| |
C © updated 04052007 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► mti/aep |
|
| |
Nama:
HM Ali Umri, SH,SpN, MKn
Lahir:
Rantauprapat, 9April 1966
Agama:
Islam
Pendidikan terakhir:
Magister Kenotariatan, USU-2004
Jabatan:
Walikota Binjai
Karir:
1. Ketua DPD AMPI Binjai (1993-1999)
2. Sekretaris MPI KNPI Binjai (1997-2001)
3. Sekretaris Ikatan Sarjana Melayu Indonesia Binjai (1999-2004)
4. Bendahara MABMI Binjai (1999-2004)
5. Ketua GAPENSI Langkat (1996-2000)
6. Wakil Ketua KADIN Langkat (1997-2002)
7. Ketua ARDIN Langkat (1995-1999)
8. Ketua HIPPI Binjai (1994-1999)
9. Wkl.Ketua DPD Golkar Binjai (19982003)
10. Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Binjai (1999)
11. Walikota Binjai (2000-2005)
12. Ketua DPD Golkar Binjai (2004)
13. Walikota Binjai priode kedua (2005-2010)
14. Ketua DPD Partai Golkar Sumut (2004-2009)
15. Ketua IKA-MKN Sumut (2005)
16. Ketua GAMI Sumut (2005)
17. Ketua Forum Komunikasi Kenotariatan Indonesia (2007)
18. Ketua Dewan Penasehat Al Ittihadiyah Sumut
19. Dewan Penasehat Angkatan Muda Siliwangi Sumut
20. Ketua Dewan Penasehat Tarbiyah Islamiyah Sumut
21. Presiden GAMI
22. Ketua Forum Komunikasi Kenotariatan Indonesia
|
|
| |
|
|
|
|
| MAJALAH TI - 37 |
|
|
 |
MTI-37: TOKOH UTAMA:
01
02
03
04
KISAH HIDUP:
05
06 DEPTHNEWS:
07
08
PERSPEKTIF:
09
PEJABAT: 10
11
==
HM Ali Umri, SH,MKn (05)
Paling Berkesan Ketika Juara I Azan
MTI-37: Filsafat hidup HM Ali Umri menujukkan dia seorang yang
agamis, sangat familiar dan tidak pernah merasa dendam dan curiga
terhadap seseorang.
Semua hal menarik dan perlu dinikmati. Artinya, jangan pernah menaruh
kebencian terhadap sesuatu meskipun hal itu mungkin tidak disukai.
Setiap sesuatu itu ada minus-plusnya. Karenya, jangan pernah menilai
seseorang tidak menarik. “Itu filsafat hidup saya,” tegas Umri.
Namun dalam perjalan hidup, menurut Umri, paling berkesan dalam hidupnya
adalah ketika masih duduk di sekolah dasar. Dia bersama-sama teman
sebaya setiap menjelang magrib selalu berlomba-lomba datang ke masjid
Baturrahman di dekat rumahnya di kota Binjai untuk memukul bedug dan
azan. Siapa yang berhasil memukul bedug dia akan diberikan kesempatan
untuk azan.
Salah satu kelebihan Umri berbeda dengan sebagain teman-teman sebayanya,
tidak semua bisa azan meski pun berhasil memukul bedug. Berbeda dengan
Umri, di masa kecilnya dia dikenal seorang yang sangat baik melantunkan
azan.
Kepiawaiannya dalam melantunkan azan, dibutktikan dengan keberhasilannya
menjadi Juara I Azan ketika masih duduk di sekolah dasar. Tak
mengherankan, sejak kecil Umri sudah sangat dikenal tidak hanya di
kalangan rekan-rekan sebayanya tapi juga di kalangan orang tua di
lingkungan tempatnya tinggal.
