ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Search     A   B     D     F       I       L     N   O   P   Q   R   S     U     W     Y   Z
BERITA

:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::

C © updated 140803
INDEX BERITA   

garis

:::::: Berita garis

:::::: Wawancara garis
:::::: Opini
garis
:::::: Editorial
garis
:::::: Resensi
garis
:::::: Leadership
garis
:::::: Selamat HUT
garis
:::::: Pernikahan
garis
:::::: In Memoriam
garis
:::::: Sebelumnya
garis
:::::: Redaksi
garis

 
garis
garis

 

HUT RI-58

39 Penerima Tanda Jasa


Jakarta 14/8/03: Dalam rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-58 Presiden Megawati Soekarnoputri, Kamis 14/8/03 di Istana Negara, menganugerahkan 39 tanda jasa teridiri dari dua Bintang Mahaputra Adipradana, dua Bintang Jasa Utama, 16 Bintang Budaya Parama Dharma, serta 19 Satya Lencana Kebudayaan, kepada putra-putri bangsa yang telah berjasa di bidangnya masing-masing.

Dua penerima Bintang Mahaputra Adipradana adalah Letjen (purn) TNI Ali Sadikin dan Prof Dr Purbatjaraka (alm), yang dinilai berjasa luar biasa kepada bangsa dan negara di suatu bidang tertentu, di luar bidang militer.

Dua penerima Bintang Jasa Utama adalah Ismeth Abdullah (saat ini menjabat Ketua Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam) dan Jenderal Andre George Latahnotahn (alm), warga Kanada yang telah berjasa dalam memperjuangkan pengakuan kemerdekaan RI pada 1949.

Ismeth dinilai berjasa khususnya dalam meningkatkan pertumbuhan industri kecil dan menengah yang berbasis teknologi. Ia juga dinilai memiliki visi yang jauh ke depan melalui inisiatif dan dukungan pada program-program untuk mewujudkan Pulau Batam sebagai Intelligent Island dan Bio Island.

Penerima tanda kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma --yang sederajat dengan Bintang Jasa Utama-- dianugerahkan kepada para seniman dan budayawan yang memang telah diakui luas keberhasilannya mengangkat seni dan kebudayaan Indonesia, yakni: Teuku Abdullah, Edhi Sunarso, Sardono W Kusumo, Ki Empu Djeno Harum Brodjo, AA Navis, Djaduk Jayakusuma (alm), Kanjeng Raden Tumenggung Joyodipuro, Tan Tjeng Bok, Bing Slamet, Ki Suratman, I Gusti Bagus Sugriwa, I Ketut Maryo, Christine Hakim, AT Mahmud, Vivi Young, dan Mis Cicih.

Jenis tanda jasa kehormatan tertinggi RI adalah: Bintang Republik Indonesia (tingkatan Adipurna, Adipradana, Utama, Pratama, dan Nararya) dan Bintang Mahaputra (Bintang Budaya Parama Dharma, Satya Lencana Pembangunan, dan Satya Lencana Kebudayaan).

Mereka yang telah memperoleh penghargaan Bintang Republik Indonesia adalah semua presiden dan wapres RI, Jenderal Sudirman, A Wahid Hasyim, Mr Sartono, AA Maramis, LN Palar, dan Sjafruddin Prawiranegara.


Dewan Tanda-Tanda Kehormatan (DTK) RI saat ini diketuai mantan Gubernur DKI Surjadi Soedirdja dengan Sekjen Tb Hasanuddin, anggotanya terdiri dari Emil Salim, Sarwono Kusumaatmadja, Juwono Sudarsono, Susilo Bambang Yudhoyono, serta Roeslan Abdulgani.

Sekjen Dewan Tanda-Tanda Kehormatan RI (DTK RI) Mayjen Tb Hasanuddin, mengatakan pengajuan usul penerima tanda kehormatan itu bisa oleh siapa saja, perorangan, lembaga, istansi dan sebagainya, melalui Dewan Tanda-Tanda Kehormatan. *e-ti

  

Jusuf Kalla

Dinyatakan Lolos Konvensi

Jakarta 4/8/03: Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Jusuf Kalla yang didukung 26 DPD Partai Golkar mengembalikan formulir calon presiden kepada panitia konvensi Partai Golkar, Senin siang 4/8/03. Rombongan Jusuf Kalla diterima langsung oleh Ketua Harian Panitia Konvensi Slamet Effendi Jusuf.

== SBY Tidak Pernah Berniat Ikut Konvensi Golkar
== Aritonang dan Hidayat Jadi Kapolda

== Syahrial Oesman Terpilih Gubernur Sumsel


 


Copyright © 2003 Ensiklopedi Tokoh Indonesia. All right reserved. Design and Maintenance by Esero