| |
R up date 12012007 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/ |
|
| |
Nama :
Dr (HC) Hj. Megawati Soekarnoputri
Nama Lengkap :
Dyah Permata Megawati Setyawati Soekarnoputri
Lahir :
Yogyakarta, 23 Januari 1947
Agama :
Islam
Suami :
Taufik Kiemas
Anak:
3 orang, (2 putra, 1 putri)
Karir :
:: Presiden Ke-5 RI (2001 - 2004)
:: Wakil Presiden RI (1999- 2001)
:: Anggota DPR/MPR RI (1999)
:: Anggota DPR/MPR RI (1987-1992)
Organisasi :
:: Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, April 2000-2005 dan 2005-2009
Alamat Rumah:
:: Jalan Teuku Umar 27-A, Jakarta Pusat
:: Jl. Kebagusan IV No 45 RT 010 RW 04, Kel. Kebagusan Kec. Pasar
Minggu, Jakarta Selatan
|
|
| |
|
|
|
|
| BERITA |
|
|
 |
Rakernas PDI-P Pemerintah Dinilai Gagal Penuhi Janji Perubahan
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden M Jusuf
Kalla dinilai gagal memenuhi janji perubahannya, seperti mempercepat
terwujudnya kesejahteraan rakyat melalui penciptaan lapangan kerja,
pengurangan angka kemiskinan, serta peningkatan pelayanan kesehatan dan
pendidikan bagi rakyat. Pemerintah juga dinilai gagal menyelenggarakan
pengelolaan ibadah haji dan menjamin keselamatan warga, seperti
tercermin dengan maraknya kecelakaan darat, laut, dan udara.
Itulah sejumlah rekomendasi dari 23 butir rekomendasi Rapat Kerja
Nasional I Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan di Sanur, Bali, yang
ditutup Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri, Selasa (9/1).
Rekomendasi itu dibacakan Sekretaris Jenderal PDI-P Pramono Anung.
"Dua tahun kami mengamati, terus mencoba ikut mengontrol pemerintah,
melalui Dewan Perwakilan Rakyat tingkat pusat sampai ke daerah.
Kenyataan setelah mengevaluasinya, hasil yang kami lihat adalah dalam
bentuk kegagalan pemerintah. Pemerintah seharusnya mendengar ini karena
kami melakukannya bukan dengan omongan, celoteh omong kosong, tetapi
secara konsekuen," kata Megawati, yang disambut tepuk tangan peserta
rakernas.
Megawati menyatakan, selama dua tahun terakhir dia memilih diam. Sebagai
warga bangsa yang baik, ia ingin memberikan kesempatan. Pemerintah yang
dipilih rakyat harus dihormati. Tetapi, setelah melihat kenyataan saat
ini, rakyat juga harus disadarkan, memilih pemimpin nasional bukan
pekerjaan mudah.
Menurut Megawati, pemerintah harus selalu diingatkan dengan janjinya.
Lebih-lebih karena pemerintah kali ini adalah hasil pilihan rakyat
secara langsung.
Pramono Anung menambahkan, pemerintah tak berbuat banyak bagi rakyat. Ia
menyebut itu dengan istilah pemerintah baru sekadar tebar pesona. Sebab,
nyatanya sejumlah kebijakan yang dipilih pemerintah malah makin
menyengsarakan rakyat sehingga pantas bila disebut sebagai bentuk
bencana kebijakan. Misalnya, kenaikan harga bahan bakar minyak yang
melebihi 100 persen dari harga sebelumnya serta kebijakan impor beras.
Rakernas PDI-P itu juga merekomendasikan permintaan kesediaan Megawati
untuk ditetapkan sebagai calon presiden pada Pemilu 2009. Rakernas
merekomendasikan pula Dewan Pimpinan Pusat PDI-P segera membentuk badan
pemenangan pemilihan presiden.
Soal permintaan pada dirinya, Megawati menjawab secara diplomatis dengan
minta dukungan agar kader PDI-P lebih solid. Dia tak mungkin sendiri. (Kompas,
10 Januari 2007) ►ti
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|