A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
 
  B E R I T A
 ► Berita
 ► Wawancara
 ► Opini
 ► Editorial
 ► Resensi
 ► Leadership
 ► Berita KIB
 ► Berita Tsunami
 ► Berita 2003
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Majalah
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 

 


 
25 Delegasi

KTT Tsunami 6 Januari


Jakarta TI-04/01/05: Konferensi Khusus Para Pemimpin ASEAN Pascagempa Bumi dan Tsunami (Special ASEAN Leaders Meeting on Aftermath of Earthquakes and Tsunamis) akan berlangsung di Jakarta hari Kamis 6 Januari 2005. Lebih 25 delegasi negara dan lembaga internasional akan menghadiri konferensi tersebut yang akan membahas program-program bantuan bagi negara-negara Asia yang terkena musibah badai tsunami.


Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Kofi Annan juga dipatikan akan menghadiri KTT Tsunami itu. Annan akan berada di Indonesia tanggal 5-8 Januari. Dia akan mengunjungi Aceh pada 7 Januari, didampingi Presiden Bank Dunia James D Wolfensohn, Administrator Program Pembangunan PBB (UNDP) Mark Malloch Brown, dan Wakil Koordinator PBB untuk Penanggulangan Darurat Margareta Wahlstrom.


Konferensi ini merupakan bagian dari solidaritas kemanusiaan global. Ke-25 negara dan lembaga yang akan menghadiri KTT ini antara lain 10 negara ASEAN, India, Sri Lanka, Maladewa, Jepang, China, Korea Selatan, Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, PBB, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Bank Pembangunan Asia dan Bank Dunia.


Dalam siaran pers Kantor Presiden RI yang disampaikan Lembaga Informasi Nasional kepada Tokoh Indonesia, Senin 3/1/05, dijelaskan konferensi ini dilaksanakan di Indonesia sebagai penghormatan dan juga permintaan dari banyak negara sahabat agar semua pihak mengerti besarnya kerusakan dan korban akibat bencana ini, terutama di Indonesia.


Namun, Presiden dalam Rapat Kabinet Terbatas, Minggu malam 2/1/05 pukul 20.00 WIB di Cikeas yang antara lain dihadiri Menko Polhukam, Menlu, Menkeu dan Mensesneg, mengingatkan dan menegaskan meskipun Indonesia menjadi tuan rumah, Pemerintah RI tetap akan memprioritaskan penanganan tanggap darurat yang sudah dilaksanakan di Aceh.
Presiden menginstruksikan agar penyelenggaraan konferensi ini tidak mengurangi konsentrasi memobilisasi sumberdaya nasional dalam mengatasi bencana ini, melain justru harus semakin meningkatkan tekad.


Selain atas permintaan berbagai negara sahabat, gagasan penyelenggaraan konferensi internasional sebenarnya sudah disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat ditelepon oleh Sekjen PBB Kofi Annan, Presiden Amerika Serikat George Walker Bush dan Perdana Menteri Belanda JP Balkenende.  *e-ti/lin

  Berita Lainnya  

:: KTT Tsunami 6 Januari

:: Pengungsi Terus Bertambah

:: Difasilitasi Penerbangan Gratis

:: Daftar (Jumlah) Korban Tsunami di Aceh dan Sumut

:: Presiden: Gelar Konferensi Korban Tsunami

:: Posko Penanganan Bencana Aceh

 

Relawan dan Bantuan

Difasilitasi Penerbangan Gratis

Jakarta 31/12/04: Dalam upaya memperlancar pengiriman relawan dan penyaluran bantuan kemanusiaan ke Aceh dan Sumut, pemerintah melalui Kementerian Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) memfasilitasi pengangkutan (penerbangan) secara cuma-cuma.

 

=> Daftar (Jumlah) Korban Tsunami di Aceh dan Sumut