Paca Tsunami H-20
81.665 Korban Dimakamkan
Jakarta 16/01/05: Bakornas PBP Posko Gempa Tsunami Aceh dan Sumut
melaporkan secara keseluruhan sampai hari Sabtu 15/1/05 korban gempa dan
gelombang tsunami di NAD yang telah dievakuasi dan dimakamkan 81.665
jenazah. Sementara jumlah korban hilang dilaporkan 132.172 orang.
Sementara di Sumatera Utara korban meninggal 130 orang dan hilang 24
orang.
Dalam siaran pers Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan
Penanganan Pengungsi (Bakornas PBP) POSKO Gempa Tsunami Aceh dan Sumut
yang disebarkan Media Center LIN itu diinformasikan, sepanjang hari
Jumat 14/1/05 telah dievakuasi 3.529 jenazah, yakni Banda Aceh 2.658
jenazah, Pantai Barat 793 jenazah, dan Pantai Timur 78 jenazah.
Keseluruhan jenazah tersebut dimakamkan di tujuh lokasi, yaitu desa
Lambaro, Cot Goe, Gurah, Lampague, Ulee Lhue, Kelungrewit dan Lhoknga.
Sementara, jumlah pengungsi sampai 13 Januari 2005 adalah sebanyak
394.285 jiwa, di 64 lokasi. Mereka segera ditempatkan pada penampungan
sementara di 24 lokasi yakni Banda Aceh 7 Lokasi 10.500 orang, Aceh
Barat (lokasi Kuala Bubun, Sama Tiga, Meu Rebou dan Lapang) 5000 Orang
3. Aceh Jaya, Lokasi Lamno, 2000 orang, Aceh Jaya (lokasi Calang), Aceh
Timur (lokasl Simpang Ulim) 300 orang, Aceh Ucara (lokasi Reuleut) 2000
orang, Bireun (lokasi Peudada, Samalanga) 3000 orang, Pidie (lokasi
Kembang Tanjung, Keuniree) 2500 orang.
Sementara progres relokasi sampai 13 Januari 2005 di Aceh Timur di
Simpang Uliem (80%), Aceh Utara/Lhokseumawe, Bireun, Pidie dan Aceh
Besar serta Aceh Barat masing-masing 5%, Banda Aceh dan Aceh Jaya
masing-masing 7%, Nagan Raya dan Aceh Barat Daya (Abdya) masih 0%.
Dibidang kesehatan, telah dilakukan imunisasi 7.285 orang; kaporitisasi
36 lokasi; penyemprotan nyamuk, 76 lokasi; Vitamin A 6.370 dan Bubur asi
910. Field hospital dan floating hospital di pantai barat didirikan oleh
Jerman, TNI AL dan Singapura. Adapun jenis-jenis penyakit yang diderita
adalah ISPA 1.029 orang, diare 102 orang, malaria 4 orang, dan campak 2
orang.
Rumah sakit yang sudah berfungsi 100 persen pada 13/1/05 yaitu RS Kesdam,
RS Fakinah dan RS Harapan Bunda. Sedangkan RS Zaenal Abidin (23 persen).
RS ZA sendiri, sampai saat ini didukung oleh 22 orang pegawai, pasien
yang berobat jalan 204 dan dirawat 37 orang.
Kunjungan Wapres
Wakil Presiden Jusuf Kalla berkunjungan ke Meulaboh dan Banda Aceh dalam
rangka sinkronisasi penanganan pasca gempa dan gelombang tsunami di Aceh,
antara lain Tim Pusat dan Tim Daerah. Wapres juga berkesempatan
melaksanakan shalat Jum’at di Masjid Baiturrahman dan menyampaikan
sambutan, serta memberikan bantuan kepada PUI-Aceh. Dalam sambutannya
Wapres akan menyanggupi kebutuhan rehabilitasi Masjid Baiturrahman yang
juga terkena gempa dan gelombang tsunami.
Dalam kesempatan kunjungan itu, Tim Posko Utama mempresentasikan hasil
kegiatan Relokasi dan Pembersihan Kota di Posko Utama Daerah di Banda
Aceh. Dilaporkan bahwa relokasi pengungsi di Aceh Timur sudah mencapai
85% yang dilengkapi WC/gang/jalan masuk dan fasilitas lainnya. Di
titik-titik lokasi penampungan lain, realiasi relokasi pengungsi masih
berkisar 0% - 8%, disebabkan oleh faktor 'land clearing' dan kesulitan
transportasi material dari dan ke lokasi (terisolir atau infrastruktur
rusak).
Menko Kesra Alwi Shihab selaku Ketua Harian Tim Penanggulangan Bencana
Aceh mengungkapkan dua hal pokok arahan Wapres itu. Pertama, kebersihan
kota yang berkaitan erat dengan evakuasi. Kedua, relokasi jangan sampai
terlambat, karena akan membawa dampak ketergantungan kepada bantuan
pihak asing.
