A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
 ► Home
 ► Biografi
 ► Versi Majalah
 ► Berita
 ► Galeri
  A N E K A
 ► Aneka
 ► Alumni
 ► Ratu Indonesia
 ► Sang Juara
 ► Maestro
 ► Penghargaan
 ► Ratu Dunia
 ► Tokoh Dunia
 ► Penemu
 ► Hadiah Nobel
 ► Pengasuh
 ► Iklan
 ► Majalah TI
     ► MTI Khusus
 ► Nusantara
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► In Memoriam
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 


 
  C © updated 16082008  
   
  ►e-ti/doan  
  BIODATA:

Nama:
Mari Bin Amude Alkatiri  Nama Panggilan:
Mari Alkatiri
Lahir:
Dili, 26 November 1949
Agama:
Islam

Jabatan:
- Sekretaris Jenderal Partai Fretilin
- - Perdana Menteri pertama Republik Demokratik Timor Leste (RDTL), 2001-2006

Pendidikan:
- Lulus sebagai surveyor dari The Angolan School of Geography
- Lulus studi hukum di Eduardo Mondlane University, Maputo, Mozambique

Karir:
- Salah seorang pendiri organisasi Gerakan Pembebasan Timor Timur (MLET = Movement for The Liberation of East Timor) - Konsultan hukum di Maputo (1992-1998)
- Konsultan hukum internasional dan hukum konstitusional pada parlemen Mozambik (1995-1998)
- Pengajar di jurusan hukum internasional di Universitas Mozambik
- Pendiri Fretilin (Revolutionary Front for an Independent East Timor)
- Sekretaris Jenderal Fretilin

 
 
     
BERITA
Mari Alkatiri

Pemilu Dipercepat 2009, Fretilin Yakin Menang


Wawancara: Mari Bin Amude Alkatiri (Mari Alkatiri) mengatakan kekuasaan yang diberikan presiden kepada Xanana Gusmao atas dukungan partai koalisi, melawan konstitusi, juga menyalahi undang-undang Pemilu. Pemerintah ini inkonstitusional, tidak ada legitimasi. Lagi pula, menurutnya, dalam delapan bulan mereka berkuasa, menunjukkan tidak mempunyai kapasitas dan kompetensi.

Dalam wawancara dengan wartawan Web site dan Majalah Tokoh Indonesia, Ch Robin Simanullang, Sekretaris Jenderal Fretilin Mari Alkatiri menegaskan bahwa dia dan Fretilin tidak mengakui legitimasi pemerintahan. Maka konsekuensinya, semua perjanjian yang dibuat oleh Xanana dengan negara lainnya yang bisa menyebabkan berkurangnya kedaulatan negara Timor Leste atau perjanjian eksplorasi hak sumber daya alam Timor Leste, atau kebijakan yang membuat perubahan struktur pemerintahan Timor Leste, kalau nanti Fretilin menang dalam Pemilu, tidak akan mengakui itu semua.
 

Namun, Fretilin tidak ingin negara ini kembali dalam kekacauan. Maka, Fretilin memakai mekanisme politik agar bisa menunjukkan kepada masyarakat bahwa pemerintah ini tidak bisa memimpin lama dan harus ada Pemilu yang dipercepat pada tahun 2009. Dalam rangka Pemilu dipercepat ini, Fretilin telah menandatangani perjanjian dengan partai ASDT (Timorese Social Democratic Association) pimpinan Francisco Xavier do Amaral, yang tadinya berkoalisi dengan Xanana. Juga dengan partai lain yakni UDT (Timorese Democratic Union) juga dalam kelompok Xanana, yang dipimpin Joao Viegas Carrascalao. “Dia pun berkeyakinan Pemilu dipercepat adalah salah satu solusi untuk menyelesaikan krisis di Timor Leste,” ungkap Alkatiri.


Sesuai penuturan Alkatiri, bahwa Joao Viegas Carrascalao mengatakan pemerintah Xanana berjalan bagaikan di atas kaca. Semudah kaca pecah, begitu pemerintah ini rapuh akan jatuh. Di samping itu, kata Alkatiri, kita juga melihat pemerintah sekarang memberlakukan diskriminasi pejabat yang dicurigai sebagai Fretilin. Ini menunjukkan bahwa pemerintah ini tidak memerintah untuk semua orang. Mereka memerintah untuk orang mereka saja.


Maka Alkatiri sangat yakin jika Pemilu dipercepat 2009, Fretilin akan menang di atas 50 persen sampai 60 persen. “Masyarakat mengatakan kalau ada Pemilu sekarang maka semua akan memberikan suaranya kepada Fretilin. Saya percaya kalau ada Pemilu sekarang, Fretilin akan menang lebih dari 50 persen, saya boleh mengatakan lebih dari 60 persen,” kata Alkatiri.


Sementara mengenai pentingnya hubungan Timor Leste dengan Indonesia, Alkatiri menegaskan, siapa pun yang memerintah Timor Leste perlu berusaha untuk memberikan perhatian besar pada Indonesia. Berikut kami sajika petikan wawancara selama lebih 100 menit dengan Mari Bin Amude Alkatiri, yang berlangsung di Jakarta, Mei 2008.

