ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Search     A   B     D     F       I       L     N   O   P   Q   R   S     U     W     Y   Z
BERITA

:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::

C © updated 070703
INDEX BERITA   

garis

:::::: Berita garis

:::::: Wawancara garis
:::::: Opini
garis
:::::: Editorial
garis
:::::: Resensi
garis
:::::: Leadership
garis
:::::: Selamat HUT
garis
:::::: Pernikahan
garis
:::::: In Memoriam
garis
:::::: Sebelumnya
garis
:::::: Redaksi
garis

 
garis
garis

 

Mukernas PKB Matori

Gagas Partai Baru

Semarang 6/7/03: Mukernas PKB Batutulis yang dipimpin Matori Abdul Djalil menggagas pembentukan partai baru jika gugatannya soal keabsahan partai lewat pengadilan tetap gagal. Namun Mukernas yang berlangsung 4-6/7/03 di Hotel Patra Semarang Convention Hotel itu belum menetapkan nama partai baru tersebut. Walaupun sudah muncul dua nama alternatif, yakni Partai Kebangkitan Demokrasi (PKD) dan Partai Kebangkitan Rakyat (PKR).

Matori mengatakan sebenarnya ia menghendaki penyelesaian lewat proses hukum. Tapi jika tetap kalah di pengadilan berarti tidak ada istilah islah lagi. "Islah baru kita lakukan jika kita menang di pengadilan," katanya. Ditambahkan, sebagai warga nahdliyyin pihaknya tetap akan memperhatikan hasil rapat pleno di Ponpes Maslakul Huda, Kajen, Pati, pada 7-8 Juli. Ketua Dewan Syuro KH Dimyati Rois juga menyatakan persetujuannnaya atas keputusan rencana membentuk partai baru itu. "Saya baru kali ini menyetujui. Sebelumnya saya tetap memilih islah, islah, dan islah." *e-ti

Bachtiar Chamsyah

Bantah Keluar dari PPP

Kuningan 3/7/03: Tokoh Parmusi (Persaudaraan Muslim Indonesia) Bachtiar Chamsyah secara tegas menyatakan tidak akan keluar dari Partai Persatuan Pembangunan kendati mengaku dirinya telah dinantikan oleh sejumlah partai politik menyusul kekecewaannya terhadap Muktamar V PPP awal Mei lalu.

Menurut Bachtiar kepada Kompas di Kuningan, Kamis (3/7), opini politik yang menyatakan dirinya telah keluar dari PPP dan bergabung dengan Partai Keadilan pimpinan Hidayat Nurwahid ataupun masuk PPP Reformasi pimpinan Zainuddin MZ adalah tidak benar. Bachtiar menyatakan pendapat itu hanya gosip politik belaka.

"Buat apa saya keluar (dari PPP). Pertemuan saya dengan Pak Hidayat dan Zainuddin MZ untuk memperkuat silaturahmi. Tidak ada yang luar biasa," katanya.

Ditegaskan, selama ini dirinya tak pernah menyatakan keluar dari PPP. "Yang saya katakan bahwa Parmusi tidak ada hubungan dengan PPP karena Parmusi itu organisasi masyarakat," katanya.

Secara konstitusional, katanya, Parmusi independen dan tidak berhubungan dengan satu partai politik pun. Dalam Anggaran Dasar dan Rumah Tangga Parmusi juga tidak menyebut afiliasi politik, tetapi kader Parmusi disarankan menjalin silaturahmi dengan Partai Bulan Bintang. Namun, secara historis dan konvensi banyak kader Parmusi menyampaikan aspirasi politiknya ke PPP dan itu sudah berlangsung lama.

"Jadi kalau ada warga Parmusi yang menjadi kader PPP, itu adalah berdasarkan konvensi yang sudah berlangsung bertahun-tahun. Lalu, buat apa saya keluar. Kecewa itu perasaan manusiawi. Kita harus belajar menghormati pilihan rakyat," tambahnya.

Bachtiar mengakui pascaMuktamar V PPP bulan Mei lalu, dirinya sempat ditunggu oleh sejumlah partai politik dan secara intens menjalin hubungan dengan Presiden Partai Keadilan Hidayat Nurwahid serta Ketua Umum PPP Reformasi Zainuddin MZ dalam sejumlah pertemuan. *e-ti/kompas

  

Manuver F-18

Bentuk Arogansi Amerika

Jakarta 6/7/03: Jika terbukti terjadi pelanggaran teritorial oleh penerbang pesawat F-18 Hornet Angkatan Laut Amerika Serikat di barat laut Pulau Bawean, Jawa Timur, Kamis pekan lalu, maka hal tersebut jelas merupakan bentuk arogansi AS. Pihak TNI Angkatan Udara pun sepatutnya segera memberi ketegasan, apakah manuver kelima pesawat AS tersebut melanggar batas-batas wilayah kedaulatan RI atau tidak.

Demikian dikemukakan pengamat politik dan militer dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) J Kristiadi dan Salim Said secara terpisah di Jakarta, Minggu (6/7) malam. Mereka dimintai tanggapannya soal manuver pesawat F-18 Hornet Angkatan Laut (AL) Amerika Serikat (AS) di Bawean yang bahkan nyaris terjadi baku tembak dengan pesawat F-16 TNI Angkatan Udara (AU). *e-ti/kompas

Copyright © 2003 Ensiklopedi Tokoh Indonesia. All right reserved. Design and Maintenance by Esero