ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Search     A   B     D     F       I       L     N   O   P   Q   R   S     U     W     Y   Z
BERITA

:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::

C © updated 160703
INDEX BERITA   

garis

:::::: Berita garis

:::::: Wawancara garis
:::::: Opini
garis
:::::: Editorial
garis
:::::: Resensi
garis
:::::: Leadership
garis
:::::: Selamat HUT
garis
:::::: Pernikahan
garis
:::::: In Memoriam
garis
:::::: Sebelumnya
garis
:::::: Redaksi
garis

 
garis
garis

 

FEUI Adakan

BUMN dan CEO BUMN Award 2003


Jakarta 15/7/03: Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LM FEUI) akan menyelenggarakan BUMN dan CEO BUMN Award. Direncanakan, penyerahan penghargaan BUMN dan chief executive officer (CEO) BUMN Awards 2003 akan dilakukan Presiden Megawati Soekarnoputri dan Menteri BUMN bersamaan dengan diselenggarakannya BUMN Expo pada 17-20 September 2003 di Jakarta.

Kini ada 50 dari 145 perusahaan BUMN akan dinilai sebagai BUMN dan CEO terbaik 2003. Dalam pelaksanaan penilaian itu, LM FEUI melibatkan pakar lembaga pendidikan, praktisi bisnis, tokoh media, dan pihak lain yang memiliki kompetensi terhadap BUMN. Hasil penilaian itu akan diserahkan ke Menteri BUMN dalam upaya pelaksanaan tata kelola yang baik (good corporate governance).

Menurut Konsultan Senior LM FEUI Mochammad Dahsyad kepada pers di Jakarta, Selasa 15/7/03, ada dua aspek utama yang digunakan untuk menetapkan BUMN dan CEO terbaik, yakni berdasarkan kinerja keuangan dan operasional. Namun, tidak melupakan aspek good corporate governance dan manfaat bagi stakeholder.

Untuk kinerja keuangan, BUMN dinilai dari tingkat profitabilitas dan pengembalian, likuiditas, dan solvabilitas. Aspek lain mengacu pada tingkat pertumbuhan produktivitas, efisiensi, dan inovasi. Khusus untuk perbankan, asuransi, dan jasa pembiayaan, parameter yang digunakan adalah keuangan dan operasional yang khusus bagi usaha di bidang ini.
Pemberian penghargaan ini sekaligus sebagai simbol agar BUMN dan CEO-nya yang telah berusaha dan berhasil mengelola perusahaannya dengan baik, diakui kemampuannya. Sehingga masyarakat juga tahu bahwa ada CEO BUMN yang pantas dijadikan teladan.

Sementara itu, Ketua Dewan Juri BUMN & CEO BUMN Award Ruslan Prijadi mengatakan penilaian akan dibedakan berdasarkan BUMN keuangan dan nonkeuangan mengingat bidang usaha dan operasi BUMN yang sangat bervariatif. Kelompok keuangan dibagi lagi menjadi kelompok asuransi, perbankan, dan jasa pembiayaan. *e-ti

Islam Radikal

Tidak Akan Bisa Besar di Indonesia


Jakarta, Kompas16/6/03: Umat Islam di Indonesia tidak akan pernah bisa dikuasai oleh kelompok radikal. Penyebabnya bukan sekadar karena sebagian besar umat Islam tergolong sebagai Islam moderat, tetapi organisasi keislaman yang ada-seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah-masih mampu menguasai tingkat wacana dan praksis keislaman di Indonesia.

Hal ini terungkap dalam pertemuan antara Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Hasyim Muzadi dan Wakil Menteri Luar Negeri Jerman Kerstin Muller di Jakarta, Selasa (15/7). "Usaha memahami Islam dengan melihatnya sebagai ajaran, dan bukan sebagai gerakan, akan lebih jernih dalam menilai Islam," ujarnya.

Radikalisme, menurut Hasyim, tidak hanya monopoli agama Islam. Dalam agama Kristen pun ada kelompok radikal seperti yang diperlihatkan di Irlandia Utara. Dalam Islam, munculnya radikalisme itu terkait dengan konflik Israel-Palestina yang tidak pernah selesai dan sejumlah kesewenangan peran Amerika Serikat dalam konflik itu.

Hasyim menilai, Islam radikal di Indonesia hanya dibesar-besarkan oleh media massa saja, karena kenyataannya sebagian besar Islam di Indonesia merupakan Islam moderat. Dikatakan, jika 10 anggota kelompok Islam radikal melakukan sesuatu, akan lebih mendapat porsi besar dalam pemberitaan media massa dibandingkan dengan satu juta umat yang berusaha berbuat lurus sesuai dengan ajaran agamanya.

Dalam kaitan itu, akhir tahun ini PBNU akan menggelar Konferensi Islam Internasional, yang menghadirkan cendekiawan perguruan tinggi Islam dari seluruh dunia. "Islam akan ditampilkan tidak dengan wajah gerakan, tetapi dengan wajah ajaran Islam yang humanis dan rahmatan lil ’alamin. Jadi, kita bicara Islam sebagai ilmu, sebagai pegangan hidup, sehingga akan ada meeting of mind tentang Islam itu sebagai agama," papar Hasyim.

Dalam kesempatan itu, Wakil Menteri Luar Negeri Jerman Kerstin Muller menyatakan keyakinannya bahwa Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah dapat meredam radikalisme di Indonesia. Kedua organisasi Islam itu, kata Muller, selama ini berperan sangat besar dalam upaya menangkal radikalisme.

  

Burhanuddin Abdullah

Ketua ISEI Periode 2000-2003

Kongres XV ISEI (Iakatan Sarjana Ekonomi Indonesia) yang berlangsung di Batu, Malang memilih Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah menjabat Ketua ISEI periode 2000-2003. Burhanuddin menyisihkan tiga calon ketua umum lainnya yang mengundurkan diri menjelang pelaksanaan sidang, yakni Direktur Bank Rakyat Indonesia (BRI) Rudjito, Ketua ISEI periode 2000-2003 Bambang Sudibyo dan Menko Kesra Jusuf Kalla.


 

Copyright © 2003 Ensiklopedi Tokoh Indonesia. All right reserved. Design and Maintenance by Esero