A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
  H O M E
 ► Home
 ► Biografi
 ► Versi Majalah
 ► Berita
 ► Galeri
  P O L I T I S I
 ► MPR-RI
 ► DPR-RI
 ► DPD
 ► DPRD
 ► Partai-Pemilu
  P E J A B A T
 ► Presiden
 ► Kabinet
 ► Departemen
 ► Pemda
     ► KALTENG
  B E R A N D A
 ► Majalah TI
 ► Nusantara
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 
  C © updated 01042007  
   
  ► e-ti/esero  
  Biodata:

Nama:
Agustin Teras Narang, SH
Lahir:
Banjarmasin, 12 Oktober 1955
Agama:
Kristen Protestan
Jabatan:
Gubernur Kalimantan Tengah 2005-2010

Alamat kantor:
Jalan RTA Minolo No. 1, Palangkaraya, Kalimantan Tengah
Telp. (0536) 322.1353, 322.2000, 322.2845

Alamat Rumah:
Rumah Pribadi: Jl Kayu Putih VIII D No 30, Pulogadung, Jakarta Timur
Telp. (021) 45884.5937
 
 
     
 
MAJALAH TI-36

 

==   01   02   03   04   05   06   ==

MTI-36: TOKOH UTAMA: 01  02  03  04  05  WAWANCARA: 06  TOKOH PILIHAN: 07  PERSPEKTIF: 08  09  DEPTHNEWS: 10  11  12  13  14  15  16  17  18  19  20  21  22  23  24  25  26  ==

 

KAPUR SIRIH

Efektif, Efisien dan Produktif

 

MTI-36-26- KAPUR SIRIH: Bangsa ini sangat membutuhkan tampilnya banyak pemimpin yang efektif, efisien, dan produktif dalam memimpin demi menyelesaikan berbagai persoalan bangsa yang menggunung. Jalur untuk itu sesungguhnya sudah tersedia, yakni lewat pemilihan kepala daerah yang berlangsung secara terbuka dan langsung oleh rakyat pemilih.

 
Namun terbukti, walau sudah dipilih langsung oleh rakyat, pilihan itu rupanya masih belum selalu berhasil memenuhi kualifikasi dimaksud. Sebab terkadang pemimpin muncul secara instan saja semata-mata mengandalkan sumberdaya dan nama besar yang dimiliki. Hasilnya sudah pasti bukan efektifitas, efisiensi, dan produktifitas kepemimpinan melainkan justru menambah beban masalah.


Itulah sebab kepemimpinan Gubernur Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang, SH bersama Wakil Gubernur Ir Achmad Diran sangat kami apresiasi kali ini. Nama besar sudah pasti Teras miliki sebab ia berasal dari keluarga terpandang dan dihormati. Kendati, ia menyebut hanya kebagian keharuman nama Ayahnya saja, August Waldemar Narang, seorang pengusaha sukses dan politisi pada jamannya dulu.


Memiliki sumberdaya tetapi Teras Narang menghabiskan uang tak besar-besar amat untuk merebut kursi Gubernur. Bahkan praktis tanpa ada “sponsor”. Ini, membuatnya tak punya “hutang” kepada siapapun dan dalam bentuk apapun untuk harus dilunasi terkait dengan posisi baru usai terpilih sebagai Gubernur. Keleluasaan ini membuatnya efektif dalam menelurkan kebijakan-kebijakan pembangunan Kalimantan Tengah sebab tak ada kepentingan lain yang harus ditabraknya.


Teras Narang bukanlah pemimpin yang tiba-tiba muncul begitu saja. Ia sejak lama sudah didesain oleh Ayahnya menjadi calon negarawan, mencontoh setiap pemimpin di negara Amerika Serikat yang selalu berlatar belakang pendidikan dan pengetahuan hukum. Iapun menjadi sarjana hukum, magang di sejumlah firma hukum selama belasan tahun hingga akhirnya membuka kantor advokat sendiri.


Lalu selama enam tahun lebih mempersiapkan diri sebagai politisi di gedung DPR/MPR Senayan, sebelum menyatakan ingin membangun Kalimantan Tengah. Ia berprinsip, di bawah bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia membangun bangsa bisa juga dari Kalteng tak harus dari Jakarta. Ia lalu menjadi pemimpin yang efisien dalam mengambil kebijakan, dan mengimplementasikannya di lapangan.


Teras Narang memimpin tatkala warga Kalteng masih dilanda keharuan akan peristiwa tragedi kemanusiaan yang berlangsung sebelumnya. Kerusuhan, yang sesungguhnya bisa pula diartikan merupakan puncak ketidakpuasan warga Kalteng selama ini, oleh siapapun sangat tak diinginkan terulang kembali terjadi.

 

Selama 50 tahun berdiri provinsi ini selalu memperoleh perlakuan dan kebijakan pembangunan yang tidak pas dengan kondisi lokal. Padahal, Presiden pertama RI Bung Karno pernah menggagas agar Kota Palangkaraya, karena letaknya persis di tengah-tengah ditetapkan menjadi Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ide ini masih belum tenggelam, sesungguhnya.


Karena itu sebagai pemimpin yang akan memulihkan martabat warga Kalteng, membuka isolasi wilayah, dan memberikan kesejahteraan yang memadai, Teras Narang berprinsip hanya akan bekerja, bekerja, dan bekerja selama masa kepemimpinannya. Ia tak perlu memikirkan periode selanjutnya sebab pemilik mobilitas politik yang tinggi ini lebih suka bila ada pengganti yang lebih baik darinya.

 

Dengan itu ia kelak menjadi bebas menentukan haluan hidup selanjutnya. Misalnya, kembali berkiprah di pusat. Itu layak, bagi siapa saja yang terbukti mampu memimpin secara efektif, efisien, dan produktif. Selamat Ulang Tahun Emas 50 Tahun Provinsi Kalteng 23 Mei 1957-2007. Redaksi ►mti

*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)