Partai Fretilin memenangkan Pemilu 2007 tetapi tidak dengan suara mayoritas. Xanana Gusmao dari partai urutan kedua malah akhirnya menjadi Perdana Menteri menggantikan Anda. Lalu, yang terakhir ada tragedi di Timor Leste, Presiden Ramos Horta ditembak. Kalau menurut Anda apa penyebabnya hingga terjadi hal itu?


Pertama kita bicara dulu bagaimana Xanana bisa menjabat sebagai Perdana Menteri. Kita tahu pada tahun 2006 terjadi krisis politik di Timor Leste. Pada masa itu Xanana menggunakan alasan-alasan yang tidak tepat untuk mengeluarkan saya dari kursi Perdana Menteri.

 

Sekelompok orang dengan bersenjata mengatakan kalau saya memberikan senjata kepada mereka, nama orang itu adalah Railos. Xanana tidak mau tahu ini benar atau tidak. Dia menerima orang ini untuk alasan menekan saya melepas kursi PM. Ini terjadi akibat permainan politik yang Xanana ada di dalamnya. Mereka juga berharap mendepak saya dari kursi Sekjen Partai Fretilin (Revolutionary Front for an Independent East Timor) dalam kongres Fretilin, 20 Mei 2006.


Akan tetapi pada kongres tersebut saya terpilih kembali. Maka Xanana harus mencari jalan lain untuk mengeluarkan saya dari kursi PM. Ini menujukkan jelas Xanana ikut dalam konspirasi dengan tujuan utamanya adalah mengeluarkan saya dari kursi PM. Bukan hanya itu, dia juga menginginkan saya keluar dari kursi Sekjen Fretilin. Semua ini yang membuat krisis terjadi 2006. Konflik antara angkatan bersenjata dan polisi.


Konflik ini menunjukkan di dua kekuatan besar ini ada perpecahan. Angkatan bersenjata memberi dukungan kepada saya dan polisi memberikan dukungan kepada Xanana. Karena saya tidak mau konflik kedua lembaga ini berlanjut maka saya mengambil keputusan untuk berhenti dari PM. Tapi sebelum saya mengambil keputusan, saya meminta bantuan negara-negara luar datang ke Timor untuk menstabilkan keadaan.


Meskipun saya sudah keluar, mereka tetap tidak gembira karena mereka tahu saya dan Fretilin akan menang kembali pada Pemilu berikutnya. Oleh sebab itu, mereka terus menekan saya, menekan Fretilin, membawa saya ke pengadilan untuk melawan saya dan lebih jauh lagi merusak nama saya. Kalau nama saya sudah rusak berarti nama Fretilin juga rusak. Mereka kira nama saya sudah rusak, nama Fretilin juga rusak, maka pada Pemilu 2007 mereka kira Fretilin akan kalah dan mereka bisa menang.


Meskipun demikian, ternyata pada Pemilu 2007 Fretilin menang. Memang, tidak menang sebagai mayoritas absolut, tapi kita menang. Xanana karena sudah kalah dalam Pemilu bergabung pada partai-partai kecil dan bisa memengaruhi Presiden Ramos Horta. Akhirnya presiden menyerahkan pemerintahan kepada Xanana. Itu yang menyebabkan dia menjadi PM.

 

Kekuasaan yang diberikan presiden kepada Xanana atas dukungan partai koalisi, melawan konstitusi, menyalahi undang-undang Pemilu juga. Oleh sebab itu, bisa kita katakan pemerintah ini adalah pemerintahan inkonstitusional, tidak ada legitimasi dan ini menujukkan dalam delapan bulan mereka berkuasa mereka tidak mempunyai kapasitas dan tidak ada kompetensi.

Bagaimana relevansinya dengan situasi yang terakhir terjadi?
 

Mayor Alfredo Reinaldo dengan krunya dipakai banyak orang untuk melawan Fretilin sebelum Pemilu 2007. Ini yang menyebabkan problem Alfredo, Railos dan kawan-lawannya tidak pernah terselesaikan karena mereka butuh orang-orang ini untuk mengintimidasi, membuat masyarakat takut dan untuk tidak memilih Fretilin. Selama kampanye Pemilu, mereka menyatakan kalau Fretilin menang maka akan terjadi kekerasan kembali. Mereka mengatakan kepada masyarakat di kampung, apabila di kampung kamu Fretilin menang, maka kampung kamu akan kami bakar semua.


Mereka yang menggunakan Alfredo dkk, serta berjanji kepada Alfredo, kalau mereka menjadi memimpin negara, akan mengembalikan Alfredo, Railos dkk kembali dalam angkatan bersenjata. Mereka akan diberikan kompensasi besar.
Tetapi, setelah mereka duduk di dalam pemerintahan, Railos ditangkap, dipenjara, karena hukumlah yang berlaku. Hukum terus berjalan dan terus juga akan menangkap Alfredo dan lainnya. Presiden Ramos Horta berusaha mencarai jalan untuk memberikan yang terbaik kepada Alfredo. Terus mengadakan pendekatan dengan kita semua untuk membicarakan tentang pengampunan.


