A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
  H O M E
 ► Home
 ► Biografi
 ► Versi Majalah
 ► Al-Zaytun
 ► Berita
 ► Wawancara
 ► Pidato
 ► Buku
 ► Galeri
 ► Sahabat
 ► Link
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Majalah TI
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 
  C © updated 01102008-03032004  
   
  ► e-ti/ms  
  Nama:
Syaykh Abdussalam Panji Gumilang
Lahir:
Gresik, 30 Juli 1946
Jabatan:
Syaykh al-Ma'had Al-Zaytun
 
 
     
 
PERSPEKTIF

 

Syaykh Dr Abdussalam Panji Gumilang

Ajaran Illahi dan Ideologi Terbuka

'IED AL-FITRI 1429 H: Syaykh al-Zaytun AS Panji Gumilang dalam Khutbah ‘Ied Al-Fithri 1429 H/2008 M menegaskan bahwa nilai-nilai dasar negara Indonesia (Pancasila), sepenuh¬nya merupakan ajaran Ilahi, yang dapat berlaku untuk semua rakyat dan bangsa Indonesia. Nilai-nilai dasar negara ini merupakan ideologi modern, untuk masyarakat majemuk yang modern, yakni masyarakat Indonesia.

 

Syaykh Al-Zaytun AS Panji Gumilang

Bumi Harus Diselamatkan

IED AL-ADHA 1428 H: Pesan hari raya kurban kali ini (1428 H) adalah: Suatu ajakan meningkatkan karya nyata penyelamatan bumi tempat tinggal segala makhluk hidup, dari kerusakan, kehancuran, akibat ulah dan keserakahan manusia. Syaykh al-Zaytun A.S. Panji Gumilang mengemukakan hal itu dalam khutbah ‘Ied Al-Adha 1428 H bertema ‘Berkorban Demi Kemanusiaan yang Adil dan Berperadaban’ di Kampus Al-Zaytun, 10 Dzu al-Hijjah 1428 H / 20 Desember 2007 M.

 

Syaykh Dr Abdussalam Panji Gumilang

Jangan Berhenti Membangun Diri

IDUL FITRI 1428 H: Di antara sekian banyak rahmat Allah salah satunya berkenaan dengan masalah persaudaraan dan persahabatan. Ditegaskan bahwa seluruh kaum beriman itu bersaudara. Dalam beragama intinya jangan saling bercerai-berai atas namanya dan pribadi-pribadi maupun kelompok-kelompok yang merespon rahmat Ilahi sajalah yang dapat menghindari pertikaian dan pertengkaran. Versi Lengkap,pdf

 

Syaykh Dr Abdussalam Panji Gumilang

Interdependensi, Fitrah Kehidupan Manusia

Beraktivitas untuk mencapai masa depan yang terhormat, memerlukan pengendalian diri, masing-masing pada proporsinya. Itulah wujud saling ketergantungan satu dengan lainnya (interdependensi) dalam beraktivitas. Syaykh al-Zaytun AS Panji Gumilang mengemukakan hal itu pada Khutbah ‘Ied al-Fithri 1427 H/2006 M, di Kampus Al-Zaytun, pada tarikh 01 Syawwal 1427 H (24 Oktober 2006 M). ►Versi Word Document
 

 
           

Syaykh Dr Abdussalam Panji Gumilang

Keteduhan dalam Rumah Indonesia

Indonesia semestinya dapat menjadi rumah tempat berteduh bagi individu (bangsa) penghuninya yang majemuk. Penghuni rumah Indonesia yang pluralistik ini semestinya tampil secara sadar sebagai aktor pembangunan sikap dan jiwa altruistik (nahniyah). Sekat-sekat budaya, ras dan agama semestinya tidak menjadi penghambat penghuni rumah Indonesia. ►Versi Word Document

 

Syaykh Dr Abdussalam Panji Gumilang

Toleransi Akidah dalam Beragama

Pengakuan adanya kekuatan Yang Maha Tinggi, yaitu Tuhan, Allah, God, Yahweh, Elohim, yang disertai ketundukan itu, merupakan fitrah (naluri) yang dimiliki oleh setiap manusia. Kendati demikian, manusia tetap memerlukan adanya pemberi peringatan agar tidak menyeleweng dari fitrahnya, mereka adalah para nabi dan rasul.  

 

     

Syaykh Abdussalam Panji Gumilang

Perjuangan Menjadi Bangsa Mandiri

Menjelang 2020, para pelajar Indonesia modern dapat menjadi the first in the world dalam pencapaian sains dan matematik. Syaykh AS Panji Gumilang mengemukakan hal itu sebagai salah satu butir Kesepakatan Muharram 1426 tentang Pencapaian Minimal Pendidikan Indonesia Modern 2020. ►Versi Word Document

 

Syaykh AS Panji Gumilang

Bangun Kembali Aceh Secara Mandiri

Syaykh A.S. Panji Gumilang dalam Khutbah ‘Ied Al-Adlha  mengatakan pembangunan kembali daerah-daerah terkena bencana menjadi tugas wajib bangsa dan pemerintah Indonesia, yang pembiayaanya pun tidak mesti mengandalkan hanya dari bantuan luar negeri. Khutbah ‘Ied Al-Adlha 1425 H/2005 M di Masjid Rahmatan Lil ‘Alamin Ma’had Al-Zaytun, pada tarikh 10 Dzu al-Hijjah 1425 H / 21 Januari 2005 M. ►Versi Word Document