|
|
ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA |
|
| Search |
|
|||||||||||||||
|
|
|
|||||||||||||||
|
|
|
|
|
|||||||||||||
| :: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka :: | ||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||
|
|
C © updated 200703 | |||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
PDI-PLirik Koalisi dengan Islam dan TimurJakarta 19/7/03: Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan juga mulai melirik kemungkinan membangun koalisi dengan dua pendekatan, yaitu melirik kekuatan Islam dan wilayah Timur. Wakil Sekretaris Jenderal PDI-P Pramono Anung mengungkapkan hal itu kepada wartawan di Jakarta, Jumat 18/7/03. Kedua basis itu dinilai memiliki kekuatan massa yang riil untuk memasuki pertarungan merebut hati rakyat dalam Pemilihan Umum 2004. Dijelaskan, pendekatan pertama berdasarkan basis dukungan, yaitu partai-partai nasionalis yang memiliki tradisi keagamaan (Islam), baik yang tradisional maupun yang modernis. Pendekatan kedua, adalah kewilayahan untuk mendapatkan dukungan yang sama dari wilayah Barat dan Timur. Figur Megawati Soekarnoputri yang selama ini mendapat dukungan mayoritas dari wilayah Barat, harus juga memikirkan untuk mengakomodasi wilayah Timur. *e-ti Menko Kesra Yakin Pertumbuhan 7 PersenSingapura, Kompas 18/7/03: Menko Kesra Jusuf Kalla menyatakan Indonesia mempunyai potensi besar meraih pertumbuhan ekonomi 7 persen dan bahkan lebih jika berbagai aspek dalam negeri, seperti masalah equality (pemerataan), prosperity (kemakmuran), poverty (kemiskinan), keadilan, pengangguran, politik, dan keamanan, ditangani lebih baik. "Faktor lain yang membangkitkan asa lebih ialah kenyataan bahwa pertumbuhan ekonomi beberapa tahun silam bisa mencapai 3,5-4 persen, padahal ketika itu negeri ini mengalami sejumlah riak. Menariknya, dalam situasi banyak riak seperti itu saja perekonomian bisa lumayan baik, bagaimana kalau ekonomi dan beberapa bidang lain tersebut ditangani lebih serius," ujarnya dalam diskusi di Institute of Defence and Strategic Studies di Singapura, sebagaimana dilaporkan wartawan Kompas Abun Sanda, Jumat (18/7). Dalam diskusi yang dipandu Direktur Institute of Defence and Strategic Studies Dr Barry Desker itu, Jusuf Kalla menjadi pembicara tunggal dan para analis politik, periset, ekonom, serta wartawan Singapura menjadi penanya. Jusuf Kalla mengungkapkan itu ketika menjawab pertanyaan tentang ramainya pemberitaan di media massa bahwa ia ikut terjun dalam kancah persaingan calon potensial Presiden RI dari Partai Golkar. Jusuf Kalla menyatakan ia sama sekali tidak ambisius untuk menjadi Presiden RI. Akan tetapi, ia melihat adanya peluang ikut memajukan negerinya sebagai bangsa yang terpandang di muka Bumi. * PBB Pertama Pastikan Ikut PemiluJakarta 18/7/03: Partai Bulan Bintang tampil sebagai partai politik pertama yang memastikan diri akan menjadi peserta Pemilihan Umum 2004. Sesuai hasil verifikasi yang dilakukan oleh Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia yang telah meloloskan 9 partai politik berbadan hukum, termasuk PBB. PBB sebagai salah satu dari enam parpol yang lolos electoral threshold , berhak menjadi peserta pemilu tanpa harus mengikuti proses seleksi di Komisi Pemilihan Umum. Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra dalam acara Milad ke-5 PBB di Jakarta, Kamis 17/7/03 malam mengatakan untuk menghadapi Pemilu 2004 selama ini PBB memang lebih memfokuskan tugas dan kerjanya untuk membangun jaringan di daerah-daerah. Yusril mengungkapkan saat ini PBB sudah memiliki 6,4 juta anggota yang memiliki kartu anggota. Ia berharap menjelang Pemilu 2004 kekuatannya bisa mencapai 10 juta orang. “Kalau pada pemilu mendatang PBB hanya dipilih oleh orang yang punya kartu anggota saja, artinya sudah cukup baik,"ujarnya. Mengenai kengukinan koalisi, Yusril mengatakan partainya terbuka menjalin kerja sama dengan semua golongan kecuali satu golongan, yaitu komunis. Semua pendukung demokrasi berhak untuk hidup, dan hanya satu kelompok yang tidak berhak hidup, yaitu kelompok yang anti demokrasi. Namun ia menegaskan masih terlalu dini untuk menentukan parpol mana yang akan diajak untuk melakukan koalisi itu. Pasalnya, saat ini belum terlihat kekuatan riil dari semua partai yang ada. |
PAN Targetkan 15 PersenKetua Umum DPP PAN Amien Rais menegaskan optimis dapat meraih suara di parlemen sebesar 15 persen. PAN juga optimis bisa merebut posisi tiga besar. "Syukur-syukur sih bisa dua besar. Kalau dalam polling-polling, PAN jauh lebih besar, tetapi seberapa besar saya tidak bisa mendahului takdir. Insya Allah," kata Amien Rais seusai verifikasi partai politik yang dilakukan oleh Tim Verifikasi Parpol Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia di Kantor DPP PAN, Jumat. PAN Partai Amanat Nasional (PAN) telah dinyatakan lolos pada verifikasi di tingkat Dewan Pimpinan Pusat. Tim Verifikasi Parpol dari Depkeh dan HAM dipimpin oleh Ketua Tim Verifikasi Ramli Hutabarat. Dalam verifikasi yang dihadiri oleh seluruh pengurus DPP PAN itu, Amien Rais sempat kebingungan ketika ditanyakan kartu tanda penduduk (KTP) asli. Karena KTP Amien dibawa oleh ajudannya. *e-ti
|
|||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
| Copyright © 2003 Ensiklopedi Tokoh Indonesia. All right reserved. Design and Maintenance by Esero |