| |
C © updated 23122006 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti |
|
| |
Nama:
NANNY ANISTASIA LUBIS
Lahir:
Tegal, Jawa Tengah, 24 November 1926
Meninggal:
1993
Suami:
RB Sugiri, (Nikah,1951)
Anak:
Tiga orang
Pendidikan:
-Eerste Lagere School, Jakarta (1939)
-SMP, Jakarta (1942)
-SMA, Jakarta (1945)
-Teachers Training Course Ballet & Gymnastics, Hamburg, Jerman Barat
Karir:
-Sukarelawati PMI (1949)
-Penyiar RRI Jakarta (1946-1956)
-Pemimpin Grup Senam & Balet Namarina (sejak 1956)
Alamat Rumah Kel:
Jalan Cimahi 18, Jakarta Pusat Telp: 351437
|
|
| |
|
|
|
|
| NANNY LUBIS HOME |
|
|
 |
Nanny Anastasia Lubis
Pendiri Sekolah Tari Namarina
Nanny Anastasia Lubis, puteri Batak kelahiran Tegal, Jawa Tengah, 24
November 1926, pendiri sekolah tari (balet dan senam) terkemuka di
Indonesia,
Namarina (30 Desember 1956). Dia memimpin Namarina sampai
akhir hayatnya, 1993. Kemudian puterinya,
Maya Tamara, mengambilalih
tongkat estafet kepemimpinan Namarina.
Pada mulanya, Nanny mendirikan dan mengelola Namarina Dancing di bawah Yayasan Namarina,
yang didirikannya. Namun, yayasan itu kemudian diubahnya menjadi usaha
perorangan. Sebab, sekolah yang dikelola
yayasan ternyata sulit, karena pengurusnya lebih dari seorang.
Nanny, anak kedua dari tiga bersaudara, ini menggunakan nama Namarina,
yang diambil dari bahasa Tapanuli, (arti harfiah: yang beribu) bermakna ''dipersembahkan kepada ibunda''.
Walaupun pada mulanya sang ibu tidak senang Nanny aktif dalam olahraga dan
tari. Tapi dia merasa dukungan dan jasa ibunya sangat besar dalam
perjalanan hidupnya.
Nanny sudah gemar menari sejak usia 12 tahun (1938). Dia sering
mengunci diri latihan tari secara diam-diam di depan cermin, setelah pulang
sekolah. Apalagi pada saat menjelang pesta
kenaikan kelas di sekolahnya Eerste Europese Lagere School, Jakarta. Penontonnya
kebanyakan orang Belanda.
Suatu ketika seorang penonton Belanda itu mengumpat, ''Lho, ada
orang hitam turut menari? Tapi, koq paling bagus?'' Mendengar hal itu, Nanny
dongkol meski di sisi lain ada rasa senang mendapat pujian. Hal itu,
membuat Nanny semakin
giat berlatih.
Kemduian, tahun 1954, atas dukungan orangtuanya, Nanny belajar di
Teachers Training Courses Ballet & Gymnastics, Hamburg, Jerman Barat.
Kemudian ke Singapura, Jepang, dan Inggris. Sepulang dari negara-negara
itulah dia mendirikan Namarina, di Jalan Cimahi 18, Jakarta.
Sejak didirikan, nama Namarina langsung melejit. Namarina juga mengajar
aerobik disko, dengan gerak-gerak yang diciptakan sendiri. Hampir setiap tahun mementaskan
karya-karyanya di beberapa kota, terutama Jakarta dan Bandung. Bahkan
sejak 1981, Maya Tamara, putri bungsunya, lulusan London, 1980, pun
bergabung menjadi pimpinan artistik. Sejak itu, semua ciptaannya di
bawah pengawasan Maya
Dalam rangka setenga abad Namarina, Maya menyelenggarakan pertunjukan
bertema Pointe of No Return di Gedung Kesenian Jakarta, 30 Desember 2006
dan 20-21 Januari 2007.
Menurut Maya Tamara, Pimpinan dan Direktur Artistik Namarina, Pointe of
No Return menggambarkan perjalanan NAMARINA 50 tahun dalam 3 rentang
waktu : THE BEGINNING – THE GROWTH – THE FUTURE. Repertoar ini
berkolaborasi dengan iringan piano ‘ duo Iravati & Aisha-YPM' serta
‘Indonesian Traditional Music Performance oleh Irwansyah
Harahap-SUARASAMA’, dan kostum yang di desain oleh Ary Seputra. ►e-ti
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|