Ketika masih duduk di sekolah dasar, Umri juga dikenal di kalangan
teman-temannya dan keluargnya sebagai guru ngaji. Mengawali predikatnya
sebagai guru ngaji, ketika belajar kepada HM Djamil Siregar. Baru
beberapa minggu belajar, Umri sudah bisa membaca Al’Quran. Karena
kepintarannya, Umri kemudian diangkat Haji Djamil sebagai asisten yang
selanjutnya menjadi guru ngaji di kalangan keluarganya.
Selain dikenal karena kepiawaiannya azan dan guru ngaji keluarganya,
Umri juga di kalangan rekan-rekannya sangat dikenal seorang yang sangat
sosial. Dalam kesehariannya, selain akrab dengan teman-temannya, dia
juga selalu makan dan jajan berjamaah mentraktir sahabat-sahabatnya.
Maklum ketika itu, orang tuanya, H Syaiful Bahri pejabat di perkebunan,
uang jajannya selalu lebih dari cukup.
Ketika beranjak memasuki SMP, Umri mengaku pernah merasa sangat kecewa
terhadap dirinya. Mungkin disebabkan lebih banyak bermain-main dengan
teman-temannya, nilai rapornya anjlok, pernah rangking ke-39 dari 42
siswa. Tapi sebaliknya pernah menjadi rangking ke-11 dari 300 murid di
SMP Negeri I Binjai tempatnya sekolah.
Di SMP Negeri I Binjai, selain Umri dikenal sosial, dia juga dikenal
seorang yang sangat dekat dengan dunia olah raga seperti volly, bola
kaki dan pimpong. Meski badannya kecil dan pendek, tapi dalam berbagai
kegiatan olahraga, Umri selalu tampil dengan prima. Bahkan dalam
olahraga sepak bola, dia dikenal sebagai salah seorang pemain andal
dalam klub Semut Hitam.
Imam Setiap Ramadhan
Menyimak perjalanan hidup Umri sejak kecil hingga kini menduduki jabatan
orang nomor satu di Pemko Binjai dan Partai Golkar Sumut, kini didukung
berbagai elemen masyarakat dari pelosok desa sampai ke kota menjadi
Gubsu priode 2008/2015, lima tahun ke-depan, cukup menarik memang.
Bahkan banyak di antaranya pantas untuk diteladani.
Salah satu yang patut diacungkan jempol dan boleh jadi tidak semua di
antara pejabat muslim bisa, adalah kemampuan Umri bertindak sebagai iman
dan bilal pada saat bulan suci Ramdhan, meski itu hanya dilingkungan
keluarganya dan mereka yang bekerja di rumahnya.
“Saat-saat bulan suci Ramadhan, kita berkumpul bersama, sholat berjamaah
dan saya bertindak sebagai imam dan bilal. Semua keluarga dan
orang-orang yang tinggal di rumah meski di antaranya ada yang berstatus
pekerja, kita tidak membedakannya, semua menyatu bagaikan keluarga besar,”
tegas Umri.
Bahkan dalam kesehariannya di luar bulan suci Ramadhan, Umri memang
nyaris tidak pernah membedakan pekerja di rumah dan ladangnya dengan
keluarga. Malah ada di antaranya diberangkatkan Umroh dan ikut bersama
dengan keluarganya jalan-jalan, misalnya ke mal dan tempat-tempat
rekreasi bahkan ke Malaysia.
“Saya tidak melihat mereka sebagai pekerja, tapi sebagai teman yang
membantu saya dan keluarga,” tegas Umri menyebut mereka, orang-orang
yang menjadi pembantu di rumah mau pun di ladangnya.
Ajaran agama Islam yang dianut, dihayati dan ditekuninya sejak kecil,
terlihat memang dari keseharian dan keberadaan kediamannya. Selain
bertindak sebagai imam saat sholat berjamaah dengan keluarga dan
orang-orang yang bekerja di rumah dan ladangnya, di rumahnya juga selalu
disediakan musolla keluarga. Bahkan berbagai ornamen dan kaligrafi
ayat-ayat suci, selalu menghiasi setiap rumah miliknya. ► mti/aep
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia) |
|