Ekonomi
Pasar Sambut Dingin Kabinet
Jakarta 21/10/2004: Pasar menyambut dingin Kabinet Indonesia Bersatu,
khususnya tim ekonomi, yang diumumkan Rabu tengah malam dan dilantik pagi Kamis 21 Oktober 2004.
Perdagangan bursa yang semula diharapkan bergerak naik justru
dingin dan malas bergerak, bahkan meluncur negatif. Begitu juga
rupiah, justru tertekan dan melemah.
Indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Jakarta bahkan sempat jatuh
sampai 16,196 poin,. Untunglah kembali rebound pada sesi sore. Sehingga
penurunan indeks tertahan di posisi 834,169, turun 6,622 poin atau 0,787
persen. Hanya 30 jenis saham yang mencatat kenaikan kurs, sementara 88
jenis saham lainnya tidak berubah harganya. Transaksi saham hanya
tercatat 1,4 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 903 miliar.
Investor asing kembali mencatatkan diri sebagai pemain yang net seller
senilai Rp 63,507 miliar.
Sementara di pasar spot antarbank, nilai tukar rupiah juga terpuruk 50
poin menjadi Rp 9.130 dari sehari sebelumnya Rp 9.080 per dollar AS.
Pelaku pasar uang, seperti dikutip Reuters juga merespons secara terbatas
atas pengumuman susunan Kabinet Indonesia Bersatu. Padahal, sebelumnya
seiring janji perubahan yang diusung Susilo Bambang Yudhoyono, berbagai
analis berharap nilai tukar rupiah bisa naik menjadi di bawah 9.000 per
dolar AS.
Sinyal ini setidaknya menjadi peringatan bahwa ada keraguan di pasar
terhadap Kabinet Indonesia Bersatu. *e-ti
|
|
|
|