|
IDUL FITRI 1427 H
Syaykh Dr Abdussalam Panji Gumilang
Beraktivitas untuk mencapai masa depan yang terhormat, memerlukan
pengendalian diri, masing-masing pada proporsinya. Itulah wujud saling
ketergantungan satu dengan lainnya (interdependensi) dalam beraktivitas.
Syaykh al-Zaytun AS Panji Gumilang mengemukakan hal itu pada Khutbah
‘Ied al-Fithri 1427 H/2006 M, di Kampus Al-Zaytun, pada tarikh 01
Syawwal 1427 H (24 Oktober 2006 M). ►Versi
Word Document
IDUL ADLHA
Syaykh Dr Abdussalam Panji Gumilang
Indonesia semestinya dapat menjadi rumah tempat berteduh bagi individu
(bangsa) penghuninya yang majemuk. Penghuni rumah Indonesia yang
pluralistik ini semestinya tampil secara sadar sebagai aktor pembangunan
sikap dan jiwa altruistik (nahniyah). Sekat-sekat budaya, ras dan agama
semestinya tidak menjadi penghambat penghuni rumah Indonesia.
►Versi
Word Document
PERSPEKTIF
Syaykh Dr Abdussalam Panji Gumilang
Pengakuan adanya kekuatan Yang Maha Tinggi, yaitu Tuhan, Allah, God,
Yahweh, Elohim, yang disertai ketundukan itu, merupakan fitrah (naluri)
yang dimiliki oleh setiap manusia. Kendati demikian, manusia tetap
memerlukan adanya pemberi peringatan agar tidak menyeleweng dari
fitrahnya, mereka adalah para nabi dan rasul.
Universitas Al-Zaytun (01)
Ma’had Al-Zaytun yang telah mengorbit dalam jagat raya pendidikan
tingkat sekolah menengah sejak 1999, tahun ini, tepatnya Agustus 2005,
segera memulakan pendidikan tinggi dengan nama Universitas Al-Zaytun
(UAZ). Pengoperasian UAZ ini merupakan pewujudan sistem pendidikan satu
pipa (one pipe education system), yang sejak awal dicanangkan Syaykh
Ma’had Al-Zaytun Dr Abdussalam Panji Gumilang. PIDATO Syaykh Abdussalam Panji Gumilang
Menjelang
2020, para pelajar Indonesia modern dapat menjadi the first in the world
dalam pencapaian sains dan matematik. Syaykh AS Panji Gumilang
mengemukakan hal itu sebagai salah satu butir Kesepakatan Muharram 1426
tentang Pencapaian Minimal Pendidikan Indonesia Modern 2020. ►Versi
Word Document
BERITA Tatkala Mars Universitas Al-Zaytun
Sekali lagi Ma’had Al-Zaytun dan GPIB (Gereja Protestan Indonesia bagian
Barat) mengimplementasikan dan memancarkan misi toleransi dan perdamaian
secara nyata. Kali ini, setelah Syaykh al-Ma’had Dr Abdussalam Panji
Gumilang didaulat berpidato (khotbah) di podium altar gereja, Mars
Universitas Al-Zaytun berjudul Ajaran Illahi untuk Semua pun
berkumandang di gereja itu, dinyanyikan bersama seluruh jemaat dan
eksponen Ma’had Al-Zaytun.
EKSPONEN Imam Supriyanto
Syaykh Al-Mahad Abdussalam Panji Gumilang, menerapkan kepemimpinan
kekitaan di Ma’had Al-Zaytun. Dia didampingi para eksponen
Yayasan Pesantren Indonesia (YPI). Salah seorang di antaranya, Imam
Supriyanto,
yang sehari-hari menjabat Wakil Ketua YPI, yayasan yang mengelola
kampus peradaban Ma’had Al-Zaytun.
|
|
|
|
BIOGRAFI
Syaykh Abdussalam Panji Gumilang
Dia adalah personifikasi Ma’had Al-Zaytun.
Pendiri dan pemimpin Ponpes modern (kampus) ‘Pusat Pendidikan
dan Pengembangan Budaya Toleransi serta Pengembangan Budaya Perdamaian’
ini sungguh seorang pelopor pendidikan terpadu (kampus peradaban). Dia
seorang guru
yang mengandalkan manajemen ‘kekitaan’ bukan ‘keakuan’.
Ma'had Al-Zaytun (1)
Ma’had Al-Zaytun, sebuah model pondok pesantren modern, berskala
internasional. Sebuah kampus peradaban terpadu, pesantren spirit but
modern system, yang diharapkan bisa mempersiapkan peserta didik agar
sanggup, siap dan mampu untuk hidup secara dinamis di lingkungan negara
bangsanya dan tatanan masyarakat antarbangsa dengan penuh kesejahteraan
dan kebahagiaan duniawi dan ukhrowi.
Ma'had Al-Zaytun (3)
Dari Ma’had Al-Zaytun memancar cahaya persaudaraan, damai dan toleransi.
Laksana satelit mengorbit memancarkan sinyal pesan damai dan toleransi ke
seluruh penjuru bumi. Di pondok pesantren modern bersetting internasional,
ini suatu event persahabatan monumental, pertama kali, telah terjadi dalam
sejarah kehidupan keberagamaan di Indonesia.
BERITA
Pameran Pendidikan
Oleh Sofwan DA dan Nawawi*)
Perjalanan Taaruf Pendidikan Ma’had
Al-Zaytun mengikuti Pameran Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia di Kuala
Lumpur, Malaysia. Pada 30 Maret 2005, suasana Hall Exhibition Centre
yang terletak di lantai III Mid Valley Mall, Kuala Lumpur tak seperti
biasanya. Ratusan orang tampak antri menanti giliran untuk bisa sampai
di sebuah stan yang berukuran hanya 2x2 meter.
SAHABAT
M. Jusuf Kalla
Pengusaha sukses dan kader Golkar ini justru berkibar dalam era
reformasi. Dia memang seorang tokoh yang dinilai ‘bersih’ dan dapat
diterima semua golongan. Setelah terpilih menjadi Wakil Presiden, dia pun
kemudian terpilih menjadi Ketua Umum Partai Golkar pada Munas di Bali
(19/12/2004), meraih 323 suara dari 482 suara.
SAHABAT
Prof Dr HM Roem Rowi, MA (05)
Ahli
Tafsir Al-Quran dan mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur,
Prof Dr HM Roem Rowi, MA mengatakan Al-Zaytun itu aset umat Islam dan
bangsa Indonesia yang perlu dan patut dicontoh dan dijaga. “Kita harus
mengucapkan terima kasih dan bangga dengan apa yang telah dilakukan oleh
Syaykh Panji Gumilang dan kawan-kawan di Al-Zaytun, sebab itu merupakan
lembaga pendidikan masa depan yang modern.”
Hj Aisyah Aminy, SH
Di saat dunia politik dimonopoli kaum laki-laki, ia tampil ke depan.
Bukan saja seorang parlementarian yang terampil berdebat, ia juga pejuang gender yang tak kenal lelah.
Siapapun yang melek politik, pasti kenal nama politisi yang punya banyak julukan
ini: Singa
Betina dari Senayan, Perem-puan Baja dari Senayan, Vokalis DPR dan
sebagainya. |
|