Akan tetapi ketika kami mulai berkumpul sudah mendekati pada kesepakatan terjadilah peristiwa 11 Februari 2008. Alfredo datang dan menyerang rumah Presiden Ramos Horta. Ramos Horta tertembak, seorang presiden yang kita tahu memberikan perlindungan kepada Alfredo. Ini yang meyebabkan semua orang bertanya-tanya, siapa orang yang menyuruh Alfredo menyerang presiden. Sampai sekarang belum ada jawaban, banyak spekulasi, belum ada kepastian.


Oleh sebab itu, Fretilin menuntut diadakannya komisi investigasi internasional agar bisa mengetahui siapa yang berdiri di belakang Alfredo, siapa yang kasih uang kepada Alfredo, minuman, obat dan sebagainya hingga otak Alfredo menjadi gila dan melakukan itu. Karena investigasi sedang berjalan, saya sebagai seorang politikus tidak mau intervensi. Saya menuntut orang yang melakukan investigasi benar-benar kredibel agar bisa menerima hasilnya.

Jadi itu sikap Anda sebagai pimpinan Fretilin atau mantan PM terhadap tragedi itu?


Sebenarnya, saya ada kepuasan dan ketidakpuasan, akan tetapi karena investigasi sedang berjalan saya tidak ikut campur.

Kembali pada masalah Xanana menjadi PM, yang tadi Anda sebutkan itu kekuasaan yang inkonstitusional. Dalam posisi dia menjabat secara inkonstitusional, bagaimana sikap Anda?


Pertama, Fretilin dan saya tidak mengakui legitimasi pemerintahan. Maka sebab itu konsekuensinya adalah semua perjanjian yang dibuat oleh Xanana dengan negara lainnya yang bisa menyebabkan berkurangnya kedaulatan negara Timor Leste atau perjanjian eksplorasi hak sumber daya alam Timor Leste, atau kebijakan yang membuat perubahan struktur pemerintahan Timor Leste, kalau nanti Fretilin menang dalam Pemilu, tidak akan mengakui itu semua.


Namun, Fretilin tidak ingin negara ini kembali dalam kekacauan. Maka, Fretilin memakai mekanisme politik agar bisa menunjukkan kepada masyarakat bahwa pemerintah ini tidak bisa memimpin lama dan harus ada Pemilu yang dipercepat pada tahun 2009, ini yang kedua.


Ketiga, Fretilin sudah membuat proposal agar nanti pemerintah bisa membangun mekanisme tingkat tinggi, bisa bersatu memelajari reformasi angkatan bersenjata dan keamanan, administrasi pemerintah, keadilan, membangun sebuah otoritas yang menjamin pemerintahan yang bersih.

Fretilin berusaha mempercepat Pemilu pada 2009. Apa upaya konkrit Fretilin sendiri dan bagaimana respon Xanana akan hal itu?


Terlihat bahwa aliansi-aliansi yang bersatu dengan Xanana sudah mulai pecah. Salah satu partai yang sangat penting dalam tubuh Xanana telah menandatangani perjanjian dengan Fretilin. Dalam satu poinnya adalah Pemilu dipercepat. Di antaranya, partai ASDT (Timorese Social Democratic Association) pimpinan Francisco Xavier do Amaral. Ada partai lain yakni UDT (Timorese Democratic Union) juga dalam kelompok Xanana, pimpinannya adalah Joao Viegas Carrascalao. Dia pun berkeyakinan Pemilu dipercepat adalah salah satu solusi untuk menyelesaikan krisis di Timor Leste.


Kalau dua partai ini telah menunjukkan posisi mereka yang jelas ditambah Fretilin dan dua atau tiga partai kecil lainnya, menunjukkan sudah mayoritas mendukung Pemilu dipercepat. Tinggal kita membuat kondisi hal itu bisa tercapai. Tidak boleh kita berlari terlalu cepat yang bisa menyebabkan krisis kembali terjadi. Tetapi kita mendorong agar Pemilu dipercepat ini bisa direalisasi. Maka sebab itu, saya bisa mengatakan hasilnya sudah kelihatan.


Pada tahun 2006, dengan kekerasan mereka menjatuhkan saya, akan tetapi Fretilin menunjukkan anti kekerasanlah jalan yang benar. Bisa juga dengan jalan politik untuk mendapat solusi politik yang baik.

Timor Leste menganut sistem parlementer. Kalau parlemen sudah tidak memberi dukungan mayoritas kepada PM, apakah tidak ada langkah mosi tidak percaya di parlemen?


Ada dua cara. Pertama meminta parlemen untuk memberikan suara dukungan kepercayaan. Usulan Joao Viegas Carrascalao adalah agar pemerintah meminta dukungan kepercayaan kepada parlemen. Dia bagian dari Xanana. Lebih baik pemerintah tanya kembali apakah masih ada kepercayaan. Ini adalah usulan Joao Viegas Carrascalao. Karena dia mengatakan pemerintah berjalan bagaikan di atas kaca. Semudah kaca pecah, begitu pemerintah ini rapuh akan jatuh.