Alwi mengatakan apabila relokasi dapat diselesaikan, pihak asing tidak
lagi diperlukan, karena pengungsi sudah terpusat dan dapat dilakukan
pembinaan secara terkoordinasi oleh pemerintah dan Satkorlak.
Selain itu, Alwi Shihab kembali menyampaikan seruan Wapres, bahwa field
hospital dan bantuan lain dari pihak asing, akan diatur dan dijadwalkan
sesuai dengan kebutuhan, baik waktu maupun lokasi penempatannya. Hal ini
karena setiap bantuan yang diberikan, apakah itu material maupun jasa,
akan diperhitungkan dalam schema bantuan satu negara secara keseluruhan.
Karena itu, pemanfaatan bantuan pihak asing harus dihemat, karena proses
rehabilitasi akan membutuhkan waktu yang panjang.
UNHCR dan Perbankan
Sementara itu, UNHCR sebagai salah satu badan dunia yang mengurusi
masalah pengungsi, dalam keterangan persnya di Pendopo Gubernuran
Propinsi NAD (15/1/05), melalui perwakilannya Mr. Mans Nyberg,
menjelaskan bahwa UNHCR berencana memberikan bantuan berupa tenda (new
light weight emergency tent) yang dapat dimuati oleh 5 – 10 orang. Badan
dunia dibawah PBB ini akan lebih fokus ke Pantai Barat Aceh, karena
Banda Aceh dan sekitarnya relatif sudah banyak mendapat bantuan.
Pada hari yang sama (15/1/05), Deputi Senior Bank Indonesia (BI),
Miranda Goeltom bersama Masyarakat Perbankan Indonesia mengadakan
kunjugan ke Banda Aceh. Mereka menyerahkan bantuan sejumlah Rp.16 milyar
lebih dan US$ 70.000 yang berasal dari masyarakat perbankan nasional.
Untuk jangka panjang, masyarakat perbankan akan membangun infrastruktur
berupa Gedung Sekolah disamping dana untuk membiayai pendidikan anak
yatim piatu. Akan
dibangun pula 1.000 unit rumah sederhana yang memenuhi persyaratan
sosial dan kesehatan diutamakan untuk penduduk yang rumahnya hancur.
Di bidang perbankan, akan diberikan keringanan kredit bagi pengusaha
kecil dan menengah yuang terkena bencana dan tidak akan dianggap sebagai
tunggakan kredit.
Dari 18 BPR di wilayah kerja BI Banda Aceh, 9 BPR kondisinya normal
sedangkan 9 BPR lainnya kondisinya belum jelas.
Save the Children
Sehari sebelumnya (14/1/05), LSM “Save the Children”, melalui Senior
Media Relations-nya, Ms. Eileen Burke dan Laura Concrad di Pendopo
Gubernuran Propinsi NAD memberikan keterangan pers mengenai “progress
programme”, terutama tentang penanganan anak-anak korban bencana gempa
dan gelombang tsunami.
Bekerjasama dengan Muhammaddiyah, lembaga nirlaba ini telah melakukan
pendataan anak-anak yang terpisah dari keluarganya. Dari 7.489 pengungsi
di 17 tenda di Kec. Syiah Kuala dan Kec. Kuta Alam, 1.427 di antaranya
adalah anak-anak.
Website Dinas Infokom
Menkominfo dan Kepala LIN hari Jumat 14/1/05 mengunjungi Media Center
LIN di Pendopo Gubernur. Pada kesempatan itu Menteri Kominfo memberi
kesempatan kepada wartawan dalam dan luar negeri untuk melakukan
wawancara. Beberapa hal yang menjadi topik wawancara adalah proses
pemulihan, rencana 24 titik relokasi dan keberadaan relawan/tentara
asing dalam memberikan bantuan terhadap bencana gempa bumi dan gelombang
tsunami.
Kemudian dalam kunjungan ke kantor Dinas Infokom Prop. NAD, Menkominfo
dan Kepala LIN menyaksikan peluncuran websiteMedia Center Dinas Infokom
Provinsi NAD dengan alamat
www.acehdb-lin.info.
Di tempat yang sama Menteri Kominfo Sofyan Djalil juga
melakukan siaran langsung sebagai pertanda diresmikannya Radio As-Syifa,
yang beroperasi pada frekwensi 90,08 FM, di lantai 2 Kantor Dinas Infokom
Provinsi NAD, yang disebarluaskan ke seluruh jaringan Radio Delta yang
tersebar di tanah air. Pada kesempatan ramah-tamah dengan kru, Menteri
berpesan agar dalam mengelola Radio As-Syifa FM lebih menitikberatkan
pada “pendekatan hati”. *e-ti/LIN-mlp |
|
|
|