ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Search     A   B     D     F       I       L     N   O   P   Q   R   S     U     W     Y   Z
BERITA

:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::

C © updated 060803
INDEX BERITA   

garis

:::::: Berita garis

:::::: Wawancara garis
:::::: Opini
garis
:::::: Editorial
garis
:::::: Resensi
garis
:::::: Leadership
garis
:::::: Selamat HUT
garis
:::::: Pernikahan
garis
:::::: In Memoriam
garis
:::::: Sebelumnya
garis
:::::: Redaksi
garis

 
garis
garis

 

Teror

Hotel JW Marriott Dibom


Jakarta 5/8/03: Hotel JW Marriott di kompleks bisnis Mega Kuningan, Jakarta Selatan dibom Selasa 5/8/03, menewaskan sedikitnya 14 orang dan melukai 152 lainnya. Kepala Kepolisian RI Jenderal Polisi Da'i Bachtiar mengatakan, ledakan bom di depan lobi hotel milik Marriott Internasional--sebuah jaringan perhotelan Amerika Serikat—itu sangat mirip dengan ledakan di Bali, antara lain menggunakan bom mobil.


"Di tempat kejadian perkara (TKP), terdapat lubang lebar, ditemukan rangka mobil Kijang, mesin yang terlempar, radiator, dan bagian setir yang terlempar. Mirip bom Bali, yaitu bom meledak bersama mobil," kata Da'i seusai sidang kabinet, Selasa 5/8/03 malam.


Bom yang terjadi sekitar pukul 12.30 saat banyak orang makan siang itu sangat dahsyat, memecahkan kaca-kaca jendela di gedung-gedung di sekitarnya, menewaskan sedikitnya 14 orang dan melukai 152 lainnya. Para korban segera dilarikan ke berbagai rumah sakit: RS MMC Kuningan, RS Medistra, RS Jakarta, RS Mintohardjo dan RS Cipto Mangunkusumo. Di antara yang tewas, Hans Winkelbolen, seorang bankir Belanda, yang dijadwalkan siang itu bertemu dengan mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Miranda Goeltom di hotel tersebut. Miranda luput dari musibah tersebut karena terlambat datang.


Sama seperti peledakan bom-bom sebelumnya, tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas pengeboman itu. Namun, menurut Da'I Bachtiar, tidak tertutup kemungkinan ledakan bom di Marriott itu ada hubungan dengan jaringan teroris yang tertangkap di Semarang, Jawa Tengah.


Ledakan bom ini merupakan ledakan kelima dalam tahun 2003 di Jakarta. Empat ledakan bom sebelumnya terjadi di lobi Wisma Bhayangkara, belakang gedung PBB, bandara Soekarno-Hatta, dan halaman gedung MPR/DPR. Dari kelima tindakan teror itu, baru satu yang terungkap pelakunya yakni peledakan di lobi Wisma Bhayangkara. *e-ti

Marimutu Manimaren

Tewas, Jatuh dari Lantai 56 Hotel Aston


Jakarta5/8/03: Marimutu Manimaren (46), usahawan tekstil, tewas akibat jatuh dari lantai 56 Hotel Aston, Setiabudi, Jakarta Selatan. Jenazahnya ditemukan Selasa 5/8/03 pukul 05.15 di halaman hotel itu persis di bawah jendela lantai 56 yang terbuka. Diduga kuat, mantan Wakil Bendahara DPP Partai Golkar itu terjun melalui jendela kamar 5607 atau lantai 56 tempat dia menginap. Ia meninggalkan seorang istri, Jane, dan dua anak yang tinggal di Amerika Serikat.


Belum diketahui apa motif kejadian ini. Banyak kerabat dan rekannya yang menjenguk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), menyatakan tidak habis pikir, jika memang benar Manimaren menjatuhkan diri dari ketinggian itu. Karena almarhum dikenal sebagai sosok yang dinamis, optimistis, taat beragama, periang dan suka bergurau. Mereka tidak percaya Manimaren melakukan perbuatan nekad itu. Sebab, almarhum adalah seorang yang tekun berjuang, optimistis, dan periang atau suka bergurau.

Namun, Kepala Kepolisian Resor (Polres) Metro Jakarta Selatan (Jaksel) Komisaris Besar Abdurachman mengatakan, dari hasil pengolahan sementara di tempat kejadian perkara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Kamar tempat Manimaren menginap dalam keadaan terkunci. Untuk membuka pintu kamar, petugas terpaksa menggunakan gergaji. *e-ti

  

PDKB Terganjal Electoral Threshold

Jakarta 5/8/03: Partai Demokrasi Kasih Bangsa (PDKB) pimpinan Manasse Malo yang telah dinyatakan sebagai badan hukum partai politik, namun tidak bisa mengikuti proses penelitian partai politik calon peserta Pemilihan Umum 2004, karena PDKB sebagai peserta Pemilu 1999 tidak bisa memenuhi syarat electoral threshold sebagaimana disyaratkan Pasal 143 UU No 12/2003 tentang Pemilu Anggota Legislatif.


Namun Wakil Ketua KPU Ramlan Surbakti, Selasa 5/8, menyebutkan masih terbuka kemungkinan PDKB untuk ikut Pemilu 2004 jika mereka mendeklarasikan diri dengan nama dan tanda gambar yang baru untuk kemudian diverifikasi oleh Depkeh dan HAM serta KPU. Atau jika bergabung dengan parpol lainnya. PDKB sendiri memang telah bergabung dengan Partai Demokrasi Kasih Bangsa (PDKB) Pembaruan yang terdaftar di Depkeh dan HAM 29 Juli 2002 dan sah lewat Surat Keputusan tanggal 27 Agustus 2002. *e-ti


 


Copyright © 2003 Ensiklopedi Tokoh Indonesia. All right reserved. Design and Maintenance by Esero