Seandainya pemerintah tidak minta dukungan kepercayaan kepada parlemen, Fretilin dan partai lainnya bisa meminta ketidakpercayaan (mosi tidak percaya) di parlemen atau kita menunggu sampai diskusi anggaran belanja negara. Apabila parlemen tidak menyetujui anggaran belanja negara dua kali berturut-turut maka pemerintah ini akan jatuh.

Apakah ada upaya secara langsung yang dilakukan Fretilin untuk membangun koalisi dalam rangka mengajukan mosi tidak percaya?


Fretilin menginginkan Pemilu dipercepat pada tahun 2009, karena masih banyak problem yang harus diselesaikan bersama. Di antaranya adalah masalah pengungsi, para petisioner. Sekarang ada masalah baru, masalah makanan. Harga makanan naik dengan cepat. Kita perlu melihat masalah ini sebagai masalah nasional karena siapa pun yang menang dalam Pemilu akan menghadapi masalah ini.


Maka dari itu, kita jangan membuat masalah baru lagi dalam masalah ini. Kita menunggu waktu untuk bersatu, sesudah itu kita melihat kepada Pemilu yang bisa mengembalikan hidup kita kembali normal.

Fretilin menempuh cara-cara anti kekerasan dalam rangka proses politik. Langkah-langkah konkrit yang dilakukan Fretilin dalam rangka konsolidasi Pemilu 2009, kira-kira apa?


Sebenarnya pada 11 Februari lalu Fretilin akan mulai konsolidasi dari tingkat paling bawah sampai atas. Akan tetapi program ini tertunda akibat ada peristiwa 11 Februari, hal mana pemerintah memutuskan negara dalam keadaan bahaya. Karena Fretilin taat pada peraturan maka Fretilin tidak melakukan aktifitas.


Sekarang Fretilin sudah mulai. Mulai dari daerah fusi dan sekarang sudah berjalan di perbatasan. Sampai bulan Agustus ini yang kami sebut dengan pendaftaran kembali dari tingkat bawah sampai tingkat atas sudah selesai. Ini menunjukkan pimpinan Fretilin dari desa sampai kabupaten sudah terpilih yang baru. Fretilin siap Pemilu.

Jadi Anda sudah berkeyakinan Pemilu dipercepat 2009 nanti akan dimenangkan oleh Fretilin?


Saya tidak ragu karena masyarakat sudah mulai melihat pada peristiwa 2006 itu banyak hal yang ditambah-tambahkan untuk menjatuhkan Fretilin. Pemerintah ini tidak punya kapasitas untuk memerintah. Pemerintah ini menggunakan uang asal-asalan. Kita melihat perjalan dinas mereka ke luar negeri. Mereka memakai uang yang sangat banyak dalam perjalanan mereka ke luar negeri.


Saya dulu ketika menjadi PM, rombongan PM saya tidak lebih maksimum sepuluh orang. Selama pemerintahan saya, hanya sepuluh orang dan terjadi hanya tiga kali, yang pertama ketika saya ke Jakarta, Beijing dan Lisbon Portugal. Ke negara lainnya delegasi saya hanya tiga atau lima orang.


Kita lihat ketika Xanana berkunjung ke Indonesia dengan delegasi lebih dari 70 orang. Uang yang dipakai untuk perjalanan dinas ini tak bisa dihitung. Karena ini masyarakat mulai melihat. Presiden ASDT sendiri mengatakan, masyarakat sedang lapar kalian pergi dengan delegasi yang sangat besar dalam perjalanan dinas kalian, tidak tahu apa yang kalian bikin.


Kita juga melihat pemerintah sekarang memberlakukan diskriminasi pejabat yang dicurigai sebagai Fretilin. Ini menunjukkan bahwa pemerintah ini tidak memerintah untuk semua orang. Mereka memerintah untuk orang mereka saja.
Ini terjadi juga pada proyek-proyek pemerintah. Tidak ada tender terbuka, mereka serahkan pada teman-teman mereka. Orang mengatakan bahwa tindakan mereka ini agar pengusaha tersebut bisa memberi donasi yang besar pada mereka. Agar mereka bisa mempersiapkan diri juga jika Pemilu dipercepat. Orang mengatakan pemerintahan mereka melakukan korupsi sampai sekarang.


Semasa pemerintahan saya, setiap tahun kami meminta auditor internasional untuk mengaudit pemerintahan. Pemerintahan ini belum ada auditor, belum meminta auditor internasional. Karena itu semua orang melihat bahwa mereka menggunakan anggaran tidak melalui jalur yang ada sehingga mereka takut diaudit. Fretilin tetap menuntut adanya audit pada pemerintahan.

Menurut pandangan Anda tentang kondisi masyarakat di Timor Leste, apa problem krusial yang ada?


Problem yang paling krusial sekarang adalah harga minyak dan harga makanan. Orang melihat harga makanan sangat naik. Harga minyak di internasional juga naik. Pemerintah sekarang mengatakan harga makanan naik karena harga minyak naik. Harga beras naik karena harga beras internasional naik. Namun kita lihat di Timor Leste, harga beras naik sebelum harga beras internasional naik.


