BERITA 100 HARI SBY-JK
 
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
 

 

  B E R I T A
 ► Berita
 ► Wawancara
 ► Opini
 ► Editorial
 ► Resensi
 ► Leadership
 ► Pernikahan
 ► Berita KIB
 ► Berita 2003
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Majalah
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 

 


 
Presiden Belum Puas

100 Hari Dapat Ponten 4


Rakyat Merdeka 28/1/05: Ini berita sindiran terhadap 100 pemerintahan SBY-Kalla. Ketua Panitia Anggaran DPR Emir Moeis misalnya berpendapat cuma malaikat yang mampu merealisasikan janji perubahan SBY dalam 100 hari pemerintahannya.

 

‘’Malaikat pun mungkin hanya bisa geleng-geleng kepala melihat janji-janji SBY, karena kondisinya sangat berat, artinya tidak semudah membalik telapak tangan,’’ kata Emir Moeis di ruang kerjanya, Gedung DPR, kemarin.

Bekas Ketua Komisi VII DPR itu mengamati, sinergi SBY-Kalla dalam 100 hari ini pincang, dari luar koordinasi RI-1 dan RI-2 kelihatan tidak kompak alias tidak jalan. Sebagai akibatnya, para anggota kabinet terkesan jalan sendiri-sendiri.

Di tempat terpisah, Wakil Ketua Fraksi PDIP DPR Trimedya Panjaitan menegaskan, kalau diponten, nilai rapor pemerintahan SBY-Kalla dalam 100 hari ini merah, nilainya 4,5. Mengenai janji perubahan, Trimedya mengatakan, pemerintahan kayaknya cuma pandai menjual mimpi.

Dijelaskan, 100 hari pemerintahan SBY dibandingkan dengan Mega, jauh sekali karena pada 100 hari hingga 6 bulan pemerintahan Mega, suasananya masih bulan madu, tapi dalam 100 hari pemerintahan SBY, masyarakat mulai kecewa. Sedang Seskab Sudi Silalahi di Istana Negara, Jakarta, kemarin, mengungkapkan bahwa SBY secara terus terang telah mengkritik para menterinya dan mengaku tidak puas terutama terhadap pelaksanaan program pemberantasan tindak pidana korupsi.

SBY dan Wapres Jusuf Kalla secara khusus mengumpulkan pejabat bidang hukum yakni Kapolri Da'i Bachtiar, Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh dan Ketua KPK Taufiqurahman Ruki.

"Presiden belum puas karena kasusnya banyak, tapi baru beberapa yang tertangani," kata Seskab Sudi Silalahi usai rapat evaluasi program pemberantasan korupsi di Istana Negara, kemarin.Dikatakan, pada langkah awal pemerintah telah mengambil berbagai langkah politik dan hukum untuk mensukseskan pencapaian salah satu misi utama Kabinet Indonesia Bersatu itu.

Sementara Ketua KPK Taufiqurahman Ruki menerima keluhan presiden itu. Taufiqurahman mengaku kinerja jajarannya belum bisa memuaskan harapan masyarakat karena kendala teknis diantaranya KPK masih lembaga baru.

“Jumlah penyidik di KPK saat ini masih jauh dari yang dibutuhkan. Selain itu Indonesia baru punya satu pengadilan anti korupsi. Kalau ada 124 kasus maka harus disidangkan secara bergantian," katanya. Sedang Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh mengatakan jajarannya sudah bekerja dengan baik. Diantaranya menangani kasus dugaan korupsi yang melibatkan pejabat pemerintah dan anggota DPR, baik di daerah maupun pusat.

 

"Kami sudah menangani 124 kasus, beberapa diantaranya siap dilimpahkan ke pengadilan," kata dia.Mengenai kasus yang sudah di-SP3 kan, pihaknya sudah menyiapkan dua dari lima kasus untuk dilimpahkan ke pengadilan. Kasus itu yakni kasus ruislag tanah Lemigas dan pelaksanaan perjanjian technical assistance contract (TAC) Balongan. HPS/AUL

 

  BERITA LAINNYA  
= Janji-Janji Presiden Sulit Sitepati

= Ketidakpuasan Publik Mulai Terekspresikan

= Presiden Belum Puas, 100 Hari Dapat Ponten 4

= 100 Hari SBY-Kalla, Tidak Puas Kinerja Aparat Hukum

= Penanganan Korupsi, SBY Sendiri Belum Puas

= Tajuk Kompas: Kinerja 100 Hari Pemerintah SBY-Kalla

= 100 Hari Pemerintahan SBY Penegakan Hukum Masih Buruk

= Presiden Tidak Puas Kinerja Polisi dan Jaksa

= Sukardi Rinakit: SBY dan Politik "Gusti Ora Sare"

= Presiden SBY, Jangan Cepat Vonis Pemerintah Gagal

= Frans Seda, Budaya 100 Hari

= Noktah Merah Rapor SBY

= Dr J Kristiadi, Hanya Retorika Politik