilai telah menginspirasi pebisnis lainnya untuk beramai-ramai masuk
ke industri penerbangan.
Warta Ekonomi 28 Desember 2005: Rusdi memulai bisnis penerbangannya pada
Oktober 1999. Dengan modal awal US$10 juta, Rusdi menggagas “revolusi”
dalam dunia penerbangan dengan konsep berbiaya murah (low cost carrier).
Gebrakannya itu membuat repot sesama perusahaan penerbangan.
Dalam waktu singkat, Rusdi mampu membawa Lion Air melesat. Hanya
dalam tempo enam tahun, Lion kini memiliki 24 pesawat yang terdiri dari
19 MD80 dan lima pesawat DHC-8-301. Dari sisi jumlah penumpang, Lion
bisa meraih 600.000 orang lebih per bulan atau menguasai 40% dari
seluruh segmen pasar. Pada 2004 Lion Air menempati posisi kedua, setelah
Garuda Indonesia, dalam hal jumlah penumpang yang diangkut.
Prestasi ini ternyata belum cukup bagi Rusdi. Ia masih terus
mengembangkan sayap-sayap bisnis Lion Air dan berniat menjadi market
leader dalam penerbangan domestik. Maka, ia pun terus mempersiapkan
segala sesuatunya, mulai dari infrastruktur, rute penerbangan, hingga
penambahan jumlah pesawatnya.
Untuk infrastruktur, Rusdi bekerja sama dengan pihak TNI AU dan PT
Dirgantara Indonesia menyewa hanggar di Lapangan Udara Husein
Sastranegara, Bandung, guna dijadikan Lion Maintenance Facility (LMF).
Ia juga membeli simulator pesawat bekas dari Skandinavia Air untuk
melatih para pilotnya. Selain itu, Lion Air juga melakukan kerja sama
dengan TNI AU untuk menjadi pengelola Bandara Halim Perdanakusuma,
Jakarta. Dengan demikian, kemungkinan besar base dari pesawat-pesawat
Lion Air akan beralih ke Halim.
Untuk rute penerbangan, saat ini Lion Air telah mendarat di 36 kota
besar di Indonesia. Di jalur internasional, Lion Air juga melayani
penerbangan ke Singapura, Penang, Kuala Lumpur, Ho Chi Minh, dan Seoul.
Mereka juga akan mengembangkan jalur ke Asia Tengah dan Asia Timur,
seperti ke Hong Kong dan Cina.
Guna merealisasikan rencananya itu, tidak tanggung-tanggung, tahun ini
Rusdi membeli 60 pesawat Boeing 737 senilai US$3,9 miliar.
Kalau melihat semua rencana dan perkembangan Lion Air saat ini,
tampaknya Rusdi hanya tinggal selangkah lagi untuk menjadi pemain utama
dalam bisnis penerbangan di Tanah Air. (evi ratnasari) ►e-ti
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia) |
|