Karena pemerintah hanya menggunakan satu-dua orang saja untuk impor beras dan mereka membuat monopoli dan mereka mulai menaikkan harga. Dan sekarang ketika harga beras internasional sudah naik satu-dua orang yang bekerjasama dengan pemerintah tersebut yang akan mendapat keuntungan besar karena pemerintah memberikan subsidi keuntungan kepada mereka sebanyak 60 persen. Semua orang bertanya-tanya, karena apa.


Masyarkat sudah capek dengan ini. Dan masyarakat mengatakan kalau ada Pemilu sekarang maka semua akan memberikan suaranya kepada Fretilin. Saya percaya kalau ada Pemilu sekarang, Fretilin akan menang lebih dari 50 persen, saya boleh mengatakan lebih dari 60 persen.

Kalau Fretilin kembali menang, apa yang akan Anda lakukan?


Sejak tahun 2006, saya sudah lalui dua fase yang berbeda. Pertama, saya tidak menyangka akan keluar dari kursi PM. Dan, kedua, saya pun sudah siap pada tahun 2007 untuk tidak menjadi PM dan memberikan kesempatan pada generasi berikutnya.


Saya menyadari generasi tua ini keluar dari politik dan memberikan kesempatan kepada yang muda agar politik itu bisa berjalan. Kalau kita masuk pada pemerintah maka kita akan menjadi tempat kritik orang. Kalau generasi tua berada di luar maka akan bisa membantu membimbing generasi muda. Sebagai seorang Sekjen Fretilin, partai besar dan bersejarah, saya bisa memengaruhi segala situasi lebih baik daripada saya menjadi PM.


Oleh karena itu, meskipun saya bekerja keras kepada Fretilin agar bisa menang, saya mencoba agar semua orang Fretilin memberi dukungan kepada generasi muda. Saya juga mempertimbangkan, sebagai PM saya tidak mempunyai kebebasan. Saya datang ke banyak tampat termasuk Jakarta, malah saya tidak tahu Jakarta. Sekarang saya sebagai masyarkat biasa saya sudah tahu Jakarta. Saya gembira betul.

Saat ini Fretilin sedang mempersiapkan regenerasi bidang politik. Tentu ada orang-orang yang dipersiapkan?


Ya kita lihat Wakil Presiden Fretilin sekarangg berumur 33 tahun. Dua orang Wakil Sekjen berkisar di antara 40 tahun. Ini sekedar contoh dan akan terjadi pada struktur pemerintahan Fretilin yang baru, hasil dari konsolidasi Fretilin yang sedang berjalan. Fretilin akan tetap kuat kalau dia merekrut generasi muda. Ini perjuangan yang saya buat dengan penuh keyakinan.

Apa Anda akan ikut dalam pemilihan presiden?


Saya adalah seorang manajer bukan politikus. Dalam pemerintahan Timor Leste, PM adalah manajer. Karena itu saya tidak punya feeling menjadi Presiden Republik Timor Leste.

Kalau nanti semua petinggi Fretilin dan partai koalisi meminta Anda menjadi PM?


Saya yang mengajarkan kepada semua orang apabila partai menuntut maka kita harus melaksanakan. Oleh sebab itu kalau Fretilin menang dan tetap menuntut saya menjadi PM maka saya akan meminta Presiden Fretilin untuk rapat luar biasa Fretilin agar saya bisa mempertahankan posisi saya. Kalau semua tetap menginginkan saya menjadi PM, saya minta kepada mereka untuk satu-dua tahun saja menjadi PM untuk menyelesaikan peralihan ini.

Apakah Anda masih merasa fit atau tidak sehingga sulit menerima jabatan PM?


Saya tidak takut menjadi PM. Saya bisa melakukan tugas ini lebih baik lagi. Tetapi, yang menjadi perhatian saya sekarang adalah kontinuitas, karena itu saya mengatakan mendukung regenerasi.

Apa sebenarnya agenda utama Fretilin untuk membangun Timor Leste?


Pertama, kita semua tahu agar suatu negera bisa lebih baik, pendidikan pada generasi muda harus ditingkatkan. Untuk itu prioritas utamanya adalah investasi pendidikan. Agar masyarakat bisa mendapatkan pendidikan yang baik maka dibutuhkan kesehatan, sebagai prioritas kedua.


Maka, seharusnya pendidikan gratis dan kesehatan gratis diberikan kepada semua orang. Suatu masyarakat perlu pembangunan maka perlu adanya investasi. Maka prioritas ketiga adalah perlu adanya investasi besar dalam membangun infrastruktur. Pemerintah yang harus melaksanakannya terlebih dulu untuk membangun kondisi sehingga sektor swasta bisa masuk. Ini perlu diperinci secara jelas. Karena proses pembangunan tidak bisa melompat.


Sekarang, di mana pun negara kalau ingin membangun perlu adanya hubungan baik terutama dengan negara-negara tetangga. Buat Timor Leste, saya tidak ragu bahwa hubungan baik dengan Indonesia dan Australia, kemudian Asia lainnya dan forum Pasifik, lalu negara seluruh dunia. Karena hubungan internasional bukan hanya diplomasi tetapi juga kerjasama ekonomi, teknik, keamanan, dan kerjasama mencegah teroris.


