|
|
ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA |
|
| Search |
|
|||||||||||||||
|
|
|
|||||||||||||||
|
|
|
|
|
|||||||||||||
| :: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka :: | ||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||
|
|
C © updated 310703 | |||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
33 Bakal Capres GolkarAkbar Maju, Cak Nur MundurJakarta 30/7/03: Hingga batas terakhir pengajuan nama bakal calon presiden oleh Dewan DPD I Partai Golkar seluruh Indonesia, pukul 24.00 Rabu 30 Juli 2003, panitia Konvensi Pemilihan Calon Presiden Partai Golkar telah menerima 33 nama. Lima besar di antaranya adalah Surya Paloh dan Aburizal Bakrie masing-masing didukung 27 DPD, Wiranto 25 DPD, Jusuf Kalla 24 DPD, dan Akbar Tandjung 21 DPD. Sementara itu, Nurcholish Madjid yang memperoleh dukungan dari 14 DPD secara resmi menyatakan mundur dari peserta konvensi Partai Golkar. Dia mengemukakan dua alasan pokok pengunduran dirinya, yaitu perbedaan nilai dan platform dalam menegakkan good governance dan keikutsertaan Akbar Tandjung dalam konvensi (sebagai the last hard proof – bukti kuat terakhir). Paada sore hari sebelumnya, Akbar Tandjung telah mengambil formulir dan menyatakan siap mengikuti konvensi. Akbar mengemukakan dua alasan yang mendorongnya ikut konvensi, yakni permintaan dari berbagai ormas dan DPD I Partai Golkar dan karena kelembagaan sebagai Ketua Umum Golkar merasa patut ikut konvensi. Konvensi ini secara resmi diluncurkan Kamis 10 Juli 2003 oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar. Sehari berikutnya, 11 Juli sampai 30 Juli 2003 dilanjutkan pengusulan bakal calon presiden oleh oleh DPD I Partai Golkar, Ormas nasional dan 500 dukungan perorangan dari lima provinsi. Pendaftaran bakal calon juga dimulai 11 Juli sampai 7 Agustus 2003. Dilanjutkan verifikasi bakal calon pada 1-19 Agustus 2003. Kemudian 21 Agustus -10 Oktober 2003 diberi kesempatan kepada para bakal calon untuk menyosialisasikan visi, misi dan programnya ke sekurung-kurangnya tujuh provinsi. Bentuknya berupa kegiatan kampanya monologis, dialogis, diskusi interaktif di media elektronik dan kegiatan sosial. Hampir bersamaan, konvensi daerah kabupaten/kota diselenggerakan 1 September sampai 8 Oktober. Pada fase ini DPD kabupaten/kota menyaring calon menjadi lima melalui voting tertutup dengan hak suara DPD kabupaten/kota 3 suara (voting block), pengurus kecamatan masing-masing 1 suara, DPD AMPG, KPPG, Soksi, Kosgoro, MKGR, AMPI, HWK, Al-Hidayah, MDI dan Satkar Ulama masing-masing 1 suara. Lima besar bakal calon disampaikan ke DPD provinsi. Sementara, konvensi DPD provinsi diselenggarakan antara 7 September sampai 15 Oktober 2003. Di sini bakal calon disaring lagi melalui voting tertutup dengan hak suara DPD provinsi 3 suara (voting block), DPD kabupaten/kota masing-masing 1 suara, DPD AMPG, KPPG, Soksi, Kosgoro, MKGR, AMPI, HWK, Al-Hidayah, MDI dan Satkar Ulama masing-masing 1 suara. Lima besar bakal calon disampaikan ke tingkat nasional. Kemudian 16-18 Oktober 2003 dilanjutkan nominasi bakal calon yakni calon yang didukung sekurang-kurangnya lima DPD provinsi ditetapkan berhak mengikuti prakonvensi. Prakonvensi Nasional digelar pada 20-23 Oktober 2003. Pada fase ini bakal calon disaring lagi menjadi lima calon melalui voting tertutup dengan hak suara DPP 18 suara (voting block), DPD provinsi masing-masing 3 suara (voting block), DPD kabupaten/kota masing-masing 1 suara, DPP AMPG, KPPG, Soksi, Kosgoro, MKGR, AMPI, HWK, Al-Hidayah, MDI dan Satkar Ulama masing-masing 1 suara. Lima besar bakal calon ditetapkan untuk mengikuti Konvensi Nasional. Konvensi Nasional digelar pada 11-13 Februari 2004. Ini tahap terakhir pemilihan satu calon presiden Partai Golkar melalui voting tertutup dengan hak suara DPP 18 suara (voting block), DPD provinsi masing-masing 3 suara (voting block), DPD kabupaten/kota masing-masing 1 suara, DPP AMPG, KPPG, Soksi, Kosgoro, MKGR, AMPI, HWK, Al-Hidayah, MDI dan Satkar Ulama masing-masing 1 suara. Terpilih satu calon presiden Partai Golkar. *e-ti |
PDIP Isyaratkan Koalisi dengan PPPTangerang 30/7/03: PDIP mengisyaratkan berkoalisi dengan PPP pada Pemilu 2004. Perpaduan kedua partai itu merupakan gabungan nasionalis dan Islam. Apalagi Ketua Umum PPP Hamzah Haz dinilai pasangan yang telah teruji dengan Presiden Megawati Sukarnoputri. Ketua DPP PDIP Roy B. B. Janis mengungkapkan hal itu di sela Rakernas PDIP di Hotel Sheraton Bandara, Tangerang, Banten, Rabu 30/703 malam.Disebutkan, lapisan kedua pimpinan kedua partai telah pernah bertemu membahas kemungkinan adanya koalisi. Namun, menurut Roy, Megawati Sukarnoputri belum menanggapi hasil pertemuan tersebut. *e-ti
|
|||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
| Copyright © 2003 Ensiklopedi Tokoh Indonesia. All right reserved. Design and Maintenance by Esero |