| |
C © updated 02112004 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti |
|
| |
Nama:
Rachmat Nadi Witoelar Kartaadipoetra
Nama panggilan:
Mang Rachmat
Lahir:
Tasikmalaya, Jawa Barat, 2 Juni 1941
Agama:
Islam
Jabatan sekarang:
Menteri Negara Lingkungan Hidup RI Kabinet Indonesia Bersatu
Isteri:
Erna Anastasia Witoelar
Anak:
-
Aria Sulhan (1972)
- Surya Cipta (1974)
- Wirya Takwa (1977)
Pendidikan:
S-1, Teknik Arsitektur ITB Bandung, 1970
Pengalaman kerja:
Duta Besar RI untuk Rusia, merangkap Kazakstan,
Turkmenistan dan Mongolia, 1993-1997
Sekjen DPP Golkar, 1988-1993
Anggota DPR-RI, 1972-1993
Di DPR tercatat pernah sebagai Ketua Komisi V, Komisi VI, dan Sekretaris
Fraksi Karya Pembangunan (FKP) DPR
Alamat Kantor:
Kementerian Negara Lingkungan Hidup RI
Jalan D.I. Panjaitan, Kebon Nanas
Gedung B Lantai 2
Jakarta Timur 13410
|
|
| |
|
|
|
|
Rachmat Witoelar
Karier Puncak Mantan Sekjen Golkar
Setelah beberapa bulan dengan setia menjadi
salah seorang Tim Sukses SBY, mantan Sekjen DPP Golkar, ini mencapai
karier puncak menjadi Menteri Negara Lingkungan Hidup, menggantikan Nabiel Makarim.
Pria kelahiran Tasikmalaya, 2 Juni 194, ini menyatakan siap menangani
permasalahan lingkungan di Indonesia, kendati latarbelakangnya tidak
relevan.
Saat ditanya kesiapan lulusan Arsitektur ITB (1970), ini menangani
permasalahan lingkungan, ia merasa tidak masalah, karena di
mana pun ia ditempatkan, itu merupakan amanah untuk diembannya. Diakui,
pendidikannya memang tidak berhubungan dengan
lingkungan.
Tetapi, alumni SMA Kanisius Jakarta (1961), SMP Van Lith Jakarta (1958) dan Lagere School,
Voorburg Belanda (1955), ini mengaku sudah biasa menangani hal-hal yang berkaitan
dengan masalah lingkungan ketika masih menjadi anggota Komisi V dan VI DPR.
Selain itu, dia juga biasa menghadiri diskusi dan seminar lingkungan
termasuk di luar negeri.
Di samping itu, Erna Anastasia, seorang yang berkecimpung
aktif dalam permasalahan lingkungan termasuk menjadi panitia persiapan
dari suatu hajatan besar dunia, World Summit on Sustainable Development (WSSD)
pada 2002 di Johannesburg.
Karena itu ayah dari Aria Sulhan Witoelar,
Surya Cipta Witoelar dan Wirya Taqwa Witoelar, itu merasa yakin
dengan adanya dukungan istri yang juga pernah menjabat
Menteri Pemukiman dan Prasarana Wilayah, itu akan melaksanakan tugasnya
dengan baik.
Akibat Ulah Aparat
Dalam acara temu masyarakat, LSM dan akademis di Kantor Dewan Pemerhati
Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda (DPKLTS), Bandung, Selasa 2 November
2004, Rachmat Witoelar mengatakan,
adanya sejumlah kasus lingkungan hidup yang sampai sekarang tidak
terselesaikan, merupakan ulah aparatur negara sendiri yang tidak mampu
menangani persoalan lingkungan hidup yang ada.
Dia menambahkan, tampaknya aparatur negara tersebut merasa
kebingungan untuk menanggapi proyek yang berkaitan dengan lingkungan hidup
hingga motivasi sesungguhnya dari pembangunan itu dilupakan oleh aparatur
negara.
Dia memberi contoh, seperti rencana pembangunan Waduk Jatigede telah lama berlangsung yang
terhitung sejak tahun 1970-an, namun sampai sekarang persoalan tersebut
belum juga bisa diselesaikan, bahkan sampai rencana pembangunan waduk
Jatigede sudah tidak 'up date' lagi atau kadaluarsa.
Oleh karena itu, untuk menyikapi persoalan waduk Jatigede tersebut, dia
menegaskan
perlu ada transparansi di tingkat aparatur negara dengan keterbukaan
kepada masyarakat luas perihal proyek itu. Juga akuntabilitas dengan
mengungkapkan kepada publik perihal besaran biaya yang ada untuk
pembangunan waduk tersebut.
Dia mengharapkan agar aparatur negara komunikatif terhadap masyarakat
hingga proses sosialisasi dapat berjalan dengan baik. ► mlp
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|