Juga yang terpenting adalah kerjasama dalam mempertahankan lingkungan hidup karena lingkungan hidup adalah sustainable kehidupan berkelanjutan. Ini sangat penting dalam sisi global kita. Globalisasi adalah mau tidak mau kita ambil bagian dalam dunia ini. Agar tidak terjadi dunia ini dipimpin oleh satu negeri, kita perlu memperkuat blok regional.

 

Bukan seperti yang kita lihat pada mempertahankan blok pada tahun 60-70 an tentang kedaulatan. Tetapi kita perlu kerjasama dalam membangun identitas regional. Kalau sudah ada identitas regional yang sudah membangun dalam bentuk komunitas maka kita bisa jadi penyeimbangan dari utara ke selatan.

Bagaimana Anda melihat pentingnya hubungan Timor Leste dengan Indonesia?


Sekarang ini, apa yang kita konsumsi di Timor Leste datang dari Indonesia. Sekarang hubungan antar dua negara ini sangat baik. Orang Timor datang ke Indonesia seolah-olah di rumah mereka sendiri, begitu pula dengan orang Indonesia. Jika ke depan, bila ada pendidikan yang menjadi dasar membangun ke depan, banyak sekali pemuda-pemuda yang membentuk mereka dalam arti pendidikan di Indonesia. Bukan hanya hubungan fisik dan geografis saja melainkan hubungan emosional. Ini yang sangat kuat sekali bukan hanya ekonomi. Siapa pun yang memerintah Timor Leste perlu berusaha untuk memberikan perhatian besar pada Indonesia.

Apakah masih ada kekhawatiran Anda kalau Indonesia akan kembali mengusai Timor Timur (Timor Leste)?


Saya kira dua negara ini masuk dalam pengalaman yang baru. Indonesia masuk dalam pengalaman demokrasi yang sangat baik. Orang kira ketika tahun 1999 Timor Leste pisah dari Indonesia maka negara itu akan terpecah-pecah. Ternyata, ini tidak terjadi. Problem yang sangat besar adalah Aceh, ternyata bisa diselesaikan dengan damai. Dengan demokrasi dan visi demokrasi Indonesia akan bisa mencapai satu solusi.


Saya percaya demokrasi di Indonesia akan ada konsolidasi. Sudah dua kali Pemilu dan sedang berjalan Pilkada. Semua berjalan dengan baik. Banyak partai, dalam demokrasi memang seperti ini dan pada akhirnya hanya akan ada dua tiga atau empat dalam waktu ke depan.


Persamaan kedua negara ini adalah, mereka berdua sama-sama negara yang merdeka. Yang terpenting adalah tidak mendominasi satu dengan yang lain. Jelas Timor Leste tidak pernah bermimpi untuk menguasai negara lain. Saya kira juga dalam kultur budaya Indonesia tidak memberikan kesempatan pada hal itu.


Para pemimpin Indonesia mempunyai perhatian yang besar sekali untuk membantu Timor Leste menjadi negara yang merdeka yang prospektif. Karena itu saya percaya bahwa problem antara Indonesia dengan Timor Leste tidak akan terjadi. Bahkan problem di perbatasan tinggal empat persen hampir selesai. Komisi persahabatan Timor Leste akan berakhir masanya dengan rekomendasi dua pemerintahan ini untuk terus mempererat hubungan dua negara tersebut.


Masyarakat Indonesia mungkin tidak tahu, komisi persahabatan Indonesia Timor Leste, itu saya yang mengusulkan pertama kali. Mungkin orang kira Xanana atau Ramos Horta yang memulai padahal saya yang mulai ini terjadi pada pertemuan dengan presiden SBY-JK di Bali. Xanana ikut partisipasi dan Ramos Horta pada saat itu menteri luar negeri ikut melaksanakannya. Banyak orang kira saya anti persahabatan atau rekonsiliasi dua negara ini maka sebab itu mereka melihat komisi persahabatan ini bukan dari saya.

Fretilin pada masa kedudukan Indonesia di Timor-Timur adalah yang orang terpinggirkan dan memberi perlawanan. Kemudian ada pelanggaran hak-hak azasi manusia tetapi Anda mencetuskan ide untuk persahabatan. Apa sebenarnya yang ada dipikiran Anda?


Solusi untuk menyelesaikan masalah yang dulu adalah rasa kepercayaan dari dua negara. Kalau tidak ada kepercayaan dan tidak ada persahabatan sulit untuk menyelesaikan masalah. Dari dulu pun saya mulai dari konsolidasi di Timor Leste dan Indonesia. Untuk dapat solusi itu adalah harus ada konsolidasi demokrasi. Timor Leste boleh mendukung Indonesia dalam konsolidasi demokrasi, Indonesia pun boleh melakukan hal yang sama. Kalau demokrasi sudah sampai pada satu tingkat yang sudah tercapai konsolidasi, maka demokrasi itu sendiri yang akan menjadi solusi.

Pasca jajak pendapat dengan opsi otonomi atau merdeka 1999 di Timor Timur, yang dimenangkan opsi merdeka, terjadi kerusuhan di Timor Timur. Bagaimana sikap Anda tentang proses peradilan atas pelanggaran HAM yang dulu terjadi di Timor Timur?


