ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Search     A   B     D     F       I       L     N   O   P   Q   R   S     U     W     Y   Z
BERITA

:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::

C © updated 220703
INDEX BERITA   

garis

:::::: Berita garis

:::::: Wawancara garis
:::::: Opini
garis
:::::: Editorial
garis
:::::: Resensi
garis
:::::: Leadership
garis
:::::: Selamat HUT
garis
:::::: Pernikahan
garis
:::::: In Memoriam
garis
:::::: Sebelumnya
garis
:::::: Redaksi
garis

 
garis
garis

 

PK Sejahtera

Jaring Capres Emas


Jakarta 21/7/03: Partai Keadilan Sejahtera direncanakan akan melakukan penjaringan calon presiden berbasis kader dan masyarakat satu bulan mendatang dengan nama Jaring Capres Emas. Ketua Umum PK Sejahtera Hidayat Nurwahid di Jakarta mengatakan PK Sejahtera menjamin calon presiden dan wakil presiden pilihannya memiliki kriteria yang jauh lebih baik dibanding syarat yang tercantum dalam UU Pemilihan Presiden.

Menurutnya, kandidat adalah orang yang bertakwa, berakhlak mulia, dan istiqomah (teguh pendirian) dalam melaksanakan amanat rakyat sebagai pemimpin. “Dia juga minimal lulusan sarjana strata satu, memiliki kompetensi intelektual, dan terutama tak berstatus terdakwa,” Hidayat Nurwahid yang baru terpilih sebagai Ketua Umum PK Sejahtera menggantikan Almuzammil Yusuf dalam Majelis Syuro PK Sejahtera I yang berlangsung 18-20 Juli 2003.

Hidayat yang sebelumnya menjabat Presiden PK ini mengatakan dengan syarat-syarat tersebut diharapkan kelak negara akan memiliki figur pemimpin yang mampu membawa rakyat keluar dari berbagai krisis. PK dinyatakan melebur ke PKS dan dideklarasikan pada 20 April 2003 lalu. *e-ti

Lalu Serinata

Terpilih Gubernur NTB 2003-2008


Pasangan Drs H Lalu Serinata dan Drs H Bonyo Tamrin Rayes meraih suara terbanyak dalam pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat periode 2003-2008, dalam Rapat Paripurna DPRD NTB, Mataram, Senin 21/7/03.

Pasangan Serinata (Ketua DPRD NTB) dan Tamrin (Sekda Kabupaten Sumbawa) yang dicalonkan Fraksi Persatuan Pembangunan (F-PP) dan Fraksi Al-Islamy (masing-masing memiliki enam kursi) meraih 28 suara dari 55 anggota Dewan (tujuh fraksi). Sedangkan pesaingnya pasangan Drs Harun Al Rasyid (Gubernur NTB) dan Ir Nanang Samodra KA (Sekda Pemerintah Provinsi NTB) yang dicalonkan F-PDIP (memiliki tujuh kursi) meraih 14 suara. Pasangan yang dicalonkan F-PG (fraksi mayoritas, dengan 21 kursi, dan memperoleh restu DPP-Partai Golkar) H Mesir Suryadi (Ketua DPD Partai Golkar NTB) dengan Ismaildin Wahab (pensiunan pegawai negeri) hanya meraih 13 suara.

Pemilihan Gubernur NTB ini dinilai berjalan demokratis. Gubernur Harun Al Rasyid menyatakan tidak kecewa, sebab dalam pemilihan ada yang kalah dan menang. Maka ia mengimbau pendukungnya agar tidak kecewa.

Gubernur terpilih Serinata mengatakan proses pemilihan berjalan sangat baik dan demokratis karena sejak awal dirancang agar pemilihan berjalan demokratis. Hal senada dikemukakan Tuan Guru Mahali Fikri, dari Pondok Pesantren Nurul Haramain, Narmada, Lombok Barat, mengatakan, "Ini merupakan kemenangan warga NTB, karena yang terpilih adalah putera-putera terbaik NTB". Pelantikan Gubernur/Wakil Gubernur NTB definitif dijadwalkan pada Agustus. *e-ti

Mardijo Dicopot dari Ketua DPD PDIP Jateng


Semarang 21/7/03: Karena nekad mencalonkan diri untuk jabatan Gubernur Jawa Tengah, Mardijo dicopot dari jabatan Ketua DPD PDIP Jateng oleh DPP PDIP. Bersama Mardijo ikut dicopot Wuwuh Beno Nugroho dari jabatan Sekretaris DPD PDIP Jateng. Keduanya dikenai snksi karena dinilai tidak loyal mendukung rekomendasi DPP PDIP untuk mencalonkan Mardiyanto, Gubernur Jateng saat ini.

Menurut Soetjipto, SK untuk Mardijo dikeluarkan Minggu malam (21/7) dan ditandatangani oleh Ketua Umum DPP PDIP dan Sekjen DPP PDIP. Alasannya, Mardijo tetap ngotot mencalonkan diri sebagai Gubernur Jateng periode 2003-2008 kendati tidak diizinkan DPP.

Sementara untuk mengisi jabatan Ketua DPD PDIP Jateng sementara ditunjuk Goenawan Wirosaroyo yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPP PDIP Koordinator Wilayah (korwil) Jawa-Bali. Menurut Goenawan, pencopotan Mardijo dilakukan karena yang bersangkutan tidak mampu memahami dan mengemban tugas-tugas partai sebagaimana yang diputuskan dalam kongres partai yang memberi mandat kepada ketua umum untuk memenangkan pemilu dan mengantarkan Megawati sebagai presiden pada pemilu mandatang. *e-ti

  

Prabowo Subianto

Serius Ikut Capres Golkar


Jakarta 21/7/03: Prabowo Subianto tampaknya serius untuk mengikuti proses Konvensi Pemilihan Calon Presiden dari Partai Golkar. Hal ini terlihat dari langkahnya orang pertama yang telah mengambil formulir pencalonan melalui utusannya Heru Budi Wasesa dan Ali Ahmad di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Senin 21 Juli 2003.

Mantan Danjen Kopassus dan Pangkostrad yang dipensiunkan dini ini diusulkan beberapa organisasi massa, yaitu DPP Kesatuan Organisasi Serba Guna Gotong Royong (Kosgoro) 1957, DPP Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR), DPP Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI), dan DPP Majelis Dakwah Islamiyah, serta satu DPD Partai Golkar, yaitu DPD Jawa Tengah.

Prabowo termasuk satu dari tujuh nama yang telah secara resmi dinyatakan secara administratif lolos dan dapat mengikuti Konvensi Partai Golkar. Enam nama lainnya adalah Akbar Tandjung, Ginandjar Kartasasmita, Agum Gumelar, Sudharmono, Jusuf Kalla, dan Wiranto.

Kepada ketujuh calon ini telah dikirimi surat resmi oleh Panitia Pendaftaran Konvensi Pemilihan Calon Presiden dari Partai Golkar untuk segera mengambil formulir di Sekretariat Panitia DPP Partai Golkar paling lambat 30 Juli 2003. Selanjutnya, formulir diisi dan diserahkan ke Sekretariat Panitia paling lambat 7 Agustus 2003. *e-ti




 

Copyright © 2003 Ensiklopedi Tokoh Indonesia. All right reserved. Design and Maintenance by Esero