| |
C © updated 04022003 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/dok |
|
| |
Nama:
Imam Budidarmawan Prasodjo
Lahir:
Purwokerto, 15 Pebruari 1960
Agama:
Islam
Pendidikan:
S1, FISIP UI, 1986
MA, Kansas State University, Manhattan AS 1990
PhD, Brown University, Rhode Island, AS 1997
Pekerjaan:
Dosen FISIP UI Direktur CERIC
Istri:
Ny. Gitayana Prasodjo
Anak:
dua orang
|
|
| |
|
|
|
|
| IMAM PRASODJO HOME |
|
|
 |
Dr Imam Budidarmawan Prasodjo
Sosiolog yang Dikira Sombong
Menjadi pemandu talk show hanya salah satu dari setumpuk kegiatan sehari hari sosiolog tamatan Brown University, Rhode Island, AS ini.
Menjadi pembicara di berbagai forum seminar atau menulis kolom, adalah
kegiatan lain yang dijalani laki laki kelahiran Purwokerto ini. Pria yang
dikira sombong oleh beberapa jurnalis, ini memang
orang yang lebih banyak bicara dan seperti mengetahui segalanya.
Ia sempat beberapa bulan harus berbagi waktu di KPU dan mengajar di FISIP
UI. Tapi akhirnya ia memilih mundur dari KPU karena anggota KPU diharuskan
full time. Bersama FX Mudji Sutrisno, ia memilih lebih baik
mengabdi sebagai dosen. Di almamaternya, FISIP UI, ia adalah Ketua Center for Research on Inter group
Relations and Conflict Resolution (CERIC). Imam yang gencar
mengkampanyekan paradigma Indonesia Baru juga memimpin sejumlah LSM dan
yayasan, antara lain Yayasan Nurani Dunia.
Walau super sibuk, Imam tetap memberi perhatian pada mahasiswanya,
termasuk mencarikan jalan keluar atas persoalan yang dihadapi para
mahasiswanya. Sejak jadi dosen, ia sudah tiga kali 'melobi' calon mertua
mahasiswanya, karena kekeliruan pandangan akibat stereotyping. Misalnya
ada seorang calon mertua yang menolak menantunya asal Padang, karena
anggapan orang Padang pelit. "Saya harus memberi penjelasan. Setelah
dijelaskan, mereka akhirnya maklum," ujar Imam.
Tak hanya soal perkawinan, Imam juga sering dilibatkan sebagai penengah
dalam konflik antara pengusaha dengan buruh. Ia juga aktif dalam
penyusunan conflict resolution disejumlah daerah konflik. Imam belakangan
juga larut dalam penanganan soal pengungsi.
Sosiolog muda ini tak hanya kritis dalam menyampaikan kritik serta
cemerlang dalam menyampaikan ide atau gagasan. la juga dikenal sebagai
pribadi yang memiliki sense of humour tinggi. Dalam setiap forum selalu
ada tawa segar karena celetukan, atau cerita cerita nyata yang diungkapkan.
Saat uji kelayakan di DPR, Imam antara lain melontarkan ide agar Pemilu
bisa menjadi media efektif untuk menjaring pimpinan negeri ini yang mampu
merefleksikan aspirasi yang diwakili. Pemilu harus demokratis, partisipasi
rakyat harus dikembangkan dan sentralisasi kekuasaan yang berlebihan harus
dihindari. KPU sebagai penyelenggara Pemilu diharapkan mampu mengembangkan
prinsip prinsip represen tatif yang sesuai dengan masyarakat Indonesia. ►e-ti/tsl
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|