Apa yang dilakukan dalam proses peradilan di Indonesia adalah masalah Indonesia. Sama juga seperti masalah peradilan yang terjadi Timor Leste adalah masalah Timor Leste. Saya tidak mau memberikan komentar kepada masalah yang masuk dalam kedaulatan negara Indonesia.

Bisa kembali sedikit ke belakang pada pasca jajak pendapat, di mana pilihan merdeka mendapat suara terbanyak, terjadi perubahan cukup besar di Timor Timur, lalu Anda sendiri memandang itu seperti apa?


Di Timor Leste masalah keadilan terus berjalan. Dalam hal ini, saya percaya juga bahwa di Indonesia pun terus berjalan. Karena ini adalah merupakan keinginan daripada masyarakat dua negara ini. Kalau masyarakat bisa menuntut keinginan ini maka perlu ada satu informasi. Informasi yang benar mana, dan yang salah mana? Komisi persahabatan dua negara ini akan membawa informasi.


Dulu di Timor Leste ada satu komisi yang namanya CAPR adalah memberi informasi yang benar kepada masyarakat apa yang terjadi tahun 1975 sampai 1999. Sampai sekarang pemerintah belum menyosialisasikan hasil dari pada CAPR kepada masayarakat. Bukan karena tidak mau, harus mencari waktu yang tepat agar tidak menyebabkan timbul masalah baru lagi. Harus mencari satu kondisi yang tepat untuk memberikan kompensasi kepada mereka-mereka yang korban. Kalau kita hanya memberikan informasi dan tidak memberikan kompensasi kepada para korban maka berarti kita menciptakan satu masalah baru.


Kami sendiri, Timor Leste, sedang mempersiapkan kondisi ini. Sekarang datang lagi daripada komisi persahabatan dua negara ini akan membawa informasi ini juga. Dua negara ini harus bersatu, harus melihat informasi yang bagaimana yang bisa kita sosialisasikan kepada masyarakat agar pada masa yang akan datang masyarakat bisa mengerti bahwa mengapa pemerintah mengambil keputusan ini atau keputusan itu.


Siapa yang berkuasa akan mencari satu solusi, tapi bukan berarti solusi itu akan menyebabkan satu masalah baru. Biasanya para civil society menginginkan berjalan dengan cepat, akan tetapi siapa memerintah harus mengetahui bagaimana ini bisa berjalan ke depan dengan baik. Agar mencegah munculnya masalah baru.

Dalam kaitan dengan kondisi masyarakat yang tenteram, bersahabat dan toleran, bagaimana kerukunan beragama di bina di Timor Leste?


Banyak orang bertanya kepada saya, bagaimana mungkin satu negara mayoritas Katolik sedang saya muslim bisa menjadi Perdana Menteri. Saya ingin mengatakan bahwa saya adalah pendiri nasionalis Timor Leste. Kalau kita mulai ingin memisahkan antara masalah nasionalisme dan agama maka di Timor Leste hal ini tidak. Mayoritas Katolik hormat pada agama lain. Hubungan antara Islam, Katolik, dan Protestan berjalan dengan sangat baik.


Jelas bahwa ada orang tertentu yang ingin membuat agama dalam politik. Kalau sudah tidak ada alasan lain lagi, alasan satu yang mereka pakai adalah agama. Dan ini adalah hanya individu. Dan ini bukan berarti dari pihak gereja secara lembaga yang kontra kepada Islam atau Islam dari segi lembaga yang kontra kepada Katolik, itu tidak ada.


Ini hanya orang-orang individu yang opportunis. Opportunis politik yang untuk mencapai tujuan dia sendiri, namun masyarakat tidak mengikuti dia. Karena itulah Katolik masih kuat sampai sekarang.

Luar biasa! Hal ini mungkin di Timor Leste sudah dipraktekkan dengan baik, walaupun tingkat kedewasaan demokrasi masih baru tumbuh. Anda sendiri sebagai seorang muslim bisa menjadi Perdana Menteri di negara yang penduduknya mayoritas Katolik. Tapi itu mungkin tidak hanya karena kesadaran politik di Timor Leste yang demikian tinggi, tapi mungkin karena kapasitas Anda sendiri?


Saya ingin mengatakan bahwa dalam politik, saya bukan bagian dari minoritas tapi bagian dari mayoritas. Saya Sekretaris Jendral Fretilin dan Fretelin adalah mayoritas bukan minoritas. Dalam agama ya saya tahu, bahwa saya minoritas. Tetapi agama ini adalah merupakan hubungan saya dengan Tuhan, yang akan membawa saya hidup ke dunia lain. Politik adalah hubungan saya dengan masyarakat yang membuat masyarakat ini hidup lebih baik. Ini adalah perbedaan jelas antara agama dengan politik.

Ya, tapi itu berarti Anda sendiri dalam mengamalkan agama, tidak hanya mementingkan kepentingan kelompok agama yang Anda anut. Sementara ada juga orang yang hanya mementingkan kelompok agamanya?


Selalu ada indikasi orang mempergunakan agama. Itu di mana-mana. Saya kira kita harus mulai untuk mengklarifikasi masalah ini dengan jelas. Semasa saya menjadi Perdana Menteri, banyak orang bertanya kenapa saya tidak membentuk satu departemen agama, saya menjawab saya Islam, saya setelah memelajari di semua negara-negara, hanya negara-negara Islam sajalah yang mempunyai departemen agama.
Maka sebab itu Timor Leste mayoritas Katolik ini menginginkan adanya departemen agama, mau ikut negara mana yang mayoritas Katolik punya departemen agama?

Jadi menurut Anda prinsip sebuah negara tidak memerlukan departemen agama?


Bukan masalah perlu atau tidak perlu. Tetapi berdasarkan study comporative yang saya lakukan. Kalau saya yang Islam lalu saya membentuk satu departemen agama, orang akan mengatakan saya mengikuti negara-negara Islam yang memiliki departemen agama.

Dalam rangka hubungan internasional terutama hubungan regional, dengan semua negara tetangga, terutama Indonesia, Australia, dan Asia Fasifik. Tapi, kalau ada suatu kondisi yang mengharuskan Anda memilih antara Australia atau Indonesia, mana yang Anda pilih?


Saya ingin mengatakan bahwa Timor Leste sangat beruntung. Suatu negara yang sangat kecil tapi berhubungan dengan dua kekuatan besar, Asia dan Fasifik. Berhubungan, bukan akan pecah. Dan berhubungan juga dengan dua kelautan besar, laut Hindia dan laut Pasifik. Dalam kaitan ini, Timor Leste akan menjadi penghubung bukan menjadi pemisah.

 

 Sekarang kita mau atau tidak mau melalui budaya, Timor Leste ada banyak campuran budaya. Masyarakat original separo dari Male, separo dari Melanesia. Dari segi geografi akan ada elemen-elemen perhubungan, kultural, sosial, campuran antara kultural (budaya) dan sosial. Timor Leste tidak bisa memilih, dia tidak dalam posisi memilih, dia sudah hidup dengan keadaan yang demikian.

Dari sudut pandang Anda apa yang paling menarik di Indonesia?


Saya kira Indonesia adalah suatu negara yang sangat besar. Mampu juga membangun satu persatuan yang sangat kuat. Dulu orang berkata bahwa persatuan ini ada karena diktator. Saya melihat bahwa persatuan ini terus akan meningkat karena demokrasi. Dan apa yang bisa ditunjukkan oleh Indonesia adalah suatu negara yang besar dan Islam adalah mayoritas mampu berbuat demokrasi, ini adalah salah-satu contoh yang penting sekali.


Karena ada indikasi yang mengatakan bahwa Islam itu fanatik anti demokrasi, kekerasan. Indonesia menunjukkan dengan jelas bahwa tidak demikian. Indonesia adalah sebuah negara kepulauan mayoritas penduduknya beragama Islam, melaksanakan demokrasi dengan baik. Ini bisa merubah mentalitas dunia. Ini yang menjadikan ketertarikan saya besar pada Indonesia.

Tadi Anda tegaskan, kalau Fretilin berkuasa, akan memprioritaskan pendidikan. Konkritnya bagaimana?


Pendidikan ada dua tahap. Pendidikan bagi semua orang, harus ada kualitas. Dan kita juga tahu, satu negara yang ingin berkompetisi di dunia, harus membentuk kelompok elit intelektual sehingga mampu mempererat kedaulatan untuk bisa menunjukkan kapasitas mereka. Untuk itu, pendidikan harus dimulai dari orang-orang yang punya talenta dan keahlian masing-masing, membuka jalan kepada mereka agar mereka berjalan dengan cepat.


Saya sudah berkali-kali mengatakan apa yang dilakukan oleh Singapura, Malaysia, Indonesia dalam tempo 40 tahun. Timor Leste harus melakukan dalam 10 tahun. Kalau tidak seperti itu, maka kita akan selalu menjadi adik yang terbelakang. Maka oleh sebab itu kita harus melakukan dalam 10 tahun seperti mereka melakukan dalam 40 tahun. Ini harus dibuat keputusan dalam sektor pendidikan.

Apa ada keinginan untuk mengajak lembaga-lembaga di Indonesia, pemerintah maupun nonpemerintah untuk berperan serta dalam program ini?


Ini ada sesuatu keuntungan besar saya datang ke Indonesia bukan sebagai perdana menteri. Saya bisa berbicara dengan berbagai macam institusi, saya melihat bahwa bukan hanya pemerintah saja yang mendukung Timor Leste, tetapi juga berbagai institusi yang mengontrol universitas, yang mengontrol institusi tehnik, siap untuk membantu Timor Leste.

 
Sekarang saya bisa punya visi yang global. Dulu saya datang hanya berbicara dengan presiden dan dengan para menteri dan tidak tahu bagaimana bisa melaksanakannya. Dan pemerintah di berbagai dunia perlu waktu untuk melaksanakannya.

 

Karena mereka juga mempunyai masalah problem domestik akan tetapi bila kita bisa mengidentifikasi terhadap institusi tertentu, maka akan lebih cepat. Maka bisa saya katakan, bahwa saya sekarang lebih mengenal Indonesia. Dan mengenal bahwa Indonesia bersedia untuk membantu Timor Leste. ►mti/ch robin simanullang, dan doan adikara

 

*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)