Presiden Megawati
Anugerahkan 12 Bintang Jasa
Jakarta 14/8/2004: Pemerintah menganugerahkan Bintang Mahaputera Utama,
Bintang Jasa Utama, dan Bintang Jasa Pratama kepada 12 tokoh Indonesia
yang dinilai berjasa di bidangnya masing-masing. Penganugerahan
diberikan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri, Sabtu (14/8/2004) di
Istana Negara, Jakarta, dalam rangkaian peringatan hari ulang tahun
ke-59 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
Bintang Mahaputera Utama diberikan kepada empat tokoh yakni guru besar
hukum lingkungan Universitas Gadjah Mada Koesnadi Hardjasoemantri,
mantan Kepala Kepolisian RI almarhum Jenderal Polisi (Purn) Hoegeng Iman
Santoso, almarhum Mochtar Lubis, dan tokoh nasional almarhum Ny Hj
Supeni.
Bintang Jasa Utama adalah diberikan kepada 7 tokoh yakni tokoh perempuan
Ny Aisyah Amini, Inspektur Jenderal Departemen Dalam Negeri Sarundajang,
Wakil Ketua II Perkumpulan Budi Kemuliaan Ny Minarsih Soedarpo
Sastrosatomo, dan guru besar Universitas Indonesia/Kepala Bagian Bedah
Syaraf Rumah Sakit Cipto Mangukusumo (RSCM) Jakarta Padmosantjojo,
pensiunan ahli peneliti di Pusat Penelitian Kimia LIPI Lindajati
Tanuwidjaja, pensiunan ahli peneliti utama pada pusat penelitian
bioteknologi LIPI Susono, dan ahli peneliti utama pada pusat penelitian
fisika LIPI Suwarto Martosudirdjo.
Sementara Bintang Jasa Pratama diberikan kepada Bupati Hulu Sungai
Tengah Saiful Rasyid yang dinilai berhasil dalam mengembalikan fungsi
hutan lindung pegunungan Meratus dan juga dinilai berhasil meningkatkan
produktivitas pertanian dan mencegah banjir melalui pembangunan irigasi
Batang Alai sebagai irigasi pedesaan yang dapat meningkatkan lahan
pertanian.
Para penerima Bintang Mahaputera Utama dinilai berjasa di bidang
masing-masing.
Koesnadi dinilai berjasa karena ikut mengembangkan pendidikan,
merumuskan berbagai peraturan perundangan tentang lingkungan hidup dan
penataan ruang serta berjasa di bidang kebudayan karena ikut berjuang
mengembalikan benda-benda budaya dari Belanda ke Indonesia. Salah
satunya adalah Patung Prajna Paramita (Ken Dedes).
Mantan Kapolri, Jenderal Polisi Hoegeng dinilai sebagai tokoh sederhana
dan berdedikasi tinggi dalam melaksanakan tugas. Juga dinilai sebagai
aparat penegak hukum yang sangat menjunjung supremasi hukum, serta
pencetus gagasan wajib penggunaan helm bagi pengendara sepeda motor.
Mantan Wartawan Mochtar Lubis dinilai berjasa ikut mempertahankan
kemerdekaan ketika pemerintah pusat dipindahkan ke Yogyakarta, dengan
cara tetap memimpin perwakilan Kantor Berita Antara di Jakarta.
Sementara itu, Hj Supeni dinilai sebagai pelaku penting Pergerakan
Organisasi Perempuan di Perwari dan Kowani. Mantan duta besar keliling
merangkap Wakil Menteri Luar Negeri sebagai Wakil Ketua I Delegasi
Indonesia di PBB ini juga ikut berjuang merebut Irian Barat, melalui
forum PBB.
Sejumlah pejabat tinggi negara dan tokoh-tokoh yang pernah mendapatkan
anugerah serupa dari pemerintah hadir dalam penganugerahan itu. Antara
lain Wakil Presiden Hamzah Haz, Menteri Dalam Negeri hari Sabarno,
Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Soenarno, Menteri Tenaga Kerja
dan Transmigrasi Jacob Nuwa Wea, Ketua DPR Akbar Tandjung dan mantan
Gubernur DKI Ali Sadikin. *e-ti